Salah satu gangguan hormon yang sering terjadi pada wanita adalah penyakit tiroid. Gangguan pada kelenjar tiroid ini disebabkan oleh hormon yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh.
Ada banyak jenis dan juga penyebab dari penyakit ini. Selain itu, gejala yang ditimbulkan juga berbeda. Simak uraian berikut untuk tahu lebih lanjut.
Jenis dan Penyebab Penyakit Kelenjar Tiroid
Berikut beberapa jenis dan penyebab kelenjar tiroid yang harus tahu:
- Hipotiroidisme
Jenis yang satu ini disebabkan karena kelenjar tersebut terlalu sedikit memproduksi hormon tiroksin. Sehingga membuat metabolisme tubuh jadi lambat.
Ada 5 jenis hipotiroid, yaitu:
- Tiroiditis adalah sebuah kondisi pembengkakan pada kelenjar tersebut, yang menyebabkan produksi hormon menurun.
- Tiroiditis Hashimoto adalah suatu penyakit autoimun. Penyebab kelenjar tiroid ini karena adanya penyerangan oleh sel tubuh ke tiroid. Biasanya jenis ini diturunkan oleh penderita sedarah.
- Tiroiditis postpartum dialami oleh 5-9% wanita setelah melahirkan bayi.
- Kurang yodium yang dibutuhkan untuk memproduksi hormon.
- Kelenjar tidak berfungsi atau tak memproduksi hormon.
- Hipertiroidisme
Jenis ini kebalikan dari hipotiroidisme. Artinya, kelenjar memproduksi hormon secara berlebihan. Akibatnya, penyakit tiroid berikut ini menyerang penderita:
- Graves adalah penyakit yang seluruh tiroidnya sangat aktif dan berlebihan dalam memproduksi hormon. Sehingga kelenjar membesar dan sering disebut dengan gondok toksik difus.
- Nodul adalah zat di dalam tiroid yang bekerja terlalu aktif.
- Tiroiditis adalah pembengkakan kelenjar karena kelebihan hormon.
- Yodium berlebih.
- Kanker Tiroid
Penyakit tiroid yang disebabkan munculnya kanker pada kelenjar tiroid. Biasanya penyakit ini karena kondisi bawaan atau keluarga mempunyai riwayat kanker tiroid.
Sel pada kelenjar ini bermutasi secara cepat, membentuk tumor. Jika deteksi dini dilakukan, maka penyakit ini bisa disembuhkan.
Gejala Penyakit Tiroid
Penyakit tiroid mempunyai gejala yang bisa dirasakan oleh penderitanya. Meski, gejala yang dialami masih begitu mirip dengan penyakit lain. Namun kalau sudah mengalami gejala ini, sebaiknya segera memeriksakan diri.
- Hipotiroid
Orang yang mengalami hipotiroid, maka mengalami gejala berikut
- Mudah terasa lelah dan mengantuk,
- Berat badan terus menerus bertambah,
- Sering lupa,
- Sering mengalami menstruasi, dengan pendarahan yang sangat banyak,
- Rambut kering, kasar dan mudah rontok, padahal sering dirawat,
- Suara parau atau serak,
- Bagian tubuh membengkak,
- Intoleransi cuaca atau suhu yang dingin.
- Hipertiroid
Berbeda dengan hipotiroid, orang yang mengalami hipertiroid gejalanya sebagai berikut:
- Susah tidur,
- Mudah cemas, marah dan sering gugup,
- Jantung berdebar
- Menstruasi tidak teratur bahkan berhenti,
- Kelenjar tiroid membesar atau sering disebut gondok,
- Otot lemah dan sering tremor,
- Sensitif terhadap panas dan mudah berkeringat,
- Berat badan terus turun,
- Punya masalah dalam penglihatan dan mata iritasi.
- Kanker Tiroid
Sementara itu, jika seseorang mengalami kanker tiroid, maka akan mengalami gejala sebagai berikut:
- Ada benjolan pada leher yang membesar secara cepat,
- Leher membengkak,
- Leher terasa sakit, nyeri dan dirasakan sampai ke telinga,
- Tenggorokan sakit,
- Susah menelan dan bernapas,
- Suara tiba-tiba serak dan tak kunjung membaik,
- Batuk tak kunjung berhenti.
Meski begitu, tidak semua gejala ini mengarah pada kanker. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap penyakit tiroid jenis hipertiroid atau hipotiroid.
Namun apabila memiliki gejala kelenjar tiroid tersebut, juga dibarengi dengan riwayat keluarga menderita kanker tiroid, punya akromegali, hingga gangguan pencernaan Familial Adenomatous Polyposis. Maka peluang terkena kanker meningkat.
Faktor Risiko Penyakit Tiroid
Ada beberapa faktor orang yang berisiko terkena tiroid. Simak ya…
- Wanita
- Kebanyakan usianya di atas 60 tahun,
- Faktor bawaan dari keluarga dengan riwayat penyakit tiroid,
- Mempunyai riwayat diabetes atau autoimun,
- Pernah berobat dengan metode iodium radioaktif,
- Pernah melakukan operasi tiroid,
- Pernah radioterapi di dada
Nah, apabila mengalami gejala tersebut dan masuk dalam orang yang berisiko terkena kelenjar tiroid, maka segera periksa ke dokter. Apalagi jika gejala dibarengi dengan kejang, demam, bahkan sampai tidak sadarkan diri.
Diagnosis Penyakit Tiroid
Sebelum didiagnosa menderita penyakit tiroid, maka harus menjalani beberapa pemeriksaan. Seperti:
- Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan ini dilakukan dengan melihat benjolan di leher. Dokter akan melihat, apa benar benjolan ini akibat gangguan hormon tiroid.
- Cek Darah
Selanjutnya adalah melakukan tes darah pada penderita. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa hormon tiroid dan thyroid-stimulating hormone (TSH) dalam darah.
Pada pemeriksaan ini akan diketahui apakah penderita kelebihan hormon tiroid, atau bahkan kurang.
- Pemindaian Tiroid
Selanjutnya adalah melakukan pemindaian atau USG tiroid. Langkah ini juga dilakukan untuk mengetahui jenis benjolan pada leher. Kemudian diketahui pula berapa ukurannya.
- Biopsi
Apabila sudah mengarah ke kanker tiroid, maka biasanya dokter menyarankan untuk biopsi. Proses ini bertujuan mengambil jaringan tiroid, untuk selanjutnya dilakukan analisis di laboratorium.
Pengobatan Penyakit Tiroid
Setelah dilakukan diagnosa, maka dilakukan pengobatan pada penyakit tiroid. Beberapa langkah pengobatan di antaranya:
- Dengan Memberi Obat-Obatan
Dokter biasanya akan memberikan obat kepada penderita penyakit tiroid, sesuai dengan jenisnya. Biasanya fungsi obatnya yakni sebagai:
- Pengganti hormon tiroid jika pasien menderita hipotiroid,
- Penurun hormon tiroid pada kondisi hipertiroid,
- Penghancur sel tiroid jika ada deteksi kanker.
Selain untuk mengatasi hormon itu, obat juga biasanya bisa untuk meredakan gejala yang timbul. Seperti rasa cemas, detak jantung yang cepat, dan lain sebagainya
- Melakukan Terapi Radioaktif
Berikutnya adalah dengan melakukan terapi iodium radioaktif atau populer dengan nama nuklir tiroid. Tujuan dari terapi ini yaitu untuk menghancurkan jaringan yang tidak normal.
Cara yang dilakukan yakni dengan memberikan suntikan iodium radioaktif pada penderita. Kemudian iodium inilah yang diserap kelenjar tiroid
- Operasi
Terakhir adalah melakukan operasi untuk mengangkat tiroidektomi. Operasi dilakukan untuk mengangkat kelenjar yang membesar
Pada beberapa kondisi, metode pengobatan ini dilakukan secara bersamaan untuk mengatasi penyakit tiroid. Bahkan pengobatan bisa dilakukan seumur hidup
Namun tak perlu khawatir, sebab penyakit ini tidak sampai merenggut nyawa dari penderita. Asalkan segera ditangani juga mendapat pengobatan yang tepat
Cara Mencegah Penyakit Tiroid
Supaya tidak menderita penyakit tersebut, ada baiknya melakukan upaya pencegahan. Seperti:
- Perbanyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan yodium, kalsium, zinc juga selenium;
- Membatasi makanan dan minuman dengan bahan dasar kedelai,
- Berhenti merokok,
- Tidur yang cukup, minimal 7-8 jam dalam sehari,
- Olahraga yang teratur, minimal dilakukan 30 menit per hari.
Tidak ada salahnya untuk menghubungi dokter jika Sahabat Kaef merasakan gejala-gejala penyakit tiroid di atas. Penanganan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari penyakit ini. Selain itu, juga bisa mengonsumsi berbagai suplemen agar kesehatan tetap terjaga dengan baik. Cek kebutuhan suplemen yang diperlukan melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Caranya download aplikasi Kimia Farma Mobile sekarang juga melalui App Store atau Google Play!
Sumber
https://www.healthline.com/health/common-thyroid-disorders
https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics
#DekatCepatSehat
