You are currently viewing Simak Infeksi, Penyebab & Gejala  Pada Kandung Kemih

Simak Infeksi, Penyebab & Gejala  Pada Kandung Kemih

Penyakit kandung kemih bisa terjadi karena adanya gangguan-gangguan yang menyerang kinerja kandung-kemih. Dalam hal ini, ada beberapa gangguan yang sering terjadi seperti infeksi pada saluran kemih, batu kandung-kemih maupun penyakit lainnya. 

Dalam ulasan ini,  akan memperoleh penjelasan mengenai gejala, perawatan, dan cara untuk mengurangi risiko terkena penyakit kandung-kemih.

Apa itu Kandung Kemih? 

Kandung kemih adalah organ berongga yang berada di panggul, berfungsi untuk menyimpan urin. Tekanan yang tercipta saat organ tersebut terisi dengan urin inilah yang menyebabkan keinginan untuk buang air kecil. 

Ketika merasakan keinginan untuk buang air kecil, otot-otot pada kandung-kemih akan mulai mengerut. Kedua katup yang berada di ujung akan mulai terbuka hingga urin mulai mengalir keluar. Selama buang air kecil, urin mengalir dari kandung-kemih dan keluar dari tubuh melalui uretra. 

Bila normal, kandung-kemih akan mampu menampung urin selama beberapa jam sebanyak 400 – 600 ml. Biasanya, seseorang akan BAK sebanyak 6-8 kali dalam satu hari. Akan tetapi, seiring bertambahnya umur, fungsi kandung-kemih dapat menurun. Pun, bila ada masalah kesehatan tertentu, kinerjanya tidak akan sebaik orang normal. 

Frekuensi dari BAK akan menjadi tanda atau gejala adanya gangguan pada kandung-kemih. Sehingga dapat langsung berkonsultasi ke dokter bila merasakan gejala-gejala lain yang tidak umum. 

Jenis-jenis Penyakit Kandung Kemih

Ada beberapa jenis penyakit yang umum menyerang bagian kandung-kemih. Di antaranya: 

  1. Infeksi Kandung-Kemih

Infeksi kandung-kemih akan terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih kemudian bergerak ke arah kandung-kemih. Bakteri pun akan menempel di bagian dinding-dindingnya dan mengakibatkan terjadinya peradangan. 

Biasanya, penyakit ini disebut dengan Infeksi Saluran Kemih atau ISK. Sebab, dalam sistem perkemihan, ada organ-organ yang saling berhubungan yaitu kandung-kemih, saluran uretra, ureter, dan ginjal. 

Ketika salah satu dari organ-organ tersebut mulai terinfeksi bakteri, maka akan berpotensi untuk menyebar ke organ lainnya. Segeralah lakukan konsultasi dan tindakan medis ketika sudah ada gejala infeksi bakteri. 

  1. Batu Kandung-Kemih

Batu kandung-kemih juga disebut “batu vesikalis” atau “cystoliths”. Biasanya terjadi karena adanya penumpukan mineral apabila kandung-kemih tidak benar-benar kosong usai kencing. Akhirnya, sisa urin menjadi pekat dan mineral di dalam cairan berubah menjadi kristal. 

Batu ini dapat tinggal di di dalam kantong kemih selama beberapa waktu dan tidak selalu menimbulkan gejala. Biasanya, akan mengetahuinya ketika sedang menjalani rontgen untuk keperluan medis lainnya. Terkadang pula, ketika ukuran batunya sudah mulai besar, dokter kemungkinan akan mengambil tindakan operasi untuk pengangkatan. 

Paling banyak, batu kantong kemih ini terjadi pada pria yang berusia di atas 50 tahun dan jarang terjadi pada wanita. Ukuran batu tiap orang pun berbeda-beda. Ada yang berbentuk hampir bulat, ada pula yang tidak beraturan bentuknya. 

  1. Sistitis

Sistitis atau interstitial cystitis adalah sekelompok masalah kronis yang terjadi pada kantong kemih dalam jangka panjang. Penyakit ini akan muncul dari infeksi saluran kemih yang tidak segera diobati hingga akhirnya berubah menjadi sistitis. 

Sistitis akan mengakibatkan adanya tekanan pada kantong kemih dan menimbulkan rasa nyeri. Kemudian, para penderita akan merasakan keinginan untuk sering buang air kecil, akan tetapi hanya sedikit urin yang dikeluarkan. 

  1. Poliuria

Poliuria adalah gangguan yang terjadi pada kandung kemih karena adanya produksi urin yang berlebih. Biasanya, penderita akan sering kencing. 

Bila orang normal dewasa akan memproduksi sekitar 3 liter urin setiap harinya, maka para penderita poliuria mampu memproduksi sampai 15 liter dalam sehari. 

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan poliuria, seperti diabetes, hamil, atau terkena penyakit ginjal. Maka, segeralah berkonsultasi ketika merasakan hal yang janggal dengan kebiasaan buang air kecil ini. 

  1. Kandung-Kemih Overaktif

Overactive Bladder (OAB) bukanlah sebuah penyakit, akan tetapi sekelompok gejala kencing yang berlebih. 

Gejala yang paling umum adalah kebutuhan atau keinginan untuk buang air kecil yang tiba-tiba dan tidak terkendali. Beberapa orang akan mengeluarkan air seni ketika mereka merasakan dorongan ini. 

Gejala lain adalah kebutuhan untuk buang air kecil berkali-kali di siang dan malam hari. OAB pada dasarnya adalah perasaan bahwa “harus pergi” ke kamar mandi dengan mendesak dan terlalu banyak.

Apa Penyebab Kandung Kemih? 

Disebabkan adanya berbagai jenis penyakit atau gangguan dalam kandung-kemih, maka penyebab secara umum dari penyakit ini adalah: 

  1. Terjadinya Infeksi Bakteri pada Dinding-dinding Kandung Kemih

Umumnya, bakteri yang menginfeksi kandung-kemih adalah bakteri E.Coli yang tinggal di anus maupun usus. Bakteri ini akan berpindah ke area saluran kemih ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan atau ketika membersihkan alat kelamin. 

Bakteri juga bisa muncul ketika sering kali menunda keinginan untuk buang air kecil. Akibatnya, bakteri akan terus berkembang hingga jumlahnya semakin banyak dari bakteri-bakteri baik. Akhirnya, kandung-kemih mulai terkena infeksi dan mengalami peradangan. 

  1. Terjadinya Penumpukan Mineral 

Ketika air seni tidak dikeluarkan sampai tuntas, mineral yang ada di dalamnya dapat menumpuk hingga akhirnya membentuk kristal. Kemudian, mengakibatkan terjadinya penyakit kencing batu. 

Umumnya, BAK tidak tuntas dapat disebabkan oleh pembesaran pada prostat, adanya kerusakan pada saraf, memakai kateter, atau terjadi infeksi pada kandung-kemih. 

Apa Gejala Kandung Kemih yang Dirasakan? 

Tidak semua gangguan yang terjadi pada kantong kemih adalah penyakit. Akan tetapi, ada gejala yang bisa dikenali untuk mengetahui apakah gangguan tersebut parah atau tidak. Di antaranya: 

  1. Muncul rasa nyeri atau terbakar sebelum, saat, atau bahkan setelah kencing. 
  2. Kesulitan dalam menahan diri untuk buang air kecil. 
  3. Ketika bersin atau batuk, di saat yang bersamaan keluar urin dari uretra. 
  4. Terlalu sering ingin kencing, bahkan bisa lebih dari 8x dalam sehari. 
  5. Terlalu sering ingin BAK, tetapi hanya sedikit yang keluar. 
  6. Merasa tidak benar-benar tuntas ketika buang air kecil. 
  7. Urin berubah menjadi keruh, timbul bau tidak sedap hingga berdarah. 

Bagaimana Cara Pengobatannya? 

Tiap jenis penyakit kandung-kemih memiliki metode pengobatan masing-masing. Maka, ketika sudah merasakan gejala kandung kemih, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Nantinya, dokter akan melakukan tindakan medis setelah melakukan diagnosis atau pengujian laboratorium untuk mendapatkan hasilnya. 

Bagaimana Langkah Pencegahannya? 

Agar terhindar dari penyakit kandung-kemih, maka perlu melakukan hal-hal ini: 

  1. Hindari menahan diri untuk buang air kecil. Ketika sudah ada keinginan untuk kencing, segera lakukan. 
  2. Lakukan buang air kecil hingga benar-benar kosong bagian kandung-kemih. Lakukan hingga tuntang. 
  3. Bersihkan area kelamin hingga benar-benar bersih agar terhindar dari bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi atau peradangan pada kandung-kemih. 

Itulah ulasan mengenai penyakit kandung kemih, mulai dari pengertian, penyebab, gejala, hingga jenis-jenisnya. Ikuti langkah-langkah pencegahannya agar terhindar dari penyakit ini. 


Sumber

https://primayahospital.com/urologi/berbagai-penyakit-kandung-kemih/

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447

https://www.gleneagles.com.sg/id/facilities-services/centre-excellence/women-health-gynaecology/kesehatan-seksual-reproduksi/urogynaecology