You are currently viewing Eksim : Gejala, Penyebab & Pencegahannya

Eksim : Gejala, Penyebab & Pencegahannya

Eksim atau dermatitis adalah gangguan yang terjadi pada kulit. Saat menderita alergi ini, maka kulit terasa gatal, lalu muncul kemerahan dan ruam.

Sebenarnya dermatitis bukan sebuah penyakit menular. Penyebab secara spesifiknya pun tak dapat dipastikan. Namun, ada hal umum yang bisa diketahui dari dermatitis ini.

Ini Dia Gejala Eksim pada Orang Dewasa dan Bayi

Ada beberapa gejala penyakit kulit ini yang paling umum untuk diketahui. Gejala ini berbeda antara bayi, anak dan orang dewasa. Berikut perbedaannya:

  • Gejala Umum 
  1. Kulit terasa gatal, 
  2. Muncul luka yang terbuka dan berkerak,
  3. Kulit tiba-tiba memerah,
  4. Kulit kering seperti bersisik
  5. Muncul benjolan yang berisi air dan bisa pecah kapan saja, biasanya disertai pembengkakan.
  • Gejala Eksim pada Bayi
  1. Ruam muncul pada pipi dan kulit kepala,
  2. Kulit yang ruam membentuk seperti gelembung,
  3. Muncul rasa gatal dan membuat bayi rewel.
  • Gejala pada Anak
  1. Muncul ruam pada siku, lutut, leher, pergelangan tangan, kaki dan bokong,
  2. Kulit menebal yang menyebabkan gatal.
  • Gejala pada Orang Dewasa
  1. Ruam disertai sisik,
  2. Timbul di beberapa bagian tubuh seperti suku, lutut bahkan bisa seluruh tubuh,
  3. Kulit terasa sangat kering, terutama pada sekitar ruam,
  4. Gatal secara permanen,
  5. Bisa menyebabkan infeksi kulit.

Penyebab Eksim

Meski penyebabnya tidak pasti, namun ada beberapa faktor yang ditengarai membuat dermatitis muncul. 

  1. Bahan kimia yang tidak cocok dengan kulit, seperti sabun dan detergen;
  2. Bakteri dan jamur;
  3. Alergi terhadap beberapa hal. Seperti debu, makanan, bulu hewan hingga serbuk sari;
  4. Cuaca kering atau dingin;
  5. Terlalu lama mandi;
  6. Terlalu sering berkeringat;
  7. Sering menggaruk kulit;
  8. Bahan pakaian yang tidak cocok ke kulit, seperti kain sintetis atau wol;
  9. Stres atau terlalu banyak tekanan yang bisa memperburuk dermatitis,
  10. Hormon yang berubah, biasanya terjadi pada wanita saat hamil atau menstruasi.

Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Sebaiknya harus segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami eksim dengan tanda berikut:

  • Infeksi dan muncul demam, kemerahan yang disertai nanah dan luka lecet;
  • Kulit terasa sakit tak tertahankan;
  • Aktivitas terganggu hingga tak bisa tidur;
  • Perawatan sendiri tidak berhasil.

Diagnosis pada Eksim

Diagnosa hanya dilakukan oleh dokter. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan pada kulit, lalu adanya riwayat kesehatan tertentu.

Kemudian, dokter bisa melakukan test patch atau tes untuk melihat adanya alergi pada penderita. Setelah itu barulah diagnosa bisa dikeluarkan, dan pengobatan disarankan.

Pengobatan Dermatitis

Ada dua macam pengobatan yang biasanya disarankan oleh dokter. Namun hal ini tidak bisa secara serta merta menghilangkan eksim. Hanya saja peluang terjadinya bisa diredam, lalu mengurangi peradangan dan gatal.

  • Pengobatan Secara Medis

Dokter biasanya menggunakan beberapa obat dengan kandungan di bawah ini:

  1. Antihistamin

Pengobatan yang dilakukan untuk meredakan dermatitis yang disebabkan oleh alergi. Biasanya obat dalam bentuk oral atau diminum. Efek dari obat ini bisa menyebabkan mengantuk.

  1. Kortikosteroid Oles

Selanjutnya adalah penggunaan obat oles yang berguna untuk menekan ruam atau radang pada kulit. Obat oles ini hanya boleh diberikan pada daerah yang ruam atau meradang.

  1. Pelembab Kulit

Berikutnya adalah rekomendasi pelembab yang cocok untuk kulit dengan dermatitis. Nah, penggunaan pelembab ini sebaiknya sering dilakukan, supaya kulit tidak kering.

  • Pengobatan di Rumah

Selain dilakukan secara medis, maka bisa melakukan perawatan sendiri di rumah. Cara yang dilakukan sangat sederhana. Seperti:

  1. Mandi dengan Air Suhu Hangat

Mandilah dengan suhu air yang hangat untuk meredakan dermatitis. Kemudian gunakan sabun dengan bahan yang lembut, dan tidak mengandung zat berbahaya bagi kulit.

Selain itu, jangan terlalu lama mandi. Ideal mandi adalah 5 – 10 menit saja. Sebab, mandi dengan durasi lama bisa membuat kulit jadi lebih kering.

  1. Melapisi Kulit dengan Pelembab 

Pastikan jika kulit mendapatkan kelembaban yang tepat. Maka dari itu, maka harus mengoleskan pelembab setelah mandi secara rutin. Hal ini juga bisa dilakukan sesering mungkin.

Tapi sebelumnya, pilih pelembab yang cocok untuk kulit dan tak memicu eksim yang lebih parah. Maka bisa memilih pelembab dengan klaim hypoallergenic pada kemasannya

  1. Gunakan Pakaian dengan Bahan yang Lembut

Pemilihan pakaian juga penting selama pengobatan. Usahakan selalu menggunakan pakaian yang bahannya lembut seperti katun. Hindari penggunaan pakaian yang terasa kasar hingga menyebabkan iritasi di kulit.

Selain itu, disarankan menggunakan pakaian yang longgar. Sebab, pakaian yang ketat rawan bergesekan dengan kulit yang bisa membuat dermatitis lebih parah.

  1. Hindari Faktor Pemicu

Terakhir adalah menghindari penyebab dermatitis. Misalnya disebabkan oleh makanan, maka jangan mengkonsumsi selama pengobatan berlangsung. 

Apabila belum mengetahui penyebab dermatitis, maka bisa melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan. Supaya faktor ini bisa dihindari.

  • Pengobatan untuk Bayi

Sebenarnya pengobatan yang dilakukan hampir sama dengan orang dewasa. Namun pada bayi, pastikan memberi ASI eksklusif hingga tiga bulan pertama kelahiran, atau sampai 2 tahun lebih baik.

Selain itu, orang tua harus mengetahui alergennya. Apakah karena bulu hewan, jamur atau penyebab lain. Kemudian hindari bayi bertemu dengan faktor pemicu dermatitis.

Pencegahan Eksim

Pencegahan yang bisa dilakukan oleh penderita dermatitis sebenarnya hampir sama dengan pengobatan. Berikut rincian lengkapnya

  1. Pastikan Kulit Selalu Lembab

Sahabat Kaef harus memastikan kulit selalu lembab. Tapi bukan berarti membiarkan kulit berkeringat terlalu lama.

Apabila kulit terasa kering, maka segera oleskan lotion. Namun jika mendapati keringat berlebih pada badan, maka segera lap dengan kain yang lembut.

  1. Gunakan Sabun dengan Kandungan yang Lembut

Penggunaan sabun juga penting untuk mencegah dermatitis. Mulai dari sabun wajah, mandi, cuci tangan, cuci piring hingga baju.

Apabila sudah cocok dengan sabun tersebut, maka jangan sering mengganti. Khawatir jika diganti, malah memicu dermatitis.

  1. Gunakan Pelindung Saat Menyentuh Bahan Kimia

Bahan kimia yang dimaksud di sini bisa sabun atau deterjen. Misalnya saja saat mencuci piring atau pakaian. Sebaiknya menggunakan sarung tangan. 

Pelindung digunakan sebagai upaya meminimalisir kulit bersentuhan dengan bahan kimia yang keras. Lalu juga mencegah adanya iritasi pada kulit.

  1. Menghindari stress

Meski dalam keadaan yang susah atau banyak beban kerja, sebaiknya disikapi dengan positif. Supaya tidak stress dan terjauh dari penyakit-penyakit atau gangguan hormonal.

  1. Hindari Pemicu Alergi

Jaga kulit supaya tidak alergi dengan menghindari alergen. Apabila alergi debu, maka hindari tempat yang udaranya tidak baik. Atau apabila alergi makanan, maka jangan sekali-kali mengkonsumsi makanan tersebut. Supaya dermatitis tidak kambuh.

Pada dasarnya, dermatitis ini bukan penyakit yang sangat berbahaya. Untuk itu, lakukan perawatan untuk mencegah dan mengobati eksim secara rutin. Namun apabila menunjukkan gejala yang tidak biasa, atau dermatitis semakin memburuk, sebaiknya segera ke dokter. Supaya lebih mudah dan praktis, Sahabat Kaef bisa membuat janji melalui aplikasi Kimia Farma Mobile di klinik terdekat. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download Kimia Farma Mobile sekarang juga!

Sumber

https://www.healthline.com/health/skin/eczema

https://www.nhs.uk/conditions/atopic-eczema/complications/

https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/eczema/complications-eczema

#DekatCepatSehat