You are currently viewing Simak Gejala & Penyebab Dari Penyakit Usus Buntu

Simak Gejala & Penyebab Dari Penyakit Usus Buntu

Penyakit usus buntu merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup umum dialami masyarakat terutama di Indonesia. Penyakit satu ini paling sering menyerang kelompok usia dari 10 hingga 30 tahun. 

Untuk menghindari penyakit ini, maka perlu mengetahui penyebab dan gejala usus buntu secara lebih lanjut agar meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kesehatan.

Gejala Penyakit Usus Buntu Yang Perlu Diketahui

Untuk mengetahui bagaimana seseorang dapat dikatakan terkena penyakit satu ini, berikut ini beberapa gejala yang dapat dikenali terlebih dahulu : 

  • Sakit Perut Bagian Kanan

Usus buntu merupakan organ tubuh yang berada di sisi kanan bawah perut kita. Jika terdapat gangguan dengan organ ini, maka akan merasakan sakit pada bagian tersebut.

Namun jangan sampai salah membedakan antara sakit perut biasa dengan sakit yang satu ini. Perbedaannya terletak pada posisi sakit yang terasa. Penyakit satu ini biasanya dirasakan sakitnya mulai dari bagian sekitar pusar dan menjalar ke sisi kanan perut bahkan ada pula yang merasakan sakit hingga ke bagian perut sebelah kiri. 

Sahabat Kaef juga akan merasakan sakit saat berjalan, menggerakkan perut, tertawa, bersin, batuk, atau saat melewati jalan yang bergelombang. Rasa sakitnya juga akan dirasakan cukup intens dalam rentang waktu beberapa jam.

  • Demam

Jika infeksi pada organ ini semakin parah, maka akan mendapati suhu tubuh meningkat bahkan hingga menggigil.

  • Mual Muntah

Saat jenis usus satu ini mengalami peradangan, rasa mual disertai dengan muntah akan dirasakan oleh penderita secara intens hingga lebih dari 12 jam. Kondisi seperti ini tentu akan membuat kondisi tubuh penderita menjadi semakin lemas.

  • Nafsu Makan Berkurang 

Sakit perut yang secara terus menerus dirasakan akibat jenis usus satu ini yang meradang akan membuat seseorang kehilangan nafsu makannya. Selain itu, perut akan terasa begah dan kembung bahkan saat malam hari, ini karena tubuh kesulitan mengeluarkan gas.

  • Kebingungan atau Disorientasi

Saat seseorang mengalami infeksi pada tubuh yang semakin memburuk, energy pada tubuh akan banyak terkuras begitu juga dengan oksigen pada tubuh. 

Pada kondisi semacam itu, otak akan mengalami kekurangan pasokan oksigen sehingga menyebabkan terganggunya fungsi otak. 

  • Diare juga Sembelit

Sakit perut yang parah disertai dengan diare juga sembelit selama dua hingga tiga hari dapat menjadi pertanda jika usus buntu mengalami peradangan. Selain itu perhatikan juga feses yang dihasilkan, jika feses disertai dengan lendir, kemungkinan organ ini sudah pecah.

  • Sel Darah Putih Meningkat

Untuk lebih meyakinkan kembali kondisi tubuh setelah mengalami gejala-gejala di atas, maka dapat melakukan tes darah. Jika hasil dari tes darah tersebut menunjukkan sel darah putih yang tinggi, kemungkinan besar tubuh sedang mengalami infeksi.

Segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk hasil yang lebih meyakinkan.

6 Penyebab Usus Buntu

Rumor yang beredar di masyarakat ialah jika penyakit ini diakibatkan oleh terlalu seringnya mengonsumsi makanan pedas, nyatanya hal tersebut hanya sebuah mitos. Penyakit ini terjadi karena adanya penyumbatan pada lapisan atau apendiks yang mengakibatkan infeksi.

Pada kondisi seperti ini, bakteri akan dengan cepat berkembang biak dan menyebabkan peradangan, bengkak, hingga dipenuhi dengan nanah. Jika tidak segera diobati, apendiks dapat semakin parah bahkan pecah.

Ada beberapa penyebab yang menyebabkan timbulnya penyakit yang satu ini, yaitu :

  • Keturunan

Penyakit satu ini dapat diakibatkan oleh faktor keturunan. Resiko seorang anak mengalami penyakit ini dapat meningkat hingga 10 kali lipat jika ayah, ibu atau saudara kandungnya merupakan penderita penyakit ini, baik yang masih aktif maupun sudah sembuh.

Sistem HLA (Human Leukocyte Antigen – Antigen Leukosit Manusia) dan golongan darah pada manusia menjadi sarana diwariskannya penyakit ini. Peneliti menemukan bahwa golongan darah A rentan terkena penyakit satu ini dibandingkan dengan golongan darah O.

  • Kurang Mengonsumsi Serat

Dari sekian banyaknya jenis makanan, terdapat makanan yang sulit dicerna oleh tubuh. Jika makanan yang sulit dicerna ini menumpuk dalam tubuh maka akan menyebabkan penyumbatan pada usus jenis ini dan kemudian mengalami peradangan.

Beberapa jenis makan yang sulit dicerna oleh tubuh contohnya makanan cepat saji, makanan tinggi karbohidrat, dan makanan rendah serat. 

Kurangnya asupan serat dalam tubuh dapat menyebabkan feses mengeras dan mengalami sembeli sehingga menyumbat dan terjadi usus buntu. Dengan mengonsumsi serat secara teratur dapat membuat feses melunak karena dapat menyerap air dengan baik sehingga memudahkan feses untuk dikeluarkan.

  • Cedera Perut

Cedera atau trauma yang terjadi pada perut seperti terjatuh, tertusuk, atau terkena benturan benda tumpul pada area sekitar perut bagian kanan dapat mengakibatkan apendiks mengalami pembengkakan atau luka.

Pada beberapa kasus kecelakaan yang terjadi  dan menyebabkan cedera parah pada perut, akan dilakukan pengangkatan organ apendiks untuk menghindari terjadinya komplikasi berat.

  • Kondisi Medis Tertentu

Seseorang dengan kondisi medis tertentu seperti adanya tumor perut atau inflammatory bowel disease dapat menyebabkan timbulnya peradangan pada apendiks.

Cara Mencegah  Terjadinya Usus Buntu

Untuk mencegah terjadinya peradangan pada apendiks, maka dapat merubah gaya hidup seperti berikut ini :

  1. Menghindari Aktivitas Berat

Jika menderita penyakit ini, hindari melakukan kegiatan yang berat selama 3 sampai 14 hari tergantung pengobatan yang  dilakukan. Selalu konsultasikan pada dokter kegiatan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. 

  1. Menahan Perut Saat Batuk

Sebelum batuk, tertawa atau bergerak, letakkan bantal di atas perut dan berikan tekanan untuk mengurangi rasa sakit pada perut saat dalam kondisi terguncang.

  1. Jangan Bergerak Secara Mendadak

Jika ingin bergerak, mulailah secara perlahan dan jangan terburu-buru agar badan tidak merasa kaget.

  1. Istirahat Cukup

Pada saat dalam masa pemulihan dari penyakit usus buntu, maka akan mudah merasa lelah dan mengantuk. Pada saat kondisi seperti itu, istirahatlah sesegera mungkin.

  1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Untuk membantu fungsi sistem pencernaan agar berjalan dengan baik, maka perlu mengonsumsi makanan yang tinggi serat seperti kacang-kacangan, wortel, brokoli, beras merah, buah-buahan, sayuran hijau dan masih banyak lagi.

  1. Mengonsumsi Obat Dari Bahan Alami

Untuk meringankan gejala dari penyakit ini, maka dapat menggunakan berbagai bahan alami seperti minyak jarak dan bawang putih. 

Bawang putih mengandung zat anti-peradangan, sedangkan minyak jarak membantu mengatasi penyumbatan pada usus. Namun sebelum itu, pastikan menggali informasi secara lebih mendalam mengenai bahan alami yang akan dikonsumsi.

Penyakit usus buntu dapat menjadi penyakit yang berbahaya jika tidak segera ditangani dengan baik. Jadi tetap jaga pola hidup dan kondisi kesehatan Sahabat Kaef dan keluarga, ya !

Sumber

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543#:~:text=Appendicitis%20occurs%20when%20the%20appendix,in%20your%20lower%20right%20abdomen.

https://primayahospital.com/umum/penyakit-usus-buntu/

https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-6-gejala-usus-buntu-yang-tidak-boleh-anda-abaikan

#DekatCepatSehat