You are currently viewing Saraf Kejepit : Penyebab, Gejala & Cara Mengobatinya

Saraf Kejepit : Penyebab, Gejala & Cara Mengobatinya

Saraf kejepit menjadi bahasan yang cukup menarik untuk banyak orang, ketika area saraf mendapat  tekanan yang cukup kuat disitulah saraf kejepit terjadi. Saraf terjepit biasanya di tandai dengan saraf yang rusak, nyeri, mati rasa dan kelelahan.

Mengenal Saraf Kejepit

Penyebab paling umum saraf terjepit adalah disk hernia, yaitu saraf yang memisahkan tulang belakang di sumsum dan menekannya turun ke kaki. Saraf yang terhimpit, mendorong akar saraf kemudian timbul rasa sakit, kesemutan atau mati rasa pada beberapa bagian tubuh.

Saraf kejepit biasanya terjadi di:

  1. Leher (radikulopati serviks)
  2. Punggung tengah atas (radikulopati toraks)
  3. Punggung bawah (radikulopati lumbal)
  4. Tangan, siku dan pergelangan tangan (sindrom karpal)

Saraf terjepit dapat menyebabkan masalah di berbagai bagian tubuh, termasuk:

  • Leher kaku dan mati rasa di bahu dan lengan.
  • Rasa tidak nyaman pada punggung, bokong dan kaki.
  • Nyeri luar biasa di area dada. Jika saraf terjepit di dada tidak kunjung sembuh, segera konsultasikan ke dokter.

Apa Penyebab Saraf Kejepit?

Jaringan dapat menekan saraf sehingga menimbulkan gejala sebagai berikut dalam beberapa kondisi:

  • Rheumatoid arthritis menyebabkan peradangan pada sendi yang dapat menekan saraf di dekatnya.
  • Penuaan menyebabkan “keausan” pada tulang belakang dan cakramnya. Seiring berjalannya waktu, cakram tulang belakang dapat kehilangan kadar air dan menjadi rata. Vertebra (tulang di sumsum tulang belakang) bergerak lebih dekat, dan sebagai respons tubuh membentuk pertumbuhan tulang. Pertumbuhan tulang ini dapat menekan saraf.
  • Cedera mendadak akibat olahraga atau kecelakaan dapat mengakibatkan saraf terjepit. Gerakan mengangkat, menarik, atau memutar yang canggung dapat menyebabkan herniasi diskus.
  • Penyebab saraf kejepit juga dapat terjadi karena cedera saat olahraga, kecelakaan, gerakan menarik, mengangkat dan memutar punggung.
  • Saraf dapat terjepit pada daerah pergelangan tangan juga. Biasanya hal ini disebabkan karena mengetik dengan cukup lama. menyebabkan carpal tunnel syndrome (peradangan tendon yang menekan saraf median di lengan).
  • Kelebihan berat badan juga salah satu faktor saraf bisa terjepit karena pembengkakan pada jalur saraf dan tekanan yang dihasilkan.
  • Kehamilan: Berat badan ekstra dapat menyebabkan saraf terkompresi.
  • Diabetes: Kadar glukosa (gula) yang tinggi dalam darah merusak saraf.

Apa Saja Gejala Saraf Kejepit?

  • Nyeri 
  • Mati rasa
  • Otot mendadak lemas
  • Kesemutan 
  • Sensasi bahwa tangan atau kaki tertidur

Cara Mengobati Saraf Kejepit

Untuk saraf kejepit yang terbilang ringan dan tidak parah, beberapa cara di bawah ini bisa Sahabat Kaef lakukan di rumah untuk membantu meredakannya: :

  • Meski terlihat sepele, istirahat dan tidur adalah kunci untuk mempercepat penyembuhan saraf kejepit karena saat tidur, tubuh melakukan proses perbaikan di semua bagian tubuh, termasuk saraf. Sebagai bagian dari terapi saraf kejepit, cobalah istirahat atau tidur dalam posisi senyaman mungkin sehingga nyeri berkurang atau tidak terasa sama sekali. Hal ini diharapkan dapat membuat saraf yang rusak membaik dengan sendirinya.
  • Kompres panas bertujuan melancarkan peredaran darah yang dapat mempercepat proses penyembuhan saraf yang rusak. Sementara itu kompres dingin dapat meredakan peradangan atau bengkak akibat saraf kejepit. Untuk melakukan terapi saraf kejepit ini, pastikan menempelkan kompres panas atau dingin selama 10-15 menit setiap hari.
  • Pereda nyeri seperti Acetaminophen dan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) dapat membantu mengobati saraf kejepit. NSAID termasuk ibuprofen dan naproxen.
  • Menggunakan alat penyangga seperti splint yaitu sejenis bahan kaku untuk menyangga bagian tertentu tubuh agar otot-otot di sekitarnya tidak rawan bergerak atau bergeser . Hal ini membuat otot atau saraf beristirahat selama periode tertentu.
  • Bereksperimen dengan posisi berdiri atau duduk yang berbeda sampai menemukan posisi yang nyaman. Kemudian, habiskan waktu sebanyak mungkin di posisi itu. 
  • Lebih sering bergerak dan berdiri apalagi di siang hari, dapat mencegah saraf yang terjepit di tubuh bagian bawah.
  • Kortikosteroid: Dokter mungkin meresepkan obat antiinflamasi yang kuat seperti untuk menghilangkan rasa sakit. Obat ini dapat diminum secara langsungt atau disuntikkan langsung ke dalam saraf..
  • Terapi fisik: Konsultasi dengan ahli terapi fisik tentang latihan peregangan atau olahraga ringan apa yang cocok untuk jenis saraf kejepit yang dialami.

Pengobatan Saraf Yang Terjepit Secara Fatal

  • Terapi fisik

Terapi fisik sangat dianjurkan pada penderita saraf terjepit yang cukup fatal. Ahli terapi fisik akan mengajarkan cara memperkuat dan meregangkan otot-otot untuk mengurangi tekanan pada saraf yang terjepit.

  • Obat-obatan

Beberapa obat-obatan yang disarankan oleh dokter ahli antara lain:

  1. Obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID)
  2. Ibuprofen 
  3. Naproxen Sodium 
  4. Gabapentin 
  5. Obat Trisiklik
  6. Nortriptyline 
  7. Amitriptyline

Salah satu jenis obat seperti Kortikosteroid harus diinjeksikan melalui suntikan atau di minum agar meminimalisir peradangan. Namun penggunaan obat-obatan diatas harus melalui saran dan langsung diawasi oleh dokter.

  • Operasi

Jenis operasi yang diberikan akan beragam, tergantung dimana saraf terjepit. Hal ini sangat dianjurkan apabila saraf kejepit tidak segera membaik dalam waktu cukup lama.

Salah satu operasi yang mungkin akan dilakukan adalah pengangkatan taji tulang atau disk hernia di tulang belakang. Nantinya, ligamen karpal akan diputus agar saraf dapat memiliki banyak ruang untuk melewati bagian-bagian tubuh.

Bagaimana Cara Mencegah Saraf Kejepit? 

Tidak semua saraf terjepit dapat dicegah, tetapi dapat menurunkan risiko jika:

  • Menjaga berat badan yang sehat dan postur tubuh yang baik.
  • Lakukan latihan peregangan untuk menjaga otot tetap kuat dan fleksibel.
  • Jangan duduk atau berbaring dalam waktu yang terlalu lama atau menyilangkan kaki untuk waktu yang lama. Ini dapat menyebabkan saraf terkompresi di kaki.
  • Cobalah untuk membatasi dan beristirahat dari gerakan berulang (seperti mengetik). Gunakan sandaran tangan saat bekerja dengan keyboard.

Itulah penjelasan mengenai saraf kejepit. Bila rasa nyeri yang ditimbulkan saraf kejepit mengganggu aktivitas, Sahabat Kaef bisa meredakannya dengan mengonsumsi obat pereda nyeri yang telah diresepkan oleh dokter. Nah, cek kebutuhan obat melalui aplikasi Kimia Farma Mobile saja. Tidak perlu repot-repot keluar rumah, Sahabat Kaef juga bisa beli obat lewat aplikasi yang akan diantar ke tempat tujuan. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Apps Store dan Google Play !

Sumber

https://medlineplus.gov/ency/imagepages/9700.htm#:~:text=Overview,pain%20and%20nerve%20root%20irritation.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542307/

https://herminahospitals.com/id/articles/mengenal-saraf-kejepit

https://health.kompas.com/penyakit/read/2022/02/18/200000168/hernia-nukleus-pulposus-hnp-

#DekatCepatSehat