Masalah bau mulut atau halitosis saat puasa bukanlah sebuah hal yang baru. Kondisi ini sudah sangat sering dialami oleh orang-orang yang berpuasa. Meskipun lumrah terjadi, namun bau mulut saat puasa memang terkadang sangat mengganggu. Sahabat Kaef pasti juga jadi merasa tidak percaya diri saat harus berinteraksi dengan orang lain karena masalah bau mulut ini. Lalu, solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?
Penyebab Munculnya Bau Mulut saat Puasa
Sebenarnya apa yang menyebabkan munculnya bau mulut ketika kita berpuasa? Saat berpuasa, aliran saliva atau air liur di dalam rongga mulut berkurang. Produksi air liur umumnya akan berkurang drastis selama berpuasa. Hal ini disebabkan karena tidak minum lebih dari 12 jam sehingga produksi air liur akan menurun.
Saliva memiliki fungsi penting di dalam rongga mulut yaitu membersihkan bakteri. Terdapat kandungan antibakteri di dalam saliva sehingga dapat bekerja efektif menjaga kebersihan rongga mulut. Jika produksi saliva menurun, maka secara otomatis fungsi pembersihan ini juga tidak bisa berjalan dengan lancar. Akhirnya terjadilah perkembangan bakteri yang tidak terkendali di dalam rongga mulut.
Bakteri yang berkembang di rongga mulut bisa mengeluarkan bau tidak sedap. Hal inilah yang kemudian memicu munculnya halitosis. Masalah bau mulut saat puasa ini tidak hanya dialami oleh orang-orang tertentu. Hampir semua orang yang berpuasa akan mengalami masalah tersebut.
Cara Mencegah Bau Mulut saat Puasa
Tak perlu cemas berlebihan menghadapi masalah bau mulut ini. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya bau mulut. Jika diterapkan dengan benar maka aroma mulut akan terasa jauh lebih enak dan tidak menurunkan kepercayaan diri. Berikut adalah beberapa cara mengurangi bau mulut saat puasa yang bisa dilakukan:
- Hindari Makanan yang Memicu Bau Mulut
Tips pertama, cobalah untuk menghindari makanan yang bisa memicu bau mulut. Ada beberapa jenis makanan yang dapat meninggalkan aroma tidak sedap di rongga mulut. Misalnya saja petai, bawang, dan makanan pedas. Jenis makanan seperti ini sebaiknya dihindari terutama ketika makan sahur.
Lalu bolehkah makan makanan tersebut ketika berbuka? Saat berbuka sebenarnya boleh saja mengonsumsi makanan yang memicu bau mulut. Setelah selesai makan segera bersihkan mulut dan konsumsi banyak air putih. Cara ini akan sangat efektif membantu mencegah munculnya bau di rongga mulut.
- Kurangi Konsumsi Minuman Berkafein
Berikutnya, cobalah untuk mengurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein. Jika tak ingin mengalami masalah bau mulut saat puasa, tahanlah keinginan untuk meminum minuman berkafein. Tak hanya kopi, teh juga termasuk ke dalam kelompok minuman yang mengandung kafein.
Minuman dengan kafein di dalamnya diketahui bisa menyebabkan mulut kering. Kondisi mulut kering ini akan meningkatkan risiko munculnya bau mulut. Jadi lebih baik hindari konsumsi teh dan kopi terutama ketika bersantap sahur. Air putih jauh lebih baik untuk diminum saat sahur selain itu lebih menyehatkan juga karena tidak menambah tumpukan gula di tubuh.
- Menyikat Gigi
Mencegah bau mulut saat puasa juga bisa dilakukan dengan menyikat gigi. Menyikat gigi memang jadi cara terampuh untuk menghilangkan bau mulut. Tak hanya saat berpuasa, di hari-hari biasa sekalipun akan jauh lebih baik jika rutin menyikat gigi demi terhindar dari masalah bau mulut. Menyikat gigi adalah cara terbaik untuk membasmi bakteri yang memicu munculnya bau di rongga mulut.
Sikatlah gigi di saat-saat yang tepat. Sebaiknya menyikat gigi sesaat setelah sahur. Selain itu bersihkan juga gigi setelah berbuka puasa. Kunci penting dalam mencegah bau mulut adalah dengan memastikan kebersihan rongga mulut selalu terjaga. Pilihlah pasta gigi yang tepat menggunakan sikat dengan bulu yang nyaman serta bisa menjangkau seluruh area gigi.
- Bersihkan Rongga Mulut dengan Obat Kumur
Selain menyikat gigi, sangat disarankan memakai obat kumur untuk mengatasi bau mulut saat puasa. Berkumur akan menyempurnakan proses pembersihan rongga mulut. Sisa-sisa kotoran yang masih menempel di gigi karena proses penyikatan tidak sempurna akan lenyap setelah berkumur. Berkumur juga bisa memberi sensasi segar dan membuat aroma napas terasa lebih sedap.
Pilihlah produk obat kumur yang nyaman untuk digunakan. Pastikan pemakaiannya tepat dan jangan sampai tertelan. Namun, penggunaan obat kumur ini seringkali masih diragukan oleh sebagian umat Islam. Ada yang berpendapat bahwa pemakaian obat kumur bisa membatalkan puasa namun ada juga yang meyakini sebaliknya.
- Gunakan Pembersih Lidah
Telah disebutkan bahwa salah satu kunci penting mengatasi bau mulut saat puasa adalah dengan menjaga kebersihan. Penting sekali untuk memastikan rongga mulut benar-benar dalam kondisi bersih agar aromanya jadi netral. Selain menyikat gigi dan berkumur juga bisa menggunakan pembersih lidah.
Lidah merupakan salah satu bagian dari rongga mulut yang bisa ditempati oleh bakteri untuk berkembang biak. Bakteri yang menempel dan berkembang biak di lidah bisa menyebabkan munculnya masalah halitosis.
Jadi sangat disarankan untuk membersihkan lidah dengan alat yang tepat. Hal ini sering disepelekan karena orang-orang lebih fokus menyikat gigi dan tidak membersihkan lidah mereka.
- Perbanyak Konsumsi Buah
Selain menjaga kebersihan, makanan yang kita konsumsi juga akan berpengaruh besar pada risiko bau mulut. Sebaiknya pilih konsumsi makanan sehat agar terhindar dari masalah tersebut. Buah bisa jadi pilihan tepat untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Konsumsi buah sangat disarankan karena buah memiliki sifat pembersih yang akan membantu mengurangi jumlah bakteri dalam rongga mulut.
Memperbanyak konsumsi buah saat puasa memang bisa memberi manfaat bagi tubuh. Selain tubuh jadi lebih sehat, bau mulut juga berkurang. Konsumsi buah juga bisa memperkecil risiko dehidrasi, terutama untuk jenis buah yang mengandung kadar air tinggi. Misalnya saja seperti semangka, pir, dan melon.
- Minum Air yang Banyak
Dehidrasi menjadi salah satu kondisi yang sering dialami oleh orang puasa. Kondisi ini dipicu karena karena tidak minum air putih yang mencukupi setiap hari. Usahakan untuk meminum banyak air putih di antara waktu buka dan sahur. Buatlah jadwal khusus agar bisa memenuhi target air putih 8 gelas sehari meskipun sedang berpuasa.
Minum air putih yang cukup selama berpuasa juga sangat baik bagi kesehatan tubuh. Maka bisa terhindar dari dehidrasi, mendapat lebih banyak energi, serta bisa lebih fokus saat beraktivitas. Lebih disarankan untuk mengurangi konsumsi takjil dan minuman manis lainnya demi memperbanyak konsumsi air putih.
Nah, itulah beberapa cara yang bisa Sahabat Kaef tempuh untuk mengatasi bau mulut yang kerap terjadi saat puasa. Menerapkan pola makan yang sehat dan menjaga kebersihan mulut merupakan kunci penting untuk mencegah terjadinya masalah ini. Apabila Sahabat Kaef ingin membeli obat penghilang bau mulut, gunakan saja aplikasi Kimia Farma Mobile. Sahabat Kaef bisa membeli obatnya kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Kimia Farma Mobile sekarang juga di Google Play atau Apps Store!
Sumber
