You are currently viewing Simak Penyebab, Gejala & Pengobatan pada Kencing Nanah

Simak Penyebab, Gejala & Pengobatan pada Kencing Nanah

Kencing nanah atau Gonore adalah penyakit menular seksual (PMS) yang diperoleh dari berhubungan seksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi terlebih dulu dan disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini bisa diderita oleh siapa saja, tidak memandang jenis kelamin. Wanita maupun laki-laki bisa memilikinya, meskipun pada kasusnya, banyak kaum pria yang menderita penyakit ini. 

Siapa Saja yang Bisa Terkena Kencing Nanah?

Siapa pun yang aktif secara seksual dari segala usia atau jenis kelamin bisa mendapatkan kencing nanah. Sebab, penyakit ini dapat menyebar dengan mudah dan cepat. Umumnya, penyakit ini paling sering terjadi pada orang yang memiliki banyak pasangan seks dan melakukan hubungan seksual tanpa mengenakan pengaman. 

Agar tidak tertular atau menularkan tanpa sengaja, ada baiknya untuk mengenali gejala-gejala di awal dari penyakit ini. 

Risiko terkena kencing nanah lebih tinggi jika:

  • Masih muda
  • Suka berhubungan seks dengan pasangan baru
  • Melakukan Seks aktif dengan sering berganti pasangan
  • Memiliki banyak pasangan seks
  • Pernah menderita gonore sebelumnya
  • Pernah menderita penyakit seksual lainnya

Penyebab Kencing Nanah

Penyakit kencing nanah memang salah satu jenis penyakit menular seksual yang ditularkan melalui seks. Akan tetapi, seorang pria tidak harus mengalami ejakulasi untuk bisa menularkannya ke pasangan. 

Penyakit ini bisa ditularkan dari segala bentuk kontak seksual, seperti: 

  • Hubungan seks anal
  • Hubungan seksual baik memberi dan menerima
  • Hubungan vagina

Seperti kuman lainnya, bakteri penyebab gonore ini bisa tertular hanya dengan menyentuh area yang terinfeksi pada orang lain. Jika bersentuhan dengan penis, vagina, mulut, atau anus seseorang yang menderita gonore, maka bisa mendapatkannya.

Wanita yang menderita gonore dapat menularkannya kepada bayinya selama persalinan normal. Akan tetapi, bayi tidak akan mendapatkannya jika lahir melalui operasi caesar. 

Fakta yang perlu diketahui jika bakteri penyebab gonore tidak akan bisa bertahan lama di luar tubuh. Maka, tidak akan bisa tertular penyakit ini dengan menyentuh atau menggunakan barang-barang yang digunakan oleh si penderita. Sebab, bakteri ini hanya menular melalui interaksi dalam tubuh. 

Gejala Kencing Nanah yang Dirasakan

Seseorang mungkin menerima diagnosis kencing nanah jika mereka menemui dokter karena gejala atau dugaan paparan bakteri. Namun, sebelum mengatakan diagnosisnya, dokter akan melakukan serangkaian tes, yaitu: 

  • Interview yang menanyakan tentang gejala serta riwayat kesehatan sebelumnya. Ini adalah proses screening di awal. 
  • Melakukan tes lab yang menggunakan sampel urin atau usap penis, leher rahim, kelopak mata, tenggorokan, atau uretra anus. 

Namun, sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter, Sahabat Kaef bisa melakukan identifikasi mandiri dengan mengenali gejala-gejalanya yaitu: 

Gejala Gonore Pada Pria

  • Terasa panas dan sakit saat buang air kecil
  • Testis yang sakit atau bengkak
  • Keluarnya cairan putih, hijau, atau kuning dari penis 

Gejala Gonore Pada Wanita

Kebanyakan para wanita tidak mempunyai gejala atau memiliki gejala yang ringan. Di antara gejalanya adalah: 

  • Terasa panas atau sakit saat buang air kecil
  • Pendarahan di antara periode menstruasi
  • Keputihan lebih banyak dari biasanya
  • Sakit di bagian perut
  • Sakit saat berhubungan seks

Jika terus dibiarkan, kencing nanah yang menginfeksi bagian rektum dapat mengakibatkan: 

  • Berdarah
  • Gatal
  • Sakit saat buang air besar

Selain itu, gonore juga dapat menginfeksi bagian mata, tenggorokan, atau persendian. 

Komplikasi

Gonore dapat menyebabkan berbagai komplikasi parah. Untuk alasan ini, penting untuk menerima perawatan sesegera mungkin ketika sudah mengetahui gejala-gejalanya dan menerima hasil dari laboratorium. 

Sebab, gonore yang dibiarkan akan dapat menyebabkan komplikasi seperti: 

  • PID ( Pelvic Inflammatory Disease)
  • Nyeri panggul kronis.
  • Ketidaksuburan.
  • Kehamilan ektopik, yang bisa menjadi keadaan darurat medis. 
  • Komplikasi lain dari infeksi yang dapat terjadi selama kehamilan dan persalinan da dan dapat meningkatkan risiko lahir mati. 
  • Jika infeksi menular ke bayi baru lahir, itu dapat menyebabkan infeksi sendi, kehilangan penglihatan, atau bakteremia, infeksi darah yang mengancam jiwa.

Selain itu, orang dengan gonore memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular atau menularkan HIV. Salah satu alasannya adalah kedua infeksi dapat menyebabkan luka terbuka, yang membuat virus dan bakteri lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

Pengobatan untuk Menyembuhkan

Ketika sudah terinfeksi gonore, maka segeralah melakukan perawatan agar tidak terjadi komplikasi. Gonore bisa diobati dengan menggunakan antibiotik oral (minum) atau injeksi (suntik). Jika memiliki kondisi ini, pasangan juga harus diobati pada saat yang sama.

Hal ini bertujuan untuk menghindari infeksi dan penyebaran penyakit. Bahkan, jika kondisi tubuh sudah terasa lebih baik, maka masih perlu menjalani semua rekomendasi dan anjuran minum obat dari dokter.

Seiring waktu, resistensi antibiotik membuat gonore semakin sulit untuk diobati. Maka, bila seorang penderita melihat tidak adanya perbaikan dari gejala selama beberapa hari setelah mengkonsumsi obat yang diresepkan, segeralah untuk berkonsultasi ke dokter. Dengan begitu, dokter dapat merekomendasikan metode pengobatan lainnya. 

Selama proses pengobatan gonore, maka tidak diizinkan untuk melakukan kontak seksual dengan pasangan, sampai dokter mengatakan sudah aman untuk melakukannya. Hal tersebut dilakukan agar dapat mencegah terjadinya penularan. 

Ketika ada seorang penderita gonore yang sedang hamil, maka segera beritahu tim kesehatan yang menangani kehamilan tersebut. Pasalnya, infeksi gonore juga dapat menular ke bayi yang baru lahir ketika melewati persalinan normal. Maka, dengan memberi informasi penting ini, tim dokter akan langsung memberi antibiotik pada bayi segera setelah lahir. 

Jika tidak membagi informasi penting tentang gonore ke tim dokter, bayi bisa saja mengalami gejala konjungtivitis setelah lahir, yaitu  mata merah, nanah kental di mata, dan kelopak mata bengkak. Bila hal tersebut terjadi, segera hubungi dokter agar dapat dilakukan penanganan. 

Bagaimana Bisa Mencegah Gonore?

Satu-satunya cara untuk menghindari gonore dan penyakit menular seksual lainnya adalah tidak berhubungan seks dengan banyak orang tanpa pengaman dan juga menghindari hubungan seks oral atau anal.

Jika aktif secara seksual, maka dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari gonore dengan cara: 

  • Menghindari berhubungan seks dengan seseorang yang sudah terinfeksi.
  • Selalu menggunakan kondom atau pengaman lainnya saat berhubungan seks.
  • Selain kondom, gunakan spermisida yang mengandung nonoxynol-9.
  • Lakukan secara rutin medical checkup untuk mengecek kesehatan masing-masing pasangan. 
  • Batasi berhubungan seksual secara bebas dengan orang-orang baru. 
  • Hindari berhubungan seksual dengan orang yang memiliki banyak pasangan. 

Itulah ulasan mengenai kencing nanah, mulai dari pengertian, gejala, hingga pengobatannya. Waspadai gejala yang timbul dan hindari penyebabnya agar tidak tertular penyakit seksual ini. Jaga keluarga dengan selalu melakukan hubungan seksual yang sehat. 

Sumber https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gonorrhea/symptoms-causes/syc-20351774#:~:text=Gonorrhea%20is%20an%20infection%20caused,vaginal%2C%20oral%20or%20anal%20sex.

https://www.healthline.com/health/gonorrhea

https://rsupsoeradji.id/kencing-nanah-atau-gonoroe/

https://health.kompas.com/penyakit/read/2021/10/12/210000268/gonore-kencing-nanah-