You are currently viewing Simak Gejala & Penyebab dari Penyakit Serangan Jantung

Simak Gejala & Penyebab dari Penyakit Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan salah satu kondisi medis darurat ketika darah menuju ke jantung terhambat. Kondisi yang juga sering disebut infark miokardial ini merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang terjadi pada saat aliran darah tidak sampai ke jantung.

Hal ini menyebabkan otot jantung tidak mendapat asupan oksigen yang cukup. Kondisi ini umumnya biasa terjadi pada usia dewasa atau lansia, bahkan beberapa orang dapat mengalaminya pada usia muda.

Gejala Serangan Jantung yang Perlu diKenali

Banyak diantara kita yang berpikir bahwa tanda utama dari serangan jantung adalah rasa nyeri pada dada. Namun, kini para ilmuwan telah menemukan jika gejalanya bisa muncul dengan beberapa cara, tergantung dari beberapa faktor. Adapun beberapa gejalanya secara umum sebagai berikut. 

  • Nyeri Ringan atau Rasa Tidak Nyaman Pada Dada

Rasa nyeri di dada merupakan gejala yang paling umum dialami pada saat infark miokardial menyerang seseorang. Rasa nyeri atau sakit ini menyerupai rasa dada sedang ditekan atau diremas dengan kuat.

Rasa sakit ini akan terjadi selama beberapa menit, sebelum akhirnya hilang dan timbul kembali. Nyeri dada ini juga biasanya akan muncul pada saat sedang beristirahat. Penyebabnya yaitu karena berkurangnya aliran darah menuju otot jantung.

Umumnya, gejala ini lebih sering dialami oleh para pria dibanding dengan para wanita. Meskipun begitu, bukan berarti wanita tidak akan mengalami gejala yang satu ini. 

Hati-hati, nyeri dada karena penyakit jantung ini berbeda dengan heartburn. Pasalnya, beberapa orang masih sering tertukar dan mengira jika heartburn yang mereka alami merupakan gejala dari serangan jantung, padahal bukan.

  • Nyeri Pundak, Leher, Sampai Rahang

Pada saat kinerja jantung terganggu, organ tubuh yang berada di sekitarnya akan ikut terkena dampaknya. Bukan hanya mengalami nyeri pada area jantung, infark miokardial juga bisa menyebabkan rasa nyeri pada rahang.

Hal ini disebabkan oleh adanya saraf bagian dada dan jantung yang bisa menyebabkan rasa nyeri ke bagian leher dan rahang. Karena itu, pada saat saraf jantung terganggu, saraf-saraf tersebut akan menyalurkan nyeri dari bagian dada hingga ke leher dan rahang.

Sakit rahang yang merupakan gejala infark miokardial yaitu perasaan nyeri pada rahang bagian kiri bawah. Tingkat keparahannya akan berbeda-beda pada setiap orang. 

Beberapa orang ada yang hanya merasakan sensasi tidak nyaman pada rahang, sementara yang lainnya mengalami rasa sakit yang cukup parah. 

  • Mual hingga Ingin Muntah

Rasa mual dan ingin muntah ternyata bukan hanya gejala gangguan GERD saja, tetapi juga merupakan salah satu gejala infark miokardial. Gejala ini sebenarnya jarang sekali terjadi, tapi tetap memiliki kemungkinan terjadi,

Rasa mual dan muntah ini biasanya muncul pada saat penderita mengalami silent heart attack, yakni serangan jantung senyap. Pada saat mengalami gejala ini, maka bisa saja mengira sedang mengalami gejala penyakit lain. 

Karena hal ini, tidak jarang menyebabkan salah diagnosis dan mendapat penanganan yang kurang tepat. Jika tidak mendapat penanganan segera, penyakit ini bisa menjadi semakin parah.

Untuk itu, pada saat mengalami mual disertai dengan gejala jantung yang lainnya, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa mendapat penanganan yang lebih tepat.

  • Sesak Napas dan Berkeringat

Untuk gejala yang satu ini, perlu diingat bahwa tidak semua sesak nafas dan berkeringat merupakan gejala infark miokardial. Namun, harus curiga jika sesak nafas dan berkeringat ini memiliki ciri seperti di bawah ini.

  1. Tiba-tiba berkeringat atau sesak nafas padahal tidak melakukan aktivitas yang berat.
  2. Sulit bernafas dan semakin parah padahal tidak melakukan aktivitas yang berat.
  3. Sesak nafas semakin parah saat tubuh dibaringkan dan membaik pada saat posisi tubuh terbangun atau duduk.
  4. Mengalami keringat dingin dan lembab, padahal tidak sedang mengalami stress atau dalam tekanan.
  5. Berkeringat atau sesak nafas disertai perasaan lelah berlebihan atau nyeri pada dada.

Sementara itu, jika sesak nafas atau nyeri dada yang  dialami tidak memiliki beberapa ciri di atas, ada kemungkinan itu bukan gejala penyakit jantung.

  • Mudah Lelah

Jika merupakan orang yang memiliki segudang pekerjaan dan aktivitas, perasaan lelah adalah hal wajar yang bisa alami. Namun, perlu waspada jika mengalami perasaan lelah dengan beberapa ciri berikut.

  1. Merasakan perasaan lelah yang berlebih padahal hanya melakukan aktivitas sehari-hari.
  2. Merasa lelah dan berat di dada padahal tidak sedang melakukan aktivitas.
  3. Merasa lelah berlebihan pada saat melakukan pekerjaan ringan seperti berjalan ke kamar mandi, membereskan tempat tidur, atau belanja.
  4. Merasa sangat lelah, tapi tidak bisa tidur di malam hari.

Jika mengalami beberapa gejala tersebut, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab Serangan Jantung

Serangan jantung umumnya terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin dan usia. Namun, di bawah ini akan kami bagikan beberapa penyebab utama penyakit jantung ini.

  • Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner bisa dikatakan sebagai penyebab utama terjadinya infark miokardial. Serangan ini bisa terjadi pada saat adanya penyumbatan pada pembuluh arteri koroner, yakni salah satu pembuluh darah utama yang mengelilingi jantung.

Arteri koroner mengalami penyempitan karena banyaknya tumpukan substansi, seperti kolesterol dan menjadi plak. Akibatnya, darah yang melalui pembuluh arteri menjadi sulit mengalir menuju jantung. 

  • Coronary Artery Spasm

Kondisi yang satu ini bisa menyebabkan terjadinya penyempitan pada pembuluh darah arteri, tapi sifatnya sementara. Meskipun begitu, jika tidak segera diatasi bisa menyebabkan spasme atau nyeri dada hingga infark miokardial.

Berbeda dengan nyeri dada pada umumnya yang muncul setelah beraktivitas berat, spasm justru muncul pada saat sedang beristirahat seperti saat tengah malam atau pagi hari.

Penyakit ini umumnya terjadi karena stress, paparan udara dingin yang ekstrem, kebiasaan merokok, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Pencegahannya yaitu dengan mengurangi kegiatan yang berakibat buruk pada kesehatan jantung.

  • Penggunaan Obat Terlarang

Penyebab lainnya dari serangan jantung yaitu penggunaan obat-obatan terlarang. Obat yang dimaksud termasuk obat stimulan yang dapat mengaktivasi sistem saraf pusat. Efeknya, terjadi peningkatan pada energy dan rasa senang dengan berlebihan.

Salah satu contoh penggunaan stimulan yang cukup populer yaitu kokain. Obat ini dapat berdampak buruk pada tekanan darah dan pembuluh arteri. Biasanya obat ini berbentuk bubuk dan dihirup melalui hidung atau dilarutkan dalam air lalu disuntikan ke dalam tubuh.

  • Hipoksemia

Hipoksemia merupakan salah satu kondisi yang terjadi karena rendahnya kadar oksigen dalam darah. Kondisi ini biasanya terjadi karena keracunan monoksida atau paru-paru tidak dapat berfungsi normal.

Hipoksemia bisa berujung menjadi hipoksia, yakni kondisi dimana jaringan tubuh tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup. Namun, kondisi ini jarang terjadi dibanding penyakit jantung koroner.

Itu dia beberapa penyebab dan gejala dari serangan jantung. Jika  merasa mengalami beberapa gejala di atas, segeralah periksakan diri ke dokter. Hindari self diagnosis karena bisa berujung penanganan yang kurang tepat.

Sumber

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/symptoms-causes/syc-20373106

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/faktor-pemicu-gejala-serangan-jantung

https://primayahospital.com/jantung/serangan-jantung-hindari-hal-ini/

#DekatCepatSehat