Menggoreng adalah salah satu cara yang paling mudah dalam mengolah makanan. Selain itu, kebanyakan masakan juga diolah dengan cara tersebut. Namun tahukah, bahwa mengonsumsi makanan berminyak ternyata tidak baik untuk kesehatan? Pada dasarnya mengonsumsi makanan berminyak boleh-boleh saja asalkan tidak berlebihan.
Bahaya Mengkonsumsi Makananan Berminyak
Bukan tanpa alasan kenapa ahli kesehatan menyarankan setiap orang untuk tidak mengonsumsi makanan berminyak. Berikut sudah kami rangkum apa saja alasan-alasannya yang merupakan berbagai gangguan kesehatan yang berbahaya:
- Munculnya Jerawat di Wajah
Makanan yang mengandung banyak minyak ternyata juga dapat mempengaruhi kondisi kulit wajah. Terlalu sering mengonsumsi jenis makanan seperti ini akan memicu tumbuhnya jerawat meskipun efeknya tidak langsung dirasakan.
Hal ini dikarenakan adanya gangguan hormon yang dapat merangsang kerja kelenjar minyak pada kulit. Alhasil minyak tersebut dapat menutup pori sehingga menyebabkan timbulnya jerawat pada kulit wajah.
Di sisi lain, jika makanan berminyak yang dikonsumsi juga mengandung gula, maka dapat memperparah peradangan. Jika sudah demikian, maka jerawat pun menjadi sulit untuk diatasi dan bahkan bisa menjadi lebih parah.
- Menghilangkan Bakteri Baik di Dalam Usus
Di dalam tubuh manusia terdapat dua jenis bakteri yaitu bakteri jahat dan bakteri yang baik. Makanan minyak berlebihan ternyata bisa memengaruhi keseimbangan bakteri yang ada di dalam usus.
Bakteri baik memiliki tugas penting di dalam tubuh yaitu dapat menjaga imunitas dan fungsi lainnya. Jika sering mengonsumsi makanan yang berminyak, maka bakteri baik akan semakin berkurang sementara bakteri jahat akan lebih banyak.
Adanya perubahan pada jumlah bakteri tersebut bisa mempengaruhi kekebalan tubuh. Selain itu juga dapat mempengaruhi kesehatan pencernaan, jantung, dan gangguan kesehatan lainnya.
- Munculnya Gangguan Pencernaan
Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, bahaya makanan minyak berlebihan bisa mempengaruhi pada kesehatan pencernaan. Makanan yang mengandung minyak berlebih akan menekan sistem pencernaan, karena proses mencerna lemak lebih lama dibandingkan zat gizi yang lain.
Lemak dari makanan berminyak akan bertahan lebih lama di dalam perut. Alhasil sistem pencernaan pun menjadi lebih berat saat memecah makanan yang berasal dari makanan dengan kandungan minyak berlebih.
Jika semakin parah maka bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius. Beberapa di antaranya seperti penyakit sistem pencernaan parah seperti IBS (Sindrom Iritasi Usus), muntaber, dan lainnya.
- Meningkatnya Risiko Obesitas
Mengonsumsi makanan dengan minyak yang berlebihan dapat meningkatkan potensi obesitas. Pasalnya makanan yang mengandung minyak berlebih adalah salah satu makanan yang tinggi akan kandungan lemak jahat.
Makanan yang mengandung minyak berlebih juga memiliki kandungan kalori yang lebih besar. Contohnya, 1 gram lemak bisa menyumbangkan sekitar 9 kalori pada tubuh.
Terlalu banyak mengonsumsi makanan berminyak juga dapat mempengaruhi asupan kalori. Semakin banyak makanan berminyak yang dikonsumsi, maka asupan kalori harian pun menjadi lebih besar.
Asupan makanan minyak berlebihan yang tidak diiringi dengan gaya hidup sehat dan pola makan yang tepat bisa meningkatkan risiko obesitas. Selain itu juga bisa menimbulkan penyakit jantung, diabetes, dan lainnya.
- Meningkatkan Risiko Penyakit Kanker
Terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak bisa berdampak lebih buruk. Jika dikonsumsi secara terus menerus maka dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit kanker. Contohnya seperti kanker usus besar, kanker paru dan kanker payudara.
Hingga saat ini para peneliti masih terus melakukan riset lebih mendalam terkait bahaya dari mengonsumsi makanan ini dan relevansinya dengan penyakit kanker. Bahkan National Cancer Institute AS menyarankan agar setiap orang membatasi makanan tersebut.
Di sisi lain, setiap orang juga disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans. Sebagai solusi, alangkah baiknya memilih makanan sehat yang mengandung lemak yang berasal dari ikan, alpukat, dan berbagai makanan alami lainnya.
- Meningkatkan Risiko Penyakit Diabetes dan Jantung
Mengonsumsi makanan minyak berlebihan juga dapat meningkatkan penyakit yang kronis. Salah satu yang paling umum terjadi yaitu penyakit diabetes dan juga jantung. Bahkan hal ini sudah terbukti melalui penelitian yang pernah dilakukan di Harvard School of Public Health.
Selama 25 tahun, Harvard School of Public Health melakukan riset kepada 100.000 orang pria maupun wanita. Penelitian yang cukup panjang untuk membuktikan betapa berbahayanya makanan tersebut.
Hasil dari penelitian tersebut sangat mengejutkan. Orang yang mengonsumsi makanan berminyak sekitar 4 hingga 6 kali seminggu berisiko 39% menderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsinya.
Selain itu, 23% menurut penelitian bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsinya.
Penelitian tersebut juga menunjukkan orang-orang yang makan gorengan 7 kali selama satu minggu berisiko semakin tinggi. Risiko yang mengintai mereka yaitu 55% peningkatan penyakit diabetes dibandingkan dengan yang tidak memakannya.
- Tidak Bagus untuk Fungsi Otak
Makanan berlemak atau mengandung minyak berlebih juga dapat mengganggu fungsi otak. Hal ini bahkan sudah ditunjukkan dengan beberapa penelitian yang juga berkaitan dengan gangguan metabolisme, tekanan darah dan juga kenaikan berat badan.
Ternyata semua faktor-faktor yang kami sebutkan di atas berkaitan juga dengan gangguan pada jaringan, struktur maupun aktivitas organ. Hal tersebut bahkan ditunjukkan oleh penelitian, lebih tepatnya pada studi Journal of Nutritional Science.
Penelitian pada studi tersebut menunjukkan bahwa adanya penurunan dalam kemampuan belajar maupun mengingat. Itulah yang menjadi alasan kenapa makanan berminyak dapat mempengaruhi fungsi otak setiap orang.
Akan tetapi, efek ini tidak langsung muncul begitu saja. Artinya, efek yang menyebabkan gangguan fungsi otak ini bisa terjadi dalam jangka waktu yang lama. Adapun jenis-jenis makanannya seperti kentang goreng, fast food, pizza, dan sejenisnya.
- Memicu Stroke
Mengonsumsi makanan minyak berlebihan juga dapat memicu meningkatnya kadar kolesterol dan berefek buruk pada kesehatan jantung. Jika sering mengonsumsinya maka akan memicu stroke. Selain itu, makanan berminyak juga dapat menurunkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.
Obesitas juga berkaitan dengan penyakit stroke karena timbunan lemak di dalam tubuh bisa menghalangi aliran darah. Kondisi ini tidak hanya dapat menyebabkan penyakit jantung saja, tapi juga menyebabkan meningkatnya potensi stroke.
- Meningkatkan Potensi Masalah Pernapasan
Kalori yang berlebihan akibat makanan berminyak bisa meningkatkan kenaikan berat badan hingga obesitas. Jika sudah demikian, maka risiko masalah pernapasan pun akan mengintai, termasuk sesak napas hingga asma.
Obesitas akan memberi tekanan pada jantung dan juga paru-paru. Hal inilah yang memicu orang yang obesitas mengalami kesulitan bernapas ketika berjalan maupun beraktivitas lainnya.
Bahkan kondisi ini juga mengancam anak-anak yang mengalami obesitas karena makanan yang mengandung minyak berlebihan. Maka dari itu kurangilah konsumsi makanan tersebut untuk menjaga kesehatan tubuh termasuk mencegah masalah pernapasan.
Makanan minyak berlebihan bisa berakibat buruk pada kesehatan, terutama jika tidak dibatasi. Maka dari itu, batasi sejak dini kemudian dikombinasikan dengan makanan-makanan yang sehat dan menyehatkan.
Sumber
https://www.healthline.com/nutrition/why-fried-foods-are-bad
