You are currently viewing Kanker Hipofaring: Penyebab, Gejala & Cara Mengobatinya

Kanker Hipofaring: Penyebab, Gejala & Cara Mengobatinya

Kanker hipofaring adalah kanker yang menyerang tenggorokan bagian bawah, tepatnya batasan antara trakea dan laring. Sama seperti kanker lainnya, penyebab kanker ini adalah karena pertumbuhan sel yang tidak normal pada bagian bawah tenggorokan. 

Penyakit ini bisa dibilang cukup jarang terjadi. Namun persentase kematian pada penderita penyakit ini cukup tinggi. Apalagi rata-rata pasien yang diketahui terkena kanker sudah berada pada stadium 3. 

Penyebab Kanker Hipofaring 

Secara medis, penyebab kanker tenggorokan ini sebenarnya karena pertumbuhan sel abnormal pada jaringan tenggorokan. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor risiko seperti: 

  1. Kebiasaan Merokok

Merokok merupakan aktivitas yang berbahaya bagi kesehatan. Meski banyak yang suka, namun kebiasaan ini menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Baik itu kanker tenggorokan maupun mulut hingga paru-paru.

Sebab, tembakau memiliki zat yang rata-rata bersifat karsinogenik. Zat ini lah yang memicu munculnya kanker. Baik saat tembakau dihisap dalam bentuk rokok, maupun dikunyah.

  1. Konsumsi Alkohol

Berikutnya karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Sama dengan merokok, alkohol juga mengandung zat yang memiliki sifat karsinogen. Sehingga dapat memicu munculnya penyakit kanker hipofaring.

Maka dari itu, sebaiknya segera atasi kebiasaan mengkonsumsi alkohol. Supaya tidak ketagihan dan menimbulkan berbagai bahaya lain.

  1. Kekurangan Nutrisi

Nutrisi sangat penting untuk kesehatan tubuh. Makanya orang yang kekurangan nutrisi menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit. Satu di antaranya kanker tenggorokan.

Untuk menanggulangi hal ini, sebaiknya penuhi nutrisi pada tubuh. Caranya dengan mengonsumsi makanan yang baik dan sehat.

  1. Adanya Sindrom Plummer-vinson

Terakhir karena sindrom plummer-vinson yang muncul dengan tanda anemia jangka panjang. Penderitanya akan mengalami kelelahan, kulit pucat hingga tubuh terasa lemah.

Gejala Kanker Hipofaring

Ada beberapa gejala kanker hipofaring yang muncul saat menderita kanker tenggorokan. Meliputi:

  1. Sakit tenggorokan yang sangat lama dan tak kunjung sembuh;
  2. Ada benjolan pada leher;
  3. Nyeri pada telinga;
  4. Susah menelan dan sakit saat menelan;
  5. Perubahan pada suara.

Ketika  mengalami gejala tersebut, maka segeralah periksa ke dokter. Apalagi jika gejala itu muncul begitu lama alias tak kunjung sembuh. Semakin cepat membawa diri untuk berobat, maka penanganan dini juga bisa lebih cepat dilakukan.

Pemeriksaan Kanker Hipofaring

Saat melakukan pemeriksaan kanker hipofaring, biasanya dokter menggunakan beberapa metode berikut:

  1. Memeriksa Fisik Pasien

Dokter akan melihat bagian tenggorokan. Mulai dari benjolan yang timbul, apakah di bagian kelenjar getah bening atau tempat lain. 

Berikutnya, dokter akan memeriksa dengan cermin kecil pada bagian dalam tenggorokan. Hal ini untuk mencari tahu area pertumbuhan abnormal sel kanker.

  1. Endoskopi

Untuk meyakinkan pemeriksaan, metode endoskopi akan dilakukan. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan selang yang memiliki kamera dan dimasukkan pada tubuh pasien.

Biasanya dokter juga bisa membuat sayatan pada kulit, sebagai jalan masuk endoskopi jika diperlukan. Kemudian hasil dari endoskopi ini bisa terlihat di monitor.

  1. Scan MRI

Selanjutnya adalah pemindaian MRI yang memanfaatkan gelombang radio untuk menggambarkan organ. Pasien akan diminta untuk berbaring pada sebuah tempat, kemudian segera dipindai. 

Setelah selesai, hasilnya akan muncul dalam file komputer. Dokter akan mencetaknya dan mempelajari hasil dari pemeriksaan dengan magnet ini.

  1. CT Scan

Metode ini juga mampu mendiagnosis adanya kanker hipofaring. Pasien akan menjalani proses pemindaian untuk menguatkan diagnosis awal.

CT scan menghasilkan data pemeriksaan yang jelas. Selain itu, tahapannya juga tidak menyebabkan sakit pada si penderita.

  1. PET Scan

Positron emission tomography scan adalah sebuah metode yang digunakan untuk mencari sel kanker ganas pada tubuh. Metode ini dilakukan untuk memindai berbagai bagian tubuh yang terinfeksi kanker.

  1. Biopsi

Berikutnya adalah prosedur biopsi yang bisa melihat adanya jaringan abnormal pada tubuh. Saat itu, dokter akan memasukkan alat pada paru-paru, untuk mengetahui apakah  memiliki kanker hipofaring atau tidak.

  1. Esofagoskopi

Esofagoskopi adalah prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kondisi abnormal pada esofagus (kerongkongan). Dokter dalam hal ini akan menggunakan esofagoskop atau selang ringan tipis yang dimasukkan ke mulut pasien lebih dulu lalu turun ke tenggorokan menuju esofagus.

  1. X-ray Esophagus

Berbeda dengan poin ke tujuh, pada pemeriksaan ini dokter akan memberi cairan dengan barium atau air berwarna putih perak. Setelah itu, dokter akan memeriksa esofagus, yang sudah dilapisi cairan tersebut.

  1. Pemindaian Tulang

Sebelum melakukan scan tulang, dokter akan memberikan bahan radioaktif ke pasien. Biasanya bahan ini disuntik dan jumlahnya kecil

Pada saat itulah bahan radioaktif akan berkumpul pada tulang. Hasilnya bisa diketahui dari scanner. Cara ini dilakukan apabila tidak bisa memindai dengan PET scan. Tujuannya untuk mengetahui adanya sel yang membelah diri secara cepat pada tulang.

Pengobatan Kanker Hipofaring

Setelah mengetahui berbagai pemeriksaan dokter, bagaimana cara mengobati kanker tenggorokan ini? Pengobatan ini dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan pasien. Berikut penjelasannya:

  1. Stadium I

Pada orang yang menderita kanker hipofaring pada stadium satu, maka dokter akan menyarankan pengobatan untuk mengangkat kelenjar getah bening. Setelahnya, ada terapi radiasi untuk kelenjar getah beningnya.

  1. Stadium II

Apabila penderita mengalami stadium dua kanker tenggorokan, maka dokter akan melakukan beberapa cara. Pertama dengan TLM atau menangkat laring dan faring. Setelah itu akan ada terapi radiasi pada kelenjar getah bening di leher.

Penanganan kasus stadium II begitu beragam. Pada beberapa pasien, dokter bisa menyarankan kemoterapi operasi dan cara lain. Metode ini dilakukan sesuai dengan respon sel kanker.

  1. Stadium III dan IV

Pada stadium kritis ini, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah dengan kemoradiasi dan kemoterapi. Baru kemudian dokter menyarankan operasi, yang mampu untuk meringankan gejala pada penderita.

Setelah itu akan ada operasi rekonstruktif yang dilakukan saat pasien butuh. Tujuannya untuk membantu pasien bernafas, berbicara dengan orang lain juga makan.

Rangkaian pengobatan dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Maka dari itu, penanganannya pun berbeda antar pasien, meskipun stadiumnya sama. 

Pencegahan Kanker Tenggorokan

Sebelum mengobati kanker hipofaring ada baiknya melakukan pencegahan. Gaya hidup sehat menjadi poin penting untuk mencegah adanya kanker. Berikut yang bisa diterapkan:

  1. Tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan;
  2. Berhenti merokok atau kebiasaan mengunyah tembakau;
  3. Olahraga yang teratur setiap hari;
  4. Jaga pola makan dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh;
  5. Segera berobat jika mengalami sindrom plummer-vinson;
  6. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin kepada dokter;
  7. Hindari stres yang berlebihan.

Itulah penjelasan mengenai penyebab, gejala & cara mengobati serta pencegahan terhadap kanker hipofaring (tenggorokan). Jika sudah merasakan beberapa gejala kanker tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Dokter menggali lebih dalam lagi melalui beberapa pemeriksaan penunjang. Agar lebih mudah, Sahabat Kaef bisa langsung melakukan pemeriksaan di klinik tanpa harus antri. Sahabat Kaef hanya perlu membuat janji dengan dokter di klinik sesuai tanggal yang diingikan melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Yuk, download aplikasinya disini !

Sumber

https://www.cancer.org/cancer/laryngeal-and-hypopharyngeal-cancer/after-treatment/follow-up.html

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12181-hypopharyngeal-cancer

https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/hypopharyngeal-cancer.

https://idnmedis.com/kanker-hipofaring

#DekatCepatSehat