Batuk berdarah merupakan suatu masalah kesehatan yang disebut sebagai hemoptisis. Semua orang berpotensi menderita kondisi ini. Namun jangan khawatir, selama kondisi ini dideteksi lebih awal, maka tingkat kesembuhannya juga akan tinggi.
Nah, memang apa saja sih gejala dan penyebab batuk berdarah? Lalu bagaimana cara mengobatinya? Simak artikel ini untuk tahu lebih banyak informasi mengenai batuk berdarah!
Pengertian Batuk Berdarah
Perlu diketahui, batuk berdarah merupakan suatu kondisi dimana individu batuk mengeluarkan darah – dari organ paru. Kondisi satu ini tidak boleh disepelekan karena merupakan pertanda seriusnya kondisi medis tertentu.
Kondisi medis serius tersebut bisa meliputi kanker, infeksi, hingga kendala dalam pembuluh darah paru-paru. Begitupun dengan bronkitis. Sahabat Kaef perlu menangani masalah ini ke dokter segera.
3 Jenis Hemoptisis
Perlu diketahui, kondisi batuk mengeluarkan darah atau hemoptisis terbagi atas 3 jenis. Penggolongan ini mengacu pada berapa banyak darah keluar ketika batuk dalam kurun waktu 24 jam. Berikut adalah penjelasan singkatnya:
- Hemoptisis Masif
Ini merupakan jenis batuk darah yang berpotensi mengancam jiwa. Ada beberapa pedoman berbeda dalam penentuan jenis ini. Namun yang jelas adalah sekitar 100 – 600 mililiter, hingga 1 liter darah.
- Hemoptisis Tidak Masif
Ini adalah jenis batuk darah yang tidak begitu mengancam jiwa dan biasanya juga dikatakan sebagai hemoptisis submasif atau sedang. Untuk acuannya sendiri adalah 20 – 200 mililiter atau kurang lebih 1 cangkir darah.
- Hemoptisis Sedikit
Ini ialah jenis batuk darah ringan dan bisa dibilang tidak berpotensi mengancam jiwa. Tentang acuan darah per 24 jamnya yaitu kurang dari 1 sendok makan atau 20 mililiter.
Gejala Batuk Berdarah
Banyak-sedikitnya darah keluar saat batuk memiliki kaitan erat dengan tingkat keparahan kondisi medis yang diderita serta penyebabnya. Biasanya gejala hemoptisis berbeda dengan muntah darah berwarna gelap layaknya kopi.
Umumnya hemoptisis ini mengeluarkan darah berbuih karena terkontaminasi dengan udara. Dahak pun biasanya keluar juga bersama darah dalam bercak-bercak atau jumlah besar. Tergantung penyebabnya, terdapat gejala lainnya yang bisa juga menyertai hemoptisis, yakni:
- Batuk dalam beberapa minggu, sebelum timbul batuk darah
- Demam
- Nyeri dada
- Berkeringat pada malam hari
- Kehilangan nafsu makan
- Tubuh terasa lemas dan letih
- Penurunan berat badan
Penyebab Batuk Berdarah
Nah, karena gejala-gejala batuk darah atau hemoptisis berkaitan dengan penyebabnya, maka sebaiknya mengetahui perihal tersebut. Jadi, ini dia sejumlah penyebab timbulnya batuk darah atau hemoptisis:
- Bronkitis, entah jangka pendek atau akut maupun jangka panjang kronis
- Radang paru-paru
- Kerusakan saluran udara atau bronkiektasis, khususnya sebab cystic fibrosis
- Tuberkulosis
- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
- Kanker paru-paru
Perlu diketahui, ada pula sejumlah penyebab lain dari batuk berdarah, berikut adalah diantaranya:
- Benda asing di dalam saluran pernapasan
- Penggunaan kokain crack
- Abses paru-paru
- Gagal jantung kongestif, khususnya karena stenosis mitral
- Kondisi inflamasi atau autoimun, misalnya lupus, granulomatosis dengan polyangiitis, poliangitis mikroskopis, sindrom Churg-Strauss, penyakit Goodpasture, atau penyakit Behcet
- Infeksi parasit
- Tumor paru non-kanker
- Malformasi arteriovenosa paru (AVM)
- Cedera seperti luka tembak atau kecelakaan mobil
- Penggunaan pengencer darah (antikoagulan)
- Sindrom Hughes-Stovin
- Endometriosis saluran pernapasan
- Sarkoidosis
- Telangiektasia hemoragik herediter
Dalam sejumlah kasus, para profesional – yakni dokter tidak mampu mendeteksi penyebabnya. Namun jangan khawatir karena kondisi medis hemoptisis umumnya hilang dalam durasi kurang lebih 6 bulan.
Hemoptisis vs. Kondisi Serupa
Supaya bisa tahu apakah kondisi medis yang tengah diderita adalah hemoptisis (batuk berdarah) atau justru hematemesis (muntah berdarah) maupun Pseudohemoptisis (pendarahan pada saluran pernapasan atas), maka sebaiknya mengetahui perbedaan berikut:
- Hemoptisis memicu dahak (muatan batuk) berwarna merah cerah atau merah muda dan disertai busa
- Pseudohemoptisis tampak begitu mirip. Untuk membedakannya dengan hemoptisis, maka sebaiknya lakukan tes
- Hematemesis mengeluarkan muatan berwarna lebih gelap serta tampak layaknya bubuk kopi. Hal ini kemungkinan muatan darah muntahan telah tercampur dengan adanya sedikit makanan
Diagnosis dan Tes Batuk Berdarah
Apabila mengalami hemoptisis, maka segeralah ke dokter. Sebab, melalui rujukan pada profesional tersebut, Sahabat Kaef akan disarankan untuk melakukan berbagai tes. Apa saja itu? berikut adalah daftarnya:
- Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan
Tes ini berguna untuk mengidentifikasi penyebab dan mengumpulkan petunjuk tentang kondisi medis yang tengah derita.
- Rontgen Dada
Tes satu ini mampu menunjukkan apakah terdapat massa di dalam dada, atau area cairan, hingga kemacetan di dalam organ paru.
- CT-Scan
Melalui gambar detail bagian dalam dada, tes satu ini mampu mengungkap beragam pemicu batuk berdarah atau hemoptisis.
- Bronkoskopi
Ini merupakan tes lewat memasukkan tabung fleksibel berujung kamera, yang dijuluki sebagai bronkoskop – ke dalam saluran pernapasan, yakni harus melewati mulut atau hidung terlebih dahulu.
- Hitung Darah Lengkap (CBC)
Ini adalah tes pemeriksaan tingkat sel darah merah dan putih di dalam darah, begitu pula dengan trombosit atau sel pembantu pembekuan darah.
Tes ini memeriksa jumlah sel darah putih dan merah dalam darah, bersama dengan trombosit (sel yang membantu pembekuan darah).
- Urinalisis
Tes urin sederhana satu ini pun dapat mengungkap penyebab terjadinya batuk darah atau hemoptisis.
- Profil Kimia Darah
Tes ini berguna untuk mengetahui kondisi baik atau tidaknya performa ginjal dan sebagai pengukur elektrolit.
- Tes Koagulasi
Ini adalah tes untuk mengukur kemampuan dan darah untuk menggumpal.
- Gas Darah Arteri
Tes atu ini berguna untuk mengukur sedikit-banyaknya oksigen serta karbondioksida di dalam darah. Kadar oksigen dapat rendah pada penderita batuk darah atau hemoptisis.
- Oksimetri Nadi
Ini adalah tes non invasif yang berguna sebagai pengukuran kadar oksigen pada protein hemoglobin individu.
Pengobatan Batuk Berdarah
Pengobatan atau perawatan untuk penderita hemoptisis mengacu pada jumlah darah ketika batuk serta penyebabnya. Berikut adalah pemaparan singkat tentang pengobatan atau perawatan untuk masing-masing jenis hemoptisis:
- Hemoptisis Masif
Karena mengancam jiwa, maka penanganan akan dilakukan dengan memindahkan penderita ke ICU atau unit perawatan intensif rumah sakit. Ahli paru maupun ahli bedah kardiotoraks merupakan profesional yang menangani hemoptisis masif.
Jika tergolong sebagai penderita hemoptisis masif, maka perawatan yang akan diperoleh adalah sebagai berikut:
- Pemasangan sebuah tabung ke dalam saluran pernapasan atau intubasi
- Pemasangan oksigen ekstra atau ventilasi
- Pembenahan posisi tubuh supaya paru-paru bisa membuat rendah kemungkinan pendarahan
Saat dokter ahli paru tengan menemukan titik pendarahan, maka mereka pastinya mengupayakan penghentiannya melalui:
- Es garam
- Obat-obatan pemersempit pembuluh darah (vasokonstriktor) contohnya vasopresin atau epinefrin
- Obat-obatan pendorong pembekuan darah atau koagulan contohnya asam traneksamat
- Manset kecil atau balon pemberi tekanan untuk area tersebut, tepatnya tamponade balon atau blokade bronkus
- Koagulasi plasma argon (APC)
- Terapi laser
- Embolisasi
- Krioterapi
Jika diperlukan, dokter akan menangani kondisi medis ini melalui pembedahan yang meliputi:
- Pengambilan 1 bagian atau lobus paru-paru
- Pengeluaran seluruh paru-paru
Ketika sebagai penderita hemoptisis masif sudah bebas dari kondisi darurat, maka dokter ahli paru bisa mengobati apa yang memicu batuk berdarah. Berikut adalah upaya pengobatan yang mungkin diberikan dokter:
- Antibiotik untuk sebab TBC atau pneumonia
- Radiasi atau kemoterapi untuk sebab kanker paru-paru
- Steroid untuk sebab peradangan
Apabila mempunyai darah yang tidak begitu banyak, karena batuk atau obat-obatan, maka transfusi darah hingga obat lain bisa dilakukan untuk menyuplai jumlah darah kembali.
- Hemoptisis Tidak Masif
Perawatan dasar biasanya diberikan untuk penderita batuk darah yang tidak mengancam jiwa. Apabila memiliki bronkitis, maka dokter hanya akan memberikan pengobatan berupa antibiotik dan obat batuk.
Nah, itu dia penjelasan seputar batuk berdarah atau hemoptisis khususnya tentang gejala, penyebab, dan pengobatan atau perawatannya. Jika Sahabat Kaef mengalami kondisi batuk berdarah segera konsultasi dengan dokter. Segera jadwalkan konsultasi melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Yuk, download aplikasi nya di Play Store atau Apps Store !
Sumber
https://www.nhs.uk/conditions/coughing-up-blood/
https://ciputrahospital.com/batuk-berdarah/
#DekatCepatSehat
