You are currently viewing Ester-C dan Vitamin C Biasa. Apakah Beda?

Ester-C dan Vitamin C Biasa. Apakah Beda?

Mengonsumsi vitamin saat ini sudah menjadi kebiasaan baru yang dilakukan oleh masyarakat. Berbagai jenis pilihan vitamin juga saat ini tersedia di pasaran, salah satu yang sering direkomendasikan adalah Vitamin C. Vitamin C dikenal memiliki manfaat sebagai antioksidan tinggi yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, Vitamin C dianggap lebih mudah ditemukan dan memiliki sedikit efek samping. Namun ternyata, karena sifatnya yang asam jika dikonsumsi dalam dosis tinggi tidak sedikit orang yang memiliki penyakit asam lambung mengalami efek sampingnya seperti sakit pada bagian perut hingga diare.

Dalam bentuk suplemennya, vitamin C disiapkan dalam berbagai jenis yang salah satunya adalah bentuk Ester-C. Vitamin C dalam bentuk Ester-C sudah dapat kita temukan di pasaran, tidak sedikit juga masih banyak orang yang bingung dengan perbedaan ester-c dan vitamin c.

Perbedaan Ester-C dan Vitamin C

Produk dengan kandungan Ester-C umumnya memiliki harga yang sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan vitamin C biasa atau asam askorbat. Selain itu, Ester-C merupakan produk pH netral yang memiliki komposisi berbeda dengan Vitamin C biasa yaitu asam askorbat. Komposisi utama dari produk Ester-C adalah kalsium askorbat dan bahan lain seperti senyawa yang dikenal sebagai metabolit vitamin C yaitu asam dehidroaskorbat dan kalsium treonat. Penelitian juga menunjukkan bahwa Ester-C dibandingkan dengan vitamin C menyebabkan efek epigastrium yang lebih sedikit secara signifikan pada peserta yang sensitif terhadap makanan asam dan Ester-C juga terbukti jauh lebih baik ditoleransi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ester-C lebih aman dikonsumsi bagi penderita asam lambung dibandingkan dengan vitamin C biasa.

Manfaat Vitamin C

Vitamin C membantu mengurangi risiko penyakit kronis

Vitamin C dikenal sebagai antioksidan kuat yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Antioksidan berperan aktif melindungi sel dari molekul berbahaya yang disebut radikal bebas. Penelitian menunjukkan, mengonsumsi lebih banyak Vitamin C dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam darah hingga 30% sehingga membantu pertahanan alami tubuh melawan peradangan.

Vitamin C membantu mengelola tekanan darah tinggi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dapat membantu menurunkan tekanan darah baik pada penderita maupun bukan penderita tekanan darah tinggi. Sebuah analisis dari 29 penelitian, menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C dapat membantu mengurangi tekanan darah sistolik sebesar 3,8 mmHg dan tekanan darah diastolik rata-rata 1,5 mmHg pada orang dewasa yang sehat. Sedangkan pada orang dewasa dengan tekanan darah tinggi, vitamin C membantu mengurangi tekanan darah sistolik sebesar 4,9 mmHg dan tekanan darah diastolik rata-rata sebesar 1,7 mmHg.

Vitamin C membantu mengurangi kadar asam urat dan mencegah serangan asam urat

Asam urat adalah produk limbah yang diproduksi oleh tubuh, pada tingkat tinggi mungkin mengkristal dan mengendap di sendi. Hasil analisis dari 13 penelitian menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C selama 30 hari secara signifikan membantu mengurangi kadar asam urat.

Vitamin C membantu meningkatkan kekebalan tubuh

Salah satu alasan utama mengonsumsi vitamin C adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dikarenakan, vitamin C membantu mendorong produksi sel darah putih yang membantu melindungi tubuh dari infeksi. Vitamin C juga membantu sel darah putih berfungsi lebih efektif sekaligus melindunginya dari kerusakan molekul yang berpotensi berbahaya, seperti radikal bebas. Selain itu penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin C dapat mempersingkat waktu penyembuhan luka.

Vitamin C membantu menjaga daya ingat

Demensia adalah istilah luas yang digunakan untuk menggambarkan gejala memburuknya daya ingat. Salah satu penyebab demensia adalah stres oksidatif, vitamin C dikenal sebagai antioksidan kuat. Sehingga mengonsumsi vitamin C terbukti dapat mengatasi gangguan daya ingat.

Dosis dan Efek Samping Vitamin C

Rekomendasi dosis harian vitamin C untuk orang dewasa berusia 19 tahun ke atas adalah 90 mg setiap hari untuk pria dan 75 mg per hari untuk wanita. Untuk kehamilan dan menyusui, jumlahnya ditingkatkan menjadi 85 mg dan 120 mg setiap hari. Sedangkan dosis harian maksimum vitamin C yang dapat dikonsumsi adalah 2000 mg per hari.

Efek samping yang mungkin terjadi apabila penggunaan vitamin C melebihi dosis yang direkomendasikan, antara lain gangguan pencernaan dan diare.

Dapat disimpulkan bahwa Ester-C merupakan produk salah satu produk turunan dari vitamin C yang memiliki komposisi utama berbeda dengan vitamin C biasa dan memiliki pH yang cenderung lebih netral sehingga lebih aman dikonsumsi bagi penderita asam lambung. Jadi Sahabat Kaef tidak perlu bingung lagi dalam menentukan vitamin C mana yang lebih aman untuk Sahabat Kaef konsumsi. Sahabat Kaef juga dapat membeli Vitamin C, kebutuhan kesehatan, tebus resep dan booking layanan kesehatan lebih mudah, caranya download aplikasi Kimia Farma Mobile melalui App Store atau Google Play.

Sumber: