Di tengah kondisi hamil, seorang ibu harus memperhatikan kondisi tubuhnya dengan baik. Apalagi jika ingin menjalankan ibadah puasa, penting sekali untuk mempertimbangkan banyak faktor demi kebaikan ibu dan janin. Pasalnya di trimester kedua, yaitu sekitar usia kandungan 13 minggu hingga 28 minggu. Secara kesehatan, usia kehamilan pada trimester kedua dinyatakan sudah cukup kuat dan ibu hamil lebih nyaman dengan kondisinya.
Ibu hamil saat puasa sebaiknya memperhatikan betul seperti apa kondisi tubuhnya. Perlu dipahami juga apa saja manfaat dan resiko berpuasa saat hamil sebagai bahan pertimbangan.
Manfaat yang Dirasakan Ibu Hamil saat Puasa
Dalam kondisi yang memungkinkan, berpuasa sebenarnya bisa memberi banyak manfaat bagi tubuh. Manfaat ini bisa didapatkan dengan catatan sang ibu memang memiliki kondisi tubuh yang stabil dan kehamilannya dalam status sehat.
Berikut adalah beberapa manfaat berpuasa pada ibu hamil yang penting untuk diketahui:
- Menjaga Kenaikan Berat Badan
Hampir semua ibu hamil memang akan mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis. Penting sekali untuk mengontrol kenaikan berat badan di masa kehamilan ini agar tidak berlebihan.
Kontrol berat badan yang baik akan mempermudah ibu hamil dalam beraktivitas dan meningkatkan peluang kelahiran spontan secara lancar.
Ibu hamil seringkali menilai bahwa dirinya butuh asupan makanan dengan porsi 2 kali lebih besar karena sedang mengandung. Hal ini membuat ibu hamil sulit mengontrol pola makan dan membuat kenaikan berat badannya berlebihan.
Puasa akan membantu ibu hamil mengontrol pola makan. Batasan waktu makan membuat ibu hamil bisa lebih mudah mengendalikan kenaikan berat badannya.
- Mencegah Diabetes
Ada satu penyakit yang menghantui ibu hamil yaitu diabetes. Diabetes yang dialami oleh ibu hamil kerap disebut sebagai diabetes gestasional. Kondisi ini tentu bisa membahayakan kondisi ibu maupun janin.
Diabetes gestasional umumnya terjadi karena sang ibu tidak menerapkan pola makan yang sehat. Konsumsi terlalu banyak camilan tinggi gula membuat diabetes gestasional lebih mudah muncul.
Salah satu manfaat berpuasa pada ibu hamil adalah mencegah terjadinya diabetes. Diabetes gestasional dapat dicegah berkat pola makan yang lebih teratur. Saat berpuasa, secara otomatis ibu hamil akan menjaga pola makannya dan membatasi konsumsi camilan tidak sehat.
Berpuasa juga terbukti efektif untuk meningkatkan kerja insulin sehingga kadar gula dalam darah bisa dikontrol.
- Memperbaiki Metabolisme
Manfaat lain yang dirasakan ibu hamil saat puasa adalah metabolisme tubuhnya jadi jauh lebih lancar. Puasa merupakan cara terbaik untuk melakukan detoksifikasi dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Apalagi jika sebelumnya terbiasa dengan pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Berpuasa benar-benar akan membantu sang ibu merasakan tubuhnya jauh lebih ringan dan sehat.
Saat berpuasa, sel-sel di dalam tubuh akan melakukan pembersihan kotoran atau detoksifikasi. Sistem metabolisme yang terganggu juga akan diperbaiki saat tubuh berpuasa. Ini akan membantu sang ibu jadi lebih sehat dan tentunya memberi manfaat bagus pula bagi janin dalam kandungan.
- Memelihara Kesehatan Jantung
Puasa memang bisa membantu mencegah terjadinya berbagai jenis penyakit. Salah satunya adalah mencegah penyakit jantung. Saat berpuasa, ibu hamil akan mengatur pola makannya dengan baik sehingga kesehatan jantung juga lebih terjaga.
Tekanan darah lebih stabil dan kadar kolesterol juga lebih terkontrol. Secara tidak langsung hal ini akan berpengaruh pada kesehatan jantung,
- Menjaga Suasana Hati
Manfaat yang dirasakan oleh ibu hamil saat puasa ternyata tidak hanya dari segi kesehatan fisik. Lebih dari itu, berpuasa bisa memberi manfaat besar bagi kondisi mental ibu hamil. Seperti diketahui bahwa ibu hamil seringkali mengalami suasana hati atau mood yang buruk.
Berpuasa bisa membantu sang ibu jadi lebih sabar dan tenang. Saat berpuasa, ibu hamil bisa lebih dekat dengan Tuhan dan merasa jauh lebih bahagia. Selama dokter memastikan kondisi sang ibu baik-baik saja dan aman berpuasa maka tidak masalah. Justru melalui puasa ibu bisa jauh lebih tenang menikmati masa-masa kehamilannya.
Resiko Berpuasa pada Ibu Hamil
Selain mendatangkan manfaat, ternyata ada juga resiko yang harus diwaspadai ibu hamil saat berpuasa. Resiko ini harus dipahami terlebih dahulu agar sang ibu bisa bersiap-siap dan yakin bahwa tubuhnya memang kuat menjalankan puasa. Berikut adalah beberapa resiko yang bisa dialami oleh ibu hamil ketika ingin berpuasa:
- Lemas
Sama halnya seperti kebanyakan orang yang berpuasa, tubuh bisa merasa lemas. Apalagi kondisi ibu hamil saat puasa, pasti akan lebih mudah merasa lelah atau lemas.
Ibu hamil butuh energi yang mencukupi untuk beraktivitas karena saat ini ada janin yang sedang berkembang di dalam kandungannya. Janin tersebut membutuhkan nutrisi yang diambil dari tubuh sang ibu sehingga tak aneh jika ibu butuh asupan makanan yang lebih banyak.
Saat berpuasa, jam makan ibu akan dibatasi. Hal ini bisa menyebabkan sang ibu kekurangan asupan nutrisi dan energi dari makanan. Kondisi tersebut kemudian memicu tubuh sang ibu mudah merasa lemas.
Jika sudah lemas begini sebaiknya segera berbuka puasa dan jangan menjalankan puasa terlebih dahulu tanpa arahan dari dokter.
- Asam Lambung Naik
Risiko lain yang harus dihadapi oleh ibu hamil saat puasa adalah asam lambung naik. Berpuasa membuat tubuh tidak makan dan minum dalam durasi waktu yang cukup lama.
Kondisi ini akan menyebabkan lambung kosong dan asam lambung naik. Jika sudah begini maka ibu hamil bisa mengalami mual, muntah, dan nyeri perut yang hebat.
Masalah asam lambung ini juga bisa menyebabkan sang ibu merasakan heartburn. Ini merupakan kondisi dimana bagian dada akan terasa panas dan sesak akibat asam lambung naik. Sebaiknya segera batalkan puasa dan konsumsi obat yang aman bagi ibu hamil.
- Dehidrasi
Salah satu masalah yang sering terjadi pada orang puasa dan jadi risiko berpuasa pada ibu hamil adalah kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi. Kondisi ini sebenarnya sangat umum dialami oleh orang berpuasa apalagi dalam kondisi hamil.
Kebutuhan cairan tubuh ibu hamil sangatlah penting untuk dipenuhi karena berpengaruh pada kesehatan tubuh sang ibu dan janin. Air yang diminum oleh sang ibu akan menjadi bahan utama penyediaan air ketuban yang mendukung tubuh janin.
Saat berpuasa, ibu hamil tidak bisa bebas minum air sepanjang hari. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya kekurangan asupan air dalam tubuh. Akhirnya tubuh akan mengalami dehidrasi apalagi jika cuaca sedang panas dan tidak mendukung. Dehidrasi ini kemudian bisa menyebabkan demam, turunnya konsentrasi, pusing, dan gejala lainnya.
- Kekurangan Nutrisi
Sebagian ibu hamil juga tidak disarankan berpuasa karena bisa mengalami kekurangan nutrisi. Jam makan yang dibatasi membuat ibu hamil sulit memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tubuh dan janin.
Apalagi jika pola makan ibu hamil saat puasa tidak dijaga dan memilih berbuka dengan makanan tidak bergizi. Jika memang ingin berpuasa maka ibu hamil harus benar-benar memperhatikan pola makan dan asupan gizi yang diterima tubuh.
Tidak ada larangan pasti bagi ibu hamil untuk berpuasa. Setelah melihat apa saja manfaat dan resiko yang akan didapat ibu hamil saat puasa, tentu bisa membuat keputusan sendiri.
Kembali lagi pada kondisi sang ibu dan janin dalam kandungan. Penting juga untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar bisa mengetahui apakah aman berpuasa atau tidak.
Sumber
https://www.dinkesprovkepri.org/index.php/9-berita/566-tips-berpuasa-bagi-ibu-hamil
