Tumor dapat berkembang pada beberapa bagian di dalam tubuh salah satunya di usus besar. Ketika ini terjadi, seseorang dapat diagnosis telah menderita kanker usus besar atau yang mempunyai nama lain kanker kolorektal.
Pada tahap awal, kanker usus tidak terlalu memperlihatkan gejala pada penderitanya. Namun, gejala dapat terlihat seiring berjalannya waktu yang bisa saja menunjukkan bahwa penyakit tersebut semakin memburuk.
Menurut survei Kemenkes tahun 2018 Kanker Usus Menjadi penyebab tingkat kematian yang cukup tinggi, hal ini membuat kita patut mewaspadainya. Untuk itu, mari simak gejala, penyebab, dan cara mengobati dari penyakit ini.
Gejala Kanker Usus Besar
Penyakit kolorektal dapat dikenali dengan beberapa gejala. Dalam perkembangannya pun, penyakit kanker termasuk juga kanker kolorektal terbagi ke dalam beberapa stadium. Untuk itu, stadium dan gejala kanker usus besar dapat dilihat dalam penjelasan berikut ini.
- Tahapan Perkembangan Kanker Kolorektal
Stadium kanker kolorektal terbagi ke dalam stadium 0 – stadium 4. Berikut ini adalah penjelasannya.
- Stadium 0: Penderita yang masih dalam tahap ini cenderung mudah untuk disembuhkan karena kanker belum berkembang lebih jauh pada lapisan usus besar.
- Stadium 1: Lapisan jaringan lain telah ditumbuhi kanker.
- Stadium 2: Belum berkembang secara luas namun kanker ini sudah mulai ditemukan di lapisan luar usus besar.
- Stadium 3: Kanker meraih beberapa kelenjar getah bening dan sudah banyak berkembang di lapisan luar.
- Stadium 4: Kanker telah berkembang hingga di luar dinding usus besar bahkan di bagian tubuh lainnya.
- Tanda Terkenanya Kanker Kolorektal
Seperti yang telah diketahui, penderita yang baru saja masuk ke tahap paling awal atau stadium 0 seringkali sulit untuk dikenali karena tidak memberikan tanda yang spesifik. Seiring waktu, tumor dapat berkembang jika tidak segera diobati dan kemungkinan akan menunjukkan tanda-tanda seperti:
- Mengalami sembelit atau diare.
- Mengalami perubahan bentuk feses.
- Mengeluarkan feses yang diiringi dengan darah.
- Perut terasa sakit, kram atau kembung.
- Sering merasa ingin buang air besar.
- Walaupun sering buang air besar, penderita akan merasa perut selalu kosong.
- Mengalami lelah fisik.
- Berat badan berkurang. Kemungkinan terjadi pada penderita yang telah memasuki stadium yang lebih tinggi.
- Mengalami Irritable bowel syndrome (IBS)
- Mengalami Anemia.
- Hati dapat terkena menjadi imbas dari kanker kolorektal jika penderita telah sampai di stadium yang jauh lebih tinggi. Karenanya, akan ditemukan beberapa gejala penyakit yang diakibatkan terganggunya organ lain tersebut.
- Nafsu makan berkurang.
- Sebagian perempuan mungkin akan mengalami siklus menstruasi yang berantakan.
Jika mengalami tanda-tanda tersebut, Ada baiknya untuk langsung memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan diagnosa yang tepat.
Penyebab Kanker Usus Besar
Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker kolorektal. Namun, diduga kanker biasanya dapat terjadi akibat adanya perubahan DNA. Onkogen dan supresor tumor dapat terpengaruh akibat dari perubahan DNA tersebut sehingga kanker kolorektal dapat terjadi.
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kanker kolorektal. Untuk itu beberapa faktor yang meningkatkan terjadinya kanker usus besar adalah:
- Memiliki Polip
Pada tahap awal, biasanya dokter akan mengeluarkan polip yang berkembang di dalam usus besar karena dapat memicu timbulnya kanker yang ganas. Polip tersebut dibagi ke dalam 3 kategori, diantaranya adalah:
- Adenoma
Mirip seperti bentuk lapisan dari usus besar namun perbedaan bentuknya dapat dilihat melalui mikroskop dan polip ini dapat berubah menjadi kanker.
- Polip Hiperplastik
Polip ini tergolong jinak sehingga tidak terlalu sering berkembang dan memicu kanker kolorektal.
- Gen
Perubahan DNA dapat memicu tingkat pertumbuhan sel yang sulit dikendalikan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kanker usus besar.
- Pola Hidup dan Makanan
Pola hidup dan makanan selalu dikaitkan menjadi penyebab peningkatan risiko terkenanya penyakit tertentu termasuk juga penyakit kanker kolorektal ini.
Obesitas dapat memicu terjadinya kanker kolorektal. Obesitas itu sendiri dapat terjadi sebagai akibat dari kurang bergerak dan pola makan yang tidak teratur. Kemudian, terlalu sering mengonsumsi daging merah, daging olahan dan lemak jenuh juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kolorektal.
Risiko terjadinya kanker kolorektal dapat terjadi pada orang yang jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Hal tersebut bisa terjadi karena penderita kekurangan serat.
Alkohol dan rokok juga dapat menjadi pemicunya. Faktanya, keduanya seringkali dikaitkan sebagai penyebab dari suatu penyakit.
- Menderita Penyakit Lain
Kanker kolorektal dapat terjadi pada penderita yang mengalami penyakit lain, misalnya:
- Menderita sindrom lynch.
- Menderita penyakit Crohn.
- Menderita kanker payudara.
- Menderita kanker ovarium.
- Menderita kanker endometrium.
- Faktor Lainnya
Ada beberapa faktor lainnya yang dapat memicu terjadinya kanker kolorektal. Diantaranya adalah:
- Usia. Kanker kolorektal seringkali ditemukan pada penderita yang berusia 50 tahun ke atas. Namun, bukan tak mungkin penyakit ini terjadi pada orang yang lebih muda.
- Memiliki keluarga yang menderita kanker kolorektal juga.
- Ras afrika, amerika dan Asia lebih sering ditemukan terkena penyakit kanker kolorektal.
Cara Mengatasi Kanker Usus Besar
Dokter akan memberikan beberapa saran pengobatan yang didasari oleh besarnya stadium, usia, dan kesehatan penderita. Biasanya pengobatan dikategorikan menjadi 3 yaitu surgery, kemoterapi dan terapi radiasi. Adapun penjelasan lebih detailnya adalah:
- Surgery
Surgery biasanya dilakukan pada penderita yang baru memasuki tahap awal. Adapun beberapa jenis prosedurnya adalah:
- Polipektomi: Pembedahan ini bertujuan mengeluarkan polip yang dapat menyebabkan kanker.
- Kolektomi: Mengeluarkan beberapa bagian usus besar yang telah terserang kanker.
- Kolostomi: Meletakkan kantong melalui lubang (stoma) untuk menampung feses.
- Endoskopi: Memasukkan kamera dan lampu melalui tabung kecil untuk mendiagnosis penyakit dan gejala tertentu.
- Laparoskopi: Memungkinkan untuk dapat mengangkat polip yang lebih besar melalui sayatan kecil yang dibuat pada perut.
- Paliatif: Bertujuan untuk meringankan gejala kanker kolorektal.
- Kemoterapi
Ada cara yang digunakan untuk memberantas sel-sel kanker yang menjadi penyebab dari kanker kolorektal yaitu kemoterapi. Penderita akan melakukan beberapa proses yang telah sesuai dengan anjuran dokter.
Ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat melakukan kemoterapi. Diantaranya adala rambut rontok, fisik lelah, serta mengalami mual dan muntah.
- Radioterapi
Sama seperti kemoterapi, terapi radiasi dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker penyebab terjadinya kanker kolorektal melalui sinar gamma. Pengobatan ini biasanya dilakukan ketika kanker telah menyebar di luar dinding usus besar atau di getah bening.
Cara Mencegah Terjadinya Kanker Usus Besar
Kanker kolorektal dapat berkembang dan tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, untuk mengurangi risiko terjadinya kanker kolorektal sahabat kaefdapat melakukan tindakan pencegahan dengan menghindari hal-hal yang menjadi pemicunya.
Obesitas adalah salah satu pemicunya. Lakukanlah olahraga secara teratur dan mengatur pola makan dengan baik agar berat badan tetap ideal.
Selanjutnya tetap lakukan pola hidup yang sehat dengan cara mengonsumsi sayur dan buah-buahan, menghindari rokok dan alkohol serta mulai mengurangi untuk mengonsumsi daging olahan, daging merah dan lemak jenuh.
Kini Sahabat Kaef telah mengetahui beberapa penjelasan mengenai kanker usus besar. Lakukanlah hal-hal yang meningkatkan kesehatan tubuh dan hindari hal-hal yang menjadi pemicunya agar mengurangi terkenanya penyakit ini. Jika mengalami keluhan serupa, segera periksakan diri kepada dokter untuk melakukan uji skrining.
Sumber
https://www.medicalnewstoday.com/articles/150496
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5069274/
https://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel-kesehatan/kanker-usus
#DekatCepatSehat
