Puasa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun hal ini bisa juga memicu dehidrasi karena waktu minum air putih saat berpuasa jadi lebih terbatas. Belum lagi kebiasaan orang berpuasa yang cenderung lebih suka makan takjil dan minum es manis daripada air putih.
Padahal perlu diketahui bahwa minum cukup air putih itu sangatlah penting. Kurang minum akan memberi banyak dampak negatif bagi kesehatan tubuh.
Dampak Kurang Minum Air Putih
Saat berpuasa, tubuh tidak makan dan minum lebih dari 12 jam. Hal ini seringkali memicu dehidrasi karena tubuh kurang asupan air putih. Sangat disarankan untuk tetap minum cukup air putih di saat tidak berpuasa atau di waktu setelah berbuka sampai sahur.
Hanya saja banyak orang yang tak menyadari hal ini dan tetap malas minum air. Penting untuk diketahui bahwa kurang minum air putih bisa memicu beberapa masalah berikut.
- Konsentrasi Menurun
Kurang minum air putih akan menyebabkan kemampuan dalam berkonsentrasi menurun. Hal ini tentu saja akan sangat mengganggu jika seorang pekerja atau butuh konsentrasi tinggi dalam kegiatan sehari-hari. Kondisi semacam ini juga akan sangat berbahaya bagi anak sekolah karena pasti sulit konsentrasi belajar.
Penurunan konsentrasi ini disebabkan oleh minimnya aliran oksigen ke otak ketika tubuh tidak minum cukup air putih. Selain itu, kurang air putih juga bisa menurunkan efektivitas pengiriman sinyal menuju otak.
Daya pikir akan menurun dan sulit fokus melakukan suatu hal tertentu. Saat konsentrasi menurun seperti ini tentu saja akan lebih sulit beraktivitas dan pekerjaan bisa terbengkalai.
- Mudah Lelah
Sebenarnya lelah dan lemas saat berpuasa adalah hal yang biasa. Namun gejala ini bisa jadi jauh lebih parah jika tubuh tidak menerima cukup air putih. Saat tidak minum cukup banyak air putih maka tubuh akan kekurangan cairan.
Perlu diketahui bahwa kekurangan cairan ini ternyata dapat memberikan banyak efek bagi tubuh yang kemudian membuat tubuh jadi merasa mudah lelah.
Jika tubuh kekurangan cairan maka volume darah akan menurun. Secara otomatis tekanan jantung juga akan menurun sehingga darah yang mengangkut oksigen tidak bisa terdistribusi secara merata ke berbagai organ.
Termasuk salah satunya ke bagian otot tubuh. Hal inilah yang kemudian membuat tubuh jadi lebih mudah merasa lelah karena harus tetap beraktivitas padahal sudah tidak ada asupan tenaga dari oksigen.
- Dehidrasi
Jelas sekali bahwa kurang minum air putih saat berpuasa bisa memicu dehidrasi. Dehidrasi ini sangat berbahaya bagi tubuh namun masih sering dianggap sepele. Dehidrasi merupakan kondisi dimana tubuh akan kehilangan keseimbangan cairan. Pada kondisi ini, jumlah cairan yang keluar jauh lebih banyak daripada cairan yang masuk ke tubuh sehingga keseimbangannya bisa dikatakan negatif.
Keseimbangan cairan yang negatif ini bisa memberikan dampak berbahaya bagi tubuh. Apalagi bagi anak-anak dan orang tua atau lansia. Biasanya akan muncul beberapa tanda dehidrasi yang bisa dijadikan indikator seperti kulit dan bibir kering.
Selain itu dehidrasi juga bisa memicu nyeri kepala bahkan menyebabkan tekanan darah jadi lebih tinggi. Pada beberapa orang dehidrasi juga dapat menyebabkan mual dan demam.
- Sembelit
Kebiasaan kurang minum air putih saat berpuasa juga biasanya akan menyebabkan sulit BAB (Buang Air Besar) atau sembelit. Kecukupan air putih pada tubuh sangat berpengaruh pada kelancaran pencernaan. Air akan bekerja menjaga tekstur feses sehingga tidak keras dan lebih mudah untuk dikeluarkan. Jika tubuh kekurangan air putih, maka bisa saja feses lebih keras dan terasa nyeri saat harus BAB.
Pada dasarnya, air juga akan memperlancar kerja sistem pencernaan dalam tubuh. Kecukupan air akan memperlancar gerak feses melalui sistem pencernaan. Hal ini pula yang menyebabkan banyak orang mengalami masalah BAB saat berpuasa.
Lebih baik diatasi dengan meningkatkan konsumsi air putih setelah berbuka dan menjelang sahur.
- Halitosis
Bukan hal yang aneh lagi jika orang berpuasa akan berhadapan dengan masalah bau mulut atau halitosis. Halitosis ini akan semakin parah jika tidak minum cukup air.
Kurang minum air putih saat berpuasa terbukti bisa meningkatkan keparahan halitosis atau bau mulut. Kondisi ini tentu saja akan membuat tidak nyaman apalagi saat harus beraktivitas dan bertemu banyak orang.
Kurang minum air akan menyebabkan produksi air liur di dalam rongga mulut berkurang. Hal tersebut akan memicu rongga mulut jadi kering kemudian bakteri bisa bebas berkembang biak di sana.
Dalam situasi tersebut, tidak ada cukup air liur yang bisa membilas bakteri dari rongga mulut. Bakteri yang berkembang biak dengan baik di mulut kemudian akan memicu munculnya bau tidak sedap atau halitosis.
Mencukupi Kebutuhan Air saat Berpuasa
Menjalani puasa bukanlah halangan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, justru hal ini harus sangat diperhatikan. Meskipun waktu makan dan minum dibatasi, namun tetap bisa minum cukup air jika tahu strategi manajemennya dengan baik. Berikut tips-tips yang bisa diterapkan agar tubuh tidak kekurangan air saat berpuasa:
- Buat Jadwal Minum
Kuncinya ada pada jam-jam dimana diperbolehkan makan dan minum yaitu di antara waktu berbuka dan sahur. Buatlah jadwal minum air putih saat berpuasa di waktu ketika diperbolehkan makan dan minum. Ingat, disarankan untuk minum 8 gelas air per hari jadi buatlah jadwal berdasarkan aturan tersebut.
Bagilah 8 gelas tersebut ke beberapa waktu sebelum imsak tiba. Misalnya, bisa membagi 8 gelas tersebut saat berbuka puasa, setelah shalat maghrib, setelah makan malam, setelah shalat isya, setelah shalat tarawih, dan sebelum tidur. Kemudian 2 lagi di waktu sahur yaitu setelah bangun untuk untuk sahur dan setelah makan sahur.
- Batasi Takjil dan Camilan
Mungkin tak mudah untuk mencukupi kebutuhan air putih saat puasa. Apalagi jika memang tak terbiasa minum banyak air putih. Ditambah lagi biasanya sudah kenyang karena makan banyak takjil dan camilan berbuka sehingga tak sanggup minum air putih.
Cobalah untuk membatasi konsumsi camilan dan takjil saat berbuka. Luangkan cukup ruang di dalam perut untuk minum segelas air putih secara bertahap. Sadari bahwa minum air putih akan memberikan banyak manfaat. Pahami juga bahwa banyak bahaya yang bisa muncul jika malas minum air putih.
- Konsumsi Buah dengan Kadar Air Tinggi
Jika tak mampu minum 8 gelas air putih maka bisa diambil solusi lain. Cobalah mengonsumsi buah-buahan yang kaya air. Ada buah pir dan semangka yang bisa dijadikan pilihan. Jenis buah tersebut mengandung kadar air yang cukup tinggi sehingga efektif meningkatkan asupan cairan di dalam tubuh. Tapi tetap pastikan juga minum air putih semampu kapasitas tubuh.
Kurang minum air putih saat berpuasa dapat menimbulkan berbagai macam kondisi yang berbahaya. Penting sekali untuk menyadari bahwa minum air putih itu penting meskipun sedang berpuasa. Jadi utamakan minum air putih setiap kali berbuka karena kebiasaan ini bisa membantu tubuh lebih sehat, pencernaan lancar, dan lebih mudah untuk berkonsentrasi saat bekerja. Selain itu juga , disarankan untuk mengkonsumsi multivitamin agar makin meningkatkan daya imun tubuh Sahabat Kaef. Dapatkan kemudahan membeli multivitamin menggunakan aplikasi Kimia Farma Mobile, kapan dan di mana saja, akan langsung diantar ke rumah dalam waktu yang cepat. Yuk, download sekarang juga di Google Play atau Apps Store !
Sumber
https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-much-water-should-you-drink
https://www.dinkesprovkepri.org/index.php/9-berita/628-awas-bahaya-kurang-minum-air-putih
https://www.minews.id/ramadan/awas-ini-akibatnya-jika-kurang-minum-air-putih-saat-puasa
