You are currently viewing Penyebab Disfungsi Ereksi dan Cara Penanganannya

Penyebab Disfungsi Ereksi dan Cara Penanganannya

DE (Disfungsi Ereksi) atau juga sering disebut dengan impotensi menjadi salah satu permasalahan yang kerap mengganggu kaum pria. Selain menyebabkan rasa gelisah dan stres, gangguan ini juga dapat mengganggu hubungan dengan pasangan menjadi kurang harmonis. 

Impotensi sendiri bisa terjadi karena beberapa penyebab diantaranya yaitu karena masalah fisik dan psikologi. Lalu, apa saja penyebabnya dan bagaimana pengobatannya? Berikut ulasan lengkapnya. 

Gejala Disfungsi Ereksi

Impotensi atau DE adalah gangguan dimana pria tidak mampu atau tidak dapat mempertahankan ereksi dengan baik untuk berhubungan seksual. Biasanya kondisi ini kerap diidap oleh pria di usia 20 sampai 80 tahun. Resiko DE ini semakin tinggi seiring bertambahnya umur.

Ada tiga kondisi yang bisa menjadi tanda seseorang terkena DE, diantaranya yaitu bisa ereksi namun hanya kadang kadang, bisa ereksi namun hanya dalam waktu sebentar atau menurunnya gairah berhubungan intim meski sudah mendapat rangsangan seksual. 

Selain itu, hilangnya sensitivitas kelamin juga menjadi salah satu gejala DE.

Penyebab Disfungsi Ereksi

Proses ereksi melibatkan otot, saraf, hormon sampai emosi. Apabila seseorang tidak bisa ereksi menandakan adanya masalah pada hal tersebut. Beberapa hal yang dapat menyebabkan DE diantaranya:

  1. Gangguan Hormon

Salah satu hal yang dapat menyebabkan seseorang terkena impoten yaitu karena adanya penyakit yang menyerang sistem endokrin. Endokrin sendiri berfungsi untuk memproduksi hormon yang salah satunya berfungsi untuk mengatur reproduksi dan seksual. 

Penyakit endokrin yang kerap menyebabkan impoten salah satunya yaitu diabetes. Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf, serta alirah darah yang sehingga sensitifitas penis sehingga sulit ereksi. Selain itu, kurangnya hormon testosteron juga dapat menyebabkan impotensi. 

  1. Masalah Saraf

Selain hormon, gangguan pada saraf juga dapat meningkatkan resiko terkena impotensi. Sebab apabila saraf terganggu, maka dapat berpengaruh pada kinerja otak untuk berkomunikasi dengan sistem reproduksi dengan baik. 

Beberapa contoh penyakit saraf yang dapat menyebabkan DE diantaranya yaitu alzheimer, epilepsi, parkinson, stroke, multiple sclerosis dan lainnya. 

  1. Masalah Jantung

Jantung memiliki fungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ereksi sendiri terjadi karena adanya peningkatan aliran darah ke penis yang menyebabkan otot pembuluh darah berkontraksi. 

Ketika seseorang memiliki masalah jantung, akan menyebabkan kurangnya aliran darah pada penis sehingga seseorang sulit untuk ereksi. Beberapa masalah jantung yang dapat menyebabkan impotensi diantaranya yaitu hipertensi dan aterosklerosis.

  1. Penyakit Fisik

Selain beberapa gangguan fisik seperti di atas, beberapa penyakit fisik lain yang dapat menyebabkan DE diantaranya yaitu:

  • Gagal ginjal
  • Obesitas
  • Penyakit paru seperti PPOK
  • Sirosis
  • Hemokromatosis (kelebihan zat besi)
  • Skleroderma (pengerasan kulit)
  • Sindrom metabolik
  • Peyronie
  • Masalah tidur

Untuk mengatasi DE yang disebabkan oleh gangguan di atas maka perlu pengobatan dokter untuk mengobati penyakit atau gangguan tersebut. 

  1. Faktor Psikologis

Tidak hanya penyakit fisik, gangguan pada mental atau psikologis seseorang juga dapat menyebabkan DE. Ereksi terjadi ketika seseorang memiliki gairah seksual yang timbul setelah mendapat rangsangan. Jika seseorang mengalami gangguan mental maka ia tidak memiliki gairah seksual sehingga sulit ereksi.

Beberapa masalah psikologis yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi diantaranya yaitu 

  • Stres
  • Depresi
  • Kecemasan 
  • Widower syndrome
  • Kurangnya rasa percaya diri

Untuk mengatasi hal ini maka bisa berkonsultasi pada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. 

  1. Gaya Hidup

Gaya hidup yang buruk dapat mengganggu kesehatan tubuh dan dapat menyebabkan seseorang mengidap DE. Beberapa gaya hidup buruk yang dapat menyebabkan DE diantaranya yaitu penggunaan narkoba, alkohol, perokok berat dan lainnya. 

Tembakau pada rokok dapat membatasi aliran darah ke pembuluh darah. Sehingga konsumsi tembakau dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan termasuk DE.

Gaya hidup tersebut akan mengganggu kesehatan seseorang dari waktu ke waktu yang pada akhirnya dapat menyebabkan seseorang mengalami DE.

  1. Faktor Risiko

Selain penyebab di atas, ada beberapa faktor yang beresiko menyebabkan seseorang mengidap disfungsi ereksi diantaranya yaitu:

Cedera. Cedera yang terjadi pada penis, tulang belakang dan tulang panggul dapat menyebabkan gangguan saraf, pembuluh darah serta organ penis yang dapat menyebabkan DE. Selain itu, cedera juga bisa terjadi ketika seseorang mengendarai sepeda terlalu lama sehingga bagian penis tertekan.

Penggunaan obat. Mengkonsumsi beberapa jenis obat obatan juga dapat menimbulkan efek samping DE. Beberapa jenis obat obatan tersebut diantaranya yaitu antidepresan, obat untuk kanker prostat, obat hipertensi, antihistamin dan obat untuk menurunkan kolesterol. 

Tindakan medis. Tidak hanya obat, beberapa tindakan medis juga dapat menimbulkan efek samping berupa DE. Diantaranya yaitu seperti operasi pada tulang belakang, operasi kelenjar prostat, terapi radiasi usus besar, operasi otak dan pinggul. 

Pengobatan Disfungsi Ereksi

Untuk yang mengalami impotensi,maka tidak perlu khawatir karena DE dapat diobati. Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan DE diantaranya yaitu:

  1. Memperbaiki Gaya Hidup

Seperti yang sudah disebutkan di atas, gaya hidup buruk sangat mempengaruhi resiko terkena DE. Untuk menyembuhkan DE,  bisa mulai dengan memperbaiki gaya hidup,  misalnya tidur secara teratur, olahraga secara rutin, makan makanan bergizi dan berhenti merokok dan minum alkohol. 

  1. Bantuan Obat

Sama seperti dengan penyakit lainnya, DE juga bisa diatasi dengan obat obatan dengan dilakukan pemerksiaan & konsultasi oleh dokter. Diantaranya yaitu dengan obat yang dapat merangsang aliran darah ke penis yang sudah diresepkan oleh dokter seperti golongan sidenafil, avanafil,atau tadalafil.

  1. Psikoterapi

Apabila DE terjadi karena disebabkan gangguan psikologis, maka menjalani psikoterapi bisa dapat membantu menyembuhkannya. Cara ini cukup efektif dan bisa menyembuhkan tanpa obat melalui bisa berkonsultasi mengenai masalah DE ini pada psikolog terdekat.

  1. Exercise

Selain cara di atas, latihan atau senam juga bisa membantu mengatasi DE. Contoh senam atau latihan yang bisa dilakukan yaitu senam aerobik dan yoga.

  1. Tindakan Medis

DE dapat berefek buruk seperti stres dan depresi sehingga harus segera ditangani. Apabila cara cara di atas masih tidak bisa menyembuhkan DE, maka dokter biasanya akan mengarahkan pada tindakan medis seperti vacuum pumps, operasi implan, operasi vaskular dan sebagainya. 

Pada bedah vaskular, pembedahan dilakukan untuk memperbaiki arteri yang tersumbat sehingga dapat mengembalikan aliran darah ke penis. Vacuum pumps juga dapat mengobati DE yaitu dengan menggunak vakum untuk merangsang ereksi. 

Selain perawatan di atas, ada pula shock wave therapi yang dapat mengembalikan mekanisme ereksi agar penis dapat kembali berereksi. 

Itulah beberapa penyebab dan pengobatan disfungsi ereksi yang perlu diketahui. DE sendiri disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu faktor psikologis dan fisik. Apabila terkena DE, jangan malu dan segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah bertambah parahnya DE. 

Sumber

https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/erectile-dysfunction?dkrd=hispt0408#sec7

https://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel-kesehatan/disfungsi-ereksi

https://lifepack.id/disfungsi-ereksi/

https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1756287212470696