Bulan Ramadan merupakan bulan dimana seluruh umat muslim di dunia menjalankan ibadah puasa. Setiap yang menjalankan puasa pastinya mengharapkan kelancaran dalam beribadah. Namun, seringkali sembelit atau konstipasi tak terhindarkan bagi yang sedang berpuasa.
Penyebab utamanya adalah kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. Masalah pencernaan satu ini tentunya bisa mengganggu puasa. Salah satu cara untuk mengatasi sembelit adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat saat sahur dan berbuka puasa. Manfaatkan waktu tersebut untuk memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh.
Salah satu jenis gangguan pencernaan ini tentunya dapat menghilangkan fokus spiritual kita dalam berpuasa. Dilansir dari Mayo Clinic, terdapat sebuah penelitian yang menyatakan bahwa jika dinyatakan sembelit akan mengalami buang air besar sebanyak kurang dari 3 kali dalam seminggu.
Gejala awal konstipasi yang mungkin dirasakan adalah susah Buang Air Besar (BAB), perut kembung atau terasa penuh, tinja mengeras, tinja berdarah dan terdapat rasa yang mengganjal pas anus.
Selain itu, dalam beberapa kondisi tertentu disebabkan oleh penyerapan air dari makanan oleh usus besar terlalu banyak. Makanan akan bergerak lambat saat masuk dan berproses di saluran pencernaan sehingga membuat usus besar semakin banyak menyerap air. Hal inilah yang menyebabkan pengeringan pada feses dan mengurangi frekuensi BAB.
Penyebab Terjadinya Sembelit
Sebelum itu, maka harus tahu terlebih dahulu apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi. Berikut terdapat lima penyebab yang dapat dihindari.
- Kekurangan cairan
Salah satu penyebab susah untuk buang air besar saat puasa adalah tubuh kekurangan cairan sehingga mengalami dehidrasi. Cairan tubuh memiliki peran sangat penting yaitu untuk menghancurkan sisa-sisa makanan dan mengantarkan sisa makanan tersebut ke bagian pembuangan dalam tubuh.
Tubuh yang tidak terhidrasi dengan baik akan sulit membawa sisa makanan ke sistem pembuangan tubuh. Maka dari itu, cairan tubuh harus dipenuhi di waktu sahur dan berbuka puasa.
- Kekurangan serat
Puasa memang merubah pola makan dari biasanya. Asupan makanan saat puasa seharusnya mendapatkan perhatian lebih terutama pada makanan yang mengandung serat.
Makanan dengan kandungan tinggi serat bermanfaat untuk meningkatkan gerak peristaltik usus dan mengembangkan dinding usus lebih lebar. Hal ini akan memudahkan pencernaan sisa-sisa makanan agar tidak mengendap lama di dalam usus.
- Konsumsi susu secara berlebihan
Meski dikenal dengan tinggi kalsium, ternyata susu juga menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami sembelit. Ini terjadi pada anak-anak.
Kandungan serat pada susu termasuk sedikit. Jika susu dan produk olahan lainnya dikonsumsi secara berlebihan, ditambah dengan kurang diimbangi dengan buah dan sayur, maka dapat memicu susah buang air besar.
- Menahan buang air besar
Seringkali kita menahan BAB jika rasa mulas tidak terlalu sakit atau kita tidak memiliki waktu banyak untuk sekedar ke toilet. Bahkan tiba-tiba saja rasa mulas berangsur hilang setelah kita berhasil menahannya.
Kotoran atau feses yang tertahan dan tidak dikeluarkan secepatnya tersebut akan mengendap di dalam usus. Pengendapan yang terlalu lama akan menyebabkan kotoran mengering dan keras. Maka harus menghilangkan kebiasaan terlalu sering menahan buang air besar ini agar organ tubuh tidak mengendap kotoran terlalu lama.
- Gangguan pada usus
Jika hal ini tidak segera ditangani, maka akan berdampak pada kinerja usus besar seperti tumbuh tumor di dalam usus, terjadi infeksi atau peradangan di usus besar (kolon), atau munculnya jaringan parut (adhesi).
Jika merasakan tanda-tanda susah buang air besar bukan seperti biasanya, sebaiknya patut diwaspadai dan segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih cepat.
Cara Mengatasi Sembelit Saat Puasa
Setelah mengetahui penyebabnya, Sahabat Kaef pasti menginginkan cara untuk mengatasinya agar tidak mengganggu ibadah puasa. Berikut ini beberapa cara yang dapat diterapkan.
- Memenuhi kebutuhan cairan
Kebutuhan cairan tubuh yang terpenuhi saat berpuasa sangat penting manfaatnya yaitu untuk dapat mencegah dan mengurangi sembelit, memperlancar pencernaan, dan mencegah dehidrasi.
Penuhi cairan tubuh dengan minum air mineral minimal 2 liter atau setara dengan 8 gelas setiap harinya. Saat berpuasa, buatlah jadwal minum agar kebutuhan terpenuhi yaitu 2 gelas diminum saat sahur dan 6 gelas diminum saat berbuka puasa sepanjang malam hari sebelum sahur.
- Mencukupi kebutuhan serat
Serat pada tubuh sangat penting untuk memperlancar proses buang air besar secara rutin. Cara mencukupi kebutuhan serat adalah dengan mengkonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian saat berbuka puasa agar saluran pencernaan sehat dan lancar.
Cara lainnya adalah konsumsi beras merah. Sumber karbohidrat satu ini memiliki kadar serat lebih tinggi daripada beras biasa. Maka juga dapat konsumsi oat untuk makanan dengan kandungan serat tinggi.
- Rutin berolahraga ringan
Puasa bukan halangan seseorang untuk berolahraga secara rutin. Lakukan gerakan olahraga ringan selama 30 menit rutin setiap harinya untuk membantu pergerakan usus.
Olahraga yang dapat dilakukan selama berpuasa tanpa harus menguras tenaga diantaranya adalah berjalan, yoga, dan stretching (gerakan peregangan).
- Jangan lewatkan sahur
Sahur menjadi kesempatan untuk menambah energi tubuh sebelum berpuasa. Pastikan menu sahur adalah makanan sehat dan bergizi.
Mulailah makan dari makanan yang paling ringan seperti buah kurma. Setelah itu, dilanjutkan dengan makanan utama. Pilihlah makanan berkuah seperti sup untuk menambah cairan tubuh dan mencegah terjadinya konstipasi.
- Mengatur jadwal buang air besar
Meski terkesan aneh, mengontrol jadwal buang air besar penting untuk membiasakan tubuh membuang sisa-sisa makanan secara rutin.
Jika rasa ingin buang air besar muncul, hindari untuk menahan dalam waktu lama. Hal ini dapat menyebabkan kotoran mengeras dan menghambat proses pembuangan kotoran tubuh.
- Konsumsi yogurt
Salah satu manfaat dari mengkonsumsi yoghurt adalah memperlancar proses buang air besar. Kandungan bakteri baik dalam yoghurt dapat menstabilkan kuman-kuman di saluran pencernaan. Sehingga buang air besar menjadi lancar.
- Konsumsi obat pencahar
Jika dengan beberapa cara di atas sembelit tidak kunjung mereda, maka dapat mengatasinya dengan mengkonsumsi obat pencahar. Beberapa obat pencahar yang dapat dikonsumsi adalah sebagai berikut:
- Bisacodyl
Dengan obat ini, otot-otot pada usus besar akan dirangsang untuk mengeluarkan kotoran. Penggunaan obat ini harus tepat sesuai dengan ketentuan yang tertulis pada kemasan agar tidak menyebabkan gangguan elektrolit. Bisacodyl dijual secara bebas dan dapat dibeli tanpa resep dokter.
- Laktulosa
Dengan laktulosa cairan akan dialirkan ke usus untuk melunakkan tinja sehingga mempermudah proses pengeluarannya. Obat ini tidak akan terasa mulas atau melilit. Sama dengan bisacodyl, obat jenis laktulosa ini dapat dibeli tanpa harus menggunakan resep dokter. Tetap perhatikan cara pakai obat ini dan hindari pemakaian untuk jangka waktu panjang.
Itulah penyebab dan cara mengatasi sembelit saat puasa. Namun, jika dengan cara di atas masih mengidap sembelit, sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat karena dikhawatirkan ini terjadi karena kondisi lain. Kini buat janji dengan dokter di rumah sakit pun cukup mudah karena Sahabat Kaef bisa gunakan aplikasi Kimia Farma Mobile. Dengan begini jadi tak perlu lagi repot antre. Praktis bukan? Yuk download sekarang juga di Google Play atau Apps Store !
Sumber
https://www.rsannisa.co.id/artikel/kesehatan/tips-mencegah-sembelit-saat-puasa
