You are currently viewing 8 Test Premarital Untuk Mendeteksi Penyakit bagi Pasangan Suami & Istri

8 Test Premarital Untuk Mendeteksi Penyakit bagi Pasangan Suami & Istri

Ketika akan menikah, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, tidak hanya wedding dress dan dekorasi tetapi juga test pre marital atau check-up pranikah. Masih banyak pasangan yang abai terhadap pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, padahal pre marital test merupakan tes kesehatan sangat penting untuk dilakukan. 

Lalu, apa itu tes kesehatan pranikah? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Test Pre Marital?

Premarital check up merupakan tes atau pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan. 

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengecek keberadaan penyakit bawaan atau genetik dan penyakit menular seksual yang mungkin dimiliki oleh pasangan. Pemeriksaan tersebut penting dilakukan guna merencanakan perlindungan kesehatan yang lebih baik untuk masa depan keluarga. 

Dengan mengetahui kesehatan pasangan, maka tindakan pencegahan penularan penyakit maupun penanganan dapat dilakukan segera agar tidak berdampak pada kesehatan pasangan dan anak kelak.

Manfaat Tes Premarital

Banyak yang sibuk menyiapkan berbagai hal untuk pernikahan namun lupa untuk melakukan tes kesehatan calon pengantin. Padahal tes ini sendiri sangat penting dan memiliki manfaat untuk dilakukan guna menjaga kesehatan pasangan dan anak di masa depan. 

Adapun manfaat check up pranikah yang akan didapat dari melakukan pemeriksaan ini diantaranya yaitu:

  • Mengetahui kondisi kesehatan tubuh pasangan.
  • Mengidentifikasi dan membatasi penyebaran penyakit menular seperti HIV, Hepatitis B, dan penyakit lainnya.
  • Risiko tes premarital dilakukan dapat mencegah penurunan penularan penyakit genetik atau bawaan kepada calon anak seperti penyakit thalasemia, hemofilia dan anemia sel sabit.

Thalasemia merupakan salah satu penyakit genetik yang dapat diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. Penyakit tersebut terjadi karena tubuh tidak memiliki sel darah merah yang sehat dan normal.

Penyakit tersebut dapat mengganggu pertumbuhan dan kondisi tubuh anak sehingga perlu dicegah. Dengan melakukan pemeriksaan dan pendeteksian penyakit secara cepat maka penularan penyakit genetik pada calon anak juga dapat dicegah segera. 

Jenis-jenis Check-up Pranikah 

Tes pranikah merupakan rangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh pada calon pengantin. Dalam pemeriksaan ini, ada beberapa prosedur tes premarital yang akan dilakukan. Apa saja? Berikut ulasannya.

  1. Pengecekan Dasar 

Yang pertama yaitu ada pemeriksaan tubuh dasar mulai dari berat badan, tinggi badan, tekanan darah serta pemeriksaan darah. Pemeriksaan tekanan darah dapat mengurangi resiko preeklampsia dan prematur saat persalinan. 

Pemeriksaan darah sendiri dilakukan untuk mengetahui leukosit, hemoglobin, trombosit, eritrosit serta laju endap darah. Pemeriksaan darah penting dilakukan guna mengetahui resiko thalasemia, anemia, leukimia maupun hemofilia pada calon anak.

  1. Tes Golongan Darah

Selanjutnya yaitu akan dilakukan pengecekan golongan darah dan pencocokan rhesus. Pasangan yang memiliki rhesus berbeda, maka sang calon ibu kemungkinan akan memiliki rhesus yang berbeda dengan calon anak.

Jika hal tersebut terjadi maka dapat menyebabkan gangguan sel darah sehingga anak beresiko terkena anemia, maupun gangguan organ lainnya yang berbahaya bagi si calon anak. 

  1. Tes Kadar Gula Darah

Selain tes tekanan darah, juga akan melewati pemeriksaan kadar gula darah yang sangat berhubungan erat dengan diabetes. Dengan mendeteksi diabetes dini maka tindakan antisipasi terhadap komplikasi penyakit dapat dilakukan. 

  1. Tes Penyakit Menular Seksual

Prosedur tes premarital selanjutnya akan melakukan pemeriksaan apakah terdapat penyakit menular seksual pada tubuh. Pemeriksaan ini penting sekali untuk mencegah penularan penyakit yang bisa terjadi melalui hubungan seksual. 

Pengambilan sampel darah akan dilakukan untuk mendeteksi penyakit, sebab beberapa penyakit menular tidak menimbulkan gejala dan baru muncul gejala setelah bertahun tahun. 

Tes HIV menjadi tes wajib yang dilakukan sebab HIV sangat berbahaya apabila sampai tertularkan pada pasangan maupun calon anak. Selain tes HIV, pengambilan sampel darah juga dilakukan untuk pendeteksian Hepatitis B, Sipilis, Klamidia dan lainnya.

Hepatitis B adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan cacat sampai resiko kematian pada bayi. Oleh karena itu, pemeriksaan ini sangat penting untuk dilakukan.

  1. Tes Penyakit Genetik

Selain penyakit menular seksual yang berbahaya untuk pasangan, Sahabat Kaef juga akan melakukan tes penyakit turunan yang beresiko diturunkan pada anak seperti thalasemia, penyakit jantung, diabetes, kanker, hipertensi maupun anemia bulan sabit. 

Dengan mendeteksi penyakit secara dini, maka dan pasangan dapat mengetahui resiko penurunan dan mendiskusikan tindakan perawatan sekaligus pencegahan yang tepat. 

  1. TORCH

Test pre marital mengharuskan dilakukannya pemeriksaan TORCH untuk Sahabat Kaef ataupun pasangan TORCH sendiri merupakan penyakit menular yang dapat berpengaruh pada kehamilan.

Banyak macam dari penyakit ini seperti toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes. Penyakit tersebut dapat terjadi pada manusia disebabkan oleh penularan dari kotoran hewan peliharaan atau konsumsi makanan mentah.

  1. Pemeriksaan Reproduksi

Selanjutnya yaitu ada pemeriksaan kesehatan organ reproduksi yang sangat berkaitan dengan kesuburan. Pada wanita akan dilakukan pemeriksaan ginekologi dan pada pria akan dilakukan pemeriksaan kualitas sperma dimana kedua organ tersebut akan berpengaruh pada kemungkinan kehamilan.

  1. Cek Urin

Terakhir yaitu pemeriksaan urin yang meliputi warna, bau serta jumlah urin yang dikeluarkan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui penyakit metabolik atau sistematik yang kemungkinan diidap oleh calon pengantin. 

Tahap Pemeriksaan Tes Premarital

Adapun tahapan pemeriksaan premarital yaitu dimulai dari pemeriksaan fisik secara menyeluruh seperti berat badan dan sejenisnya, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan penyakit keturunan, penyakit menular, organ reproduksi serta alergi.

Pemeriksaan alergi penting untuk mengetahui alergi yang Sahabat Kaef dan pasangan derita sehingga solusi penanganan dapat dilakukan.

Waktu Pelaksanaan dan Biaya Tes Premarital 

Test pre marital sendiri perlu dilakukan paling tidak 3 bulan sebelum pernikahan dilangsungkan. Waktu tersebut dipilih agar dapat mempertimbangkan kembali keputusan dan pengecekan ulang apabila diperlukan. Semakin cepat pendeteksian penyakit, maka penanganan dapat dilakukan dengan cepat pula sebelum pernikahan dilakukan. 

Adapun biaya pemeriksaan kesehatan pasangan calon pengantin yaitu sekitar Rp 2,2 juta. Pemeriksaan dapat dilakukan di puskesmas atau rumah sakit terdekat dengan membawa persyaratan seperti KTP, KK dan BPJS apabila memiliki. 

Tindakan Lanjutan

Lalu, bagaimana jika hasil test pre marital menunjukkan adanya penyakit keturunan yang beresiko diturunkan pada anak? Keputusan untuk membatalkan atau tetap melangsungkan pernikahan ada pada tangan Sahabat Kaef.

Namun jika  ingin tetap melangsungkan pernikahan, maka dapat dilakukan PGD atau Preimplantation Genetic Diagnosis sebagai pertimbangan sebelum perencanaan kehamilan. 

Jika mengidap thalasemia, maka akan dilakukan diagnosis prenatal apakah berpengaruh pada bayi atau tidak. Apabila berpengaruh, maka penghentian kehamilan secara medis akan disarankan. 

Jadi, tes kesehatan pranikah tersebut sangat penting dilakukan oleh calon pengantin sebelum pernikahan berlangsung guna mendeteksi dan mencegah penularan penyakit baik pada pasangan maupun calon anak. 

Sahabat Kaef bisa melakukan test pre marital di rumah sakit atau klinik terdekat 3 bulan sebelum pernikahan. Setelah pemeriksaan, apabila terdeteksi penyakit maka dapat mendiskusikan solusinya dengan dokter.  Jadwalkan test premarital Sahabat Kaef melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Yuk , download sekarang juga aplikasinya di Google Play atau Apps Store !

Sumber

https://www.suburbandiagnostics.com/blog/premarital-screening

https://www.moh.gov.sa/en/healthawareness/beforemarriage/Pages/default.aspx

https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-pemeriksaan-kesehatan-pra-nikah

#DekatCepatSehat