You are currently viewing 10 Manfaat Yodium Untuk Kesehatan Tubuh

10 Manfaat Yodium Untuk Kesehatan Tubuh

Yodium atau iodium adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Meski tak membutuhkan jumlah yang banyak, namun jika tubuh kekurangan iodium, maka dapat memincu munculnya berbagai penyakit. Maka dari itu, penting untuk mencukupi asupan iodium pada tubuh karena  zat ini tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.

10 Manfaat Yodium untuk Kesehatan Tubuh

Sedikitnya ada 10 kegunaan iodium untuk kesehatan. Berikut penjelasannya:

  1. Mencegah Penyakit Gondok

Pada zaman dahulu, ada iklan layanan masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi garam dengan iodium. Iklan ini benar adanya. Supaya masyarakat Indonesia tidak terkena penyakit gondok.

Gondok adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan munculnya benjolan pada leher. Sebabnya yakni membesarnya kelenjar tiroid. Penyakit ini muncul salah satunya karena kekurangan iodium. Zat ini berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid pada tubuh. 

Gondok bisa sembuh setelah adanya induksi iodium pada tubuh. Salah satunya juga dengan suplemen atau asupan makanan.

  1. Menjaga Kesehatan Janin

Mengonsumsi iodium juga baik untuk ibu hamil. Tujuannya untuk membantu perkembangan otak saat berada di dalam kandungan. Apabila kekurangan iodium saat hamil, maka bayi berisiko tumbuh dengan IQ yang rendah. 

Dampaknya adalah keterlambatan pada kinerja otak anak. Maka dari itu, selama kehamilan berlangsung, kebutuhan zat ini meningkat. Sebab selain untuk mencukupi kebutuhan tubuh ibu, juga mensuplai ke janin.

Idealnya saat hamil, harus mengonsumsi yodium sebanyak 70 mcg atau totalnya yakni 220 mcg. Begitu pula saat sedang menyusui. Kebutuhannya juga meningkat sampai 290 mcg per harinya.

  1. Produksi Hormon Tiroid

Manfaat yang ketiga ini berhubungan dengan poin pertama. Sebab hormon tiroid hanya bisa diproduksi dengan bantuan iodium. Jika tidak, maka akan terjadi gangguan pada kinerjanya, yang mempengaruhi jantung hingga metabolisme tubuh.

Ada beberapa tanda yang muncul saat tubuh membutuhkan asupan iodium dan memunculkan hipotiroidisme. Di antaranya:

  • Rambut mengalami kerontokan;
  • Mudah lelah, letih, lesu;
  • Kuku jadi rapuh;
  • Kulit kering dan mengelupas;
  • Otot terasa nyeri;
  • Jadi lebih sering lupa.
  1. Menambah Kecerdasan

Orang yang asupan iodiumnya cukup, maka kecerdasan dan fungsi kognitifnya jadi lebih unggul. Ini juga terlihat jelas pada anak-anak. Kekurangan asupan ioidum bisa menurunkan kecerdasan pada anak.

Maka dari itu, sejak kecil sebaiknya sering konsumsi ikan, susu dan produk olahan yang mengandung iodium. Tentu supaya kecerdasan bisa meningkat.

  1. Mencegah Infeksi

Manfaat yodium berikutnya adalah dapat mencegah infeksi pada tubuh. Apalagi kandungan mineralnya mampu membunuh bakteri pada luka. Biasanya iodium yang digunakan untuk pencegahan terhadap infeksi berbentuk cair. 

Kemudian diteteskan pada luka atau goresan tubuh. Namun sebagai catatan, iodium hanya digunakan pada kondisi ringan. Bukan luka berat.

  1. Mengobati Penyakit Pada Payudara

Beberapa dokter menggunakan iodium untuk membantu mengobati kondisi payudara fibrokistik. Penyakit ini berupa benjolan payudara yang sering disebut kista dan terasa sangat sakit.

Namun untuk mengobati penyakit ini, Sahabat Kaef tidak bisa melakukan pengobatan sendiri. Tentu harus dalam pengawasan dokter, supaya tidak ada efek samping terkait kebanyakan iodium.

  1. Menambah Berat Badan

Salah satu penyebab berat badan naik adalah banyaknya yodium pada tubuh. Namun kondisi ini baik jika dalam keadaan hamil. Sebab, mineral tersebut dapat meningkatkan berat badan janin.

Tentu kondisi ini harus dengan seizin dokter. Khusus untuk janin yang memiliki berat kurang. Jika bayi telah tercukupi mineralnya, tidak perlu mengonsumsi iodium.

  1. Melindungi dari Radiasi Nuklir

Berikutnya adalah manfaat iodium untuk melindungi dari radiasi nuklir. Orang yang terpapar radiasi nuklir berisiko mengalami kanker tiroid. Sebabnya adalah adanya iodium radioaktif yang terserap tubuh, karena radiasi nuklir.

Maka dari itu, jika mengonsumsi iodium saat terpapar radiasi nuklir, maka risiko ini dapat ditekan. Sebab kelenjar tiroid bakal menghalangi iodium radioaktif yang akan masuk ke tubuh selama 24 jam setelah meminumnya.

Namun tetap saja, meski kondisi berbahaya, konsumsi iodium untuk dampak radiasi harus dalam pengawasan dokter. Supaya dampak lain tidak ikut mengintai jika salah minum.

Sumber Makanan Mengandung Iodium

Selain garam, ada beberapa makanan yang mengandung iodium. Di antaranya yakni:

  1. Ikan di laut

Ikan laut memiliki kandungan iodium untuk tubuh. Mengonsumsinya untuk lauk makan bisa memenuhi kebutuhan iodium tubuh. Beberapa ikan dengan kandungan iodium yakni ikan kod, tuna hingga udang. 

Contohnya saja udang yang mengandung 35 mcg iodium. Ini lantaran hewan laut tersebut menyerap mineral untuk memenuhi asupannya sehari-hari.

  1. Rumput laut

Tumbuhan laut yang satu ini juga mengandung iodium yang baik untuk tubuh. Sebab kandungan mineralnya sangat banyak. Meski begitu, Sahabat Kaef tetap harus mengontrol konsumsi rumput laut. Sebab jika kelebihan iodium juga tidak baik.

  1. Susu

Berikutnya adalah susu dan produk turunannya. Seperti halnya susu sapi, kandungan iodiumnya mencapai 50-100 mcg. Cukup untuk memenuhi asupan harian tubuh.

Sementara beberapa produk turunannya seperti es krim, keju ataupun yogurt memiliki kandungan yang sama dengan bahan baku. Hanya berbeda pada kandungan zat lain di masing-masing produk turunan.

  1. Telur 

Selanjutnya adalah lauk makan kesukaan banyak orang, telur. Bahan makanan yang satu ini mengandung 50 gram yodium. Sebagian besarnya terkandung pada kuning telur.

  1. Daging sapi dan ayam

Kelima, ada daging sapi dan juga ayam yang mengandung asupan mineral bagi tubuh. Pada bahan makanan ini, ada 10 mcg iodine yang bisa didapatkan. Selain itu, protein dan lemak pada daging sapi maupun ayam juga penting untuk tubuh.

  1. Kacang lima

Kacang-kacangan yang satu ini sangat baik untuk tubuh. Sebab selain mengandung iodium, juga merupakan sumber serat. Makanya kacang lima sering digunakan untuk diet sehat. 

Belum diketahui berapa kandungan iodium pada bahan makanan yang satu ini. Sebab, semuanya tergantung kondisi tanaman saat dipetik. Seperti tanah, air hingga pupuk yang digunakan.

  1. Buah prune

Pernahkah Sahabat Kaef mendengar buah tersebut? Sebenarnya buah ini merupakan plum yang terlebih dahulu dikeringkan. Ia juga menjadi salah satu pilihan orang yang sedang diet ketat. Prune mengandung 13 mcg. Jumlah ini masih 9 persen kebutuhan tubuh. maka harus menambahnya dengan sumber lain untuk mencukupi kebutuhan harian.

Sumber makanan tersebut bisa dikonsumsi sehari-hari. Tentu saat mengkonsumsi, jangan berlebihan. Misalnya saja pada pria dan wanita dewasa, kebutuhannya sekitar 150 mcg saja. Berbeda dengan pria, bayi dan anak-anak juga membutuhkan asupan iodium. Untuk bayi dari 0-5 bulan, asupan hariannya sekitar 90 mcg. Sama dengan anak yang berusia 1-3 tahun. Baru kemudian pada usia hingga 9 tahun, kebutuhan anak pada iodium mencapai 120 mg. Apabila dalam kondisi tertentu, kebutuhannya bisa meningkat. 

Untuk hal tersebut harus mendapat pengawasan dari tenaga kesehatan. Demikian manfaat yang dimiliki oleh yodium yang penting untuk diketahui. Pastikan mencukupi kebutuhan iodium dengan mengonsumsi makanan-makan tersebut. Sahabat Kaef bisa mencari tahu lebih banyak informasi seputar manfaat yodium untuk tubuh dengan berkonsultasi langsung pada dokter melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Yuk, download aplikasi Kimia Farma Mobile sekarang juga melalui App Store atau Play Store!

Sumber

https://www.webmd.com/diet/health-benefits-iodine

https://www.verywellhealth.com/benefits-of-iodine-4570996

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210125181408-255-598211/5-manfaat-yodium-untuk-kesehatan

#DekatCepatSehat