You are currently viewing Waspadai Berbagai Dampak Kurang Tidur yang Buruk untuk Kesehatan

Waspadai Berbagai Dampak Kurang Tidur yang Buruk untuk Kesehatan

Setelah seharian penuh menjalankan aktivitas, tentunya hal yang diingkan adalah  mengistirahatkan tubuh. Tidur adalah kesempatan baik untuk memulihkan kembali tenaga. Karenanya, kurang tidur dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan.

Kekurangan waktu tidur dapat berdampak bagi kesehatan mental dan fisik seseorang. Penyakit dapat mudah menyerang tubuh dan produktivitas berkurang jika membiarkan hal tersebut berlarut-larut. Untuk itu, penting mengetahui cara mengatasinya agar dapat meminimalisir kedua hal tersebut.

Artikel ini akan menjelaskan mengenai penyebab, dampak apa saja yang terjadi, dan cara mengatasi kekurangan tidur. Sahabat Kaef dapat melihat lebih detail dalam penjelasan berikut ini.

Penyebab Terjadinya Kurang Tidur

Kebutuhan tidur harus terpenuhi dengan mengusahakan waktu tidur di antara 7-8 jam. Ini tentunya harus dilakukan secara teratur untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat karena tidur dapat membuat otak dan organ lain berfungsi dengan semestinya. Kekurangan tidur dapat disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini. 

  • Minum Kopi. Kafein dapat membuat mata terjaga di malam hari lebih lama bahkan ketika meminumnya di siang hari.
  • Mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol.
  • Kekurangan rasa nyaman pada tempat  tidur.
  • Terlalu banyak merasa senang.
  • Melakukan olahraga secara berlebihan.
  • Terlanjur memiliki kebiasaan suka begadang.
  • Sering buang air kecil.
  • Penderita penyakit atau kondisi medis tertentu juga dapat mempengaruhi kekurangan tidur.

Seperti yang telah dijelaskan, gangguan pada kondisi medis dapat membuat orang mengalami kesulitan untuk tidur yang pada akhirnya mengakibatkan kekurangan tidur. Beberapa kondisi di bawah ini dapat memicu kesulitan tidur tersebut.

  • Restless Legs Syndrome

Penderita restless legs syndrome akan sering menggoyangkan kaki sebagai akibat dari yang rasa pegal dan kesemutan yang dialami. Hal yang tidak nyaman ini dapat memicu kurang tidur karena terjadinya kesulitan untuk beristirahat di malam hari.

  • Delayed Sleep Phase

Seseorang bisa saja memilih mengerjakan tugas atau kegiatan lainnya di malam hari dengan dalih agar dapat lebih berkonsentrasi. Adanya kebiasaan ini kemudian membuat orang tersebut memindahkan jam tidur yang seharusnya hal ini umumnya disebut dengan delayed sleep phase sindrom,

Sindrom ini dapat membuat seseorang kurang produktif di pagi hari karena kekurangan jam tidur yang mengakibatkan susah bangun pagi dan badan terasa sangat lelah.

  • Sleep Apnea

Dengkuran yang terjadi pada saat tidur ternyata dapat disebabkan oleh sleep apnea atau keadaan dimana terjadi penyumbatan pada bagian atas saluran pernapasan. Hal  ini dapat mempersulit seseorang untuk tidur dan pada akhirnya akan berdampak pada pengurangan jam tidur.

Dampak Kurang Tidur Bagi Kesehatan

Berikut ini gangguan kesehatan yang mungkin terjadi jika kamu mengalami kekurangan tidur dalam waktu yang cukup lama:

  • Mudah lupa 

Lupa adalah hal wajar yang terjadi pada manusia. Namun, jika terlalu sering mengalaminya mungkin harus memperbaiki jam tidur ada karena mudah lupa dapat disebabkan oleh kekurangan tidur.

  • Kurang Konsentrasi

Selain mudah lupa, sulit berkonsentrasi juga dapat disebabkan oleh kekurangan tidur. Ini tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan sulit untuk menangkap pelajaran atau pekerjaan dengan baik.

  • Sulit Mengontrol Emosi

Jangan menyuruh orang yang kekurangan tidur untuk mengambil keputusan pada suatu permasalahan. Hal ini dikarenakan orang yang mengalami kurang tidur cenderung membuat penderitanya gampang marah, tidak sabaran dan mood mudah berubah-ubah.

  • Rentan Terkena Penyakit Kardiovaskular

Kesehatan jantung dan pembuluh darah dapat ditingkatkan dengan memiliki jam tidur normal. Karenanya, kekurangan tidur dapat meningkatkan risiko terserangnya penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung pada tubuh.

  • Terjadi Obesitas dan Diabetes

Dampak kurang tidur bagi kesehatan dapat memicu terjadinya penambahan berat badan. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal.

Pertama, kekurangan tidur dapat mengurangi produktivitas hormon leptin dimana rasa kenyang dapat dikirim oleh hormon ini. Sebaliknya, ghrelin atau hormon untuk menstimulasi nafsu makan dapat meningkat. Oleh karena itu, kekurangan tidur dapat memancing orang untuk makan dengan porsi yang besar.

Rasa lelah yang berlebihan juga dapat menghampiri seseorang yang tidur kurang dari waktu yang ditentukan. Hal ini dapat meningkatkan rasa malas untuk bergerak dimana obesitas itu sendiri dapat terjadi karena kurangnya bergerak. 

Selanjutnya, kekurangan tidur dikaitkan juga dengan penyakit diabetes karena jumlah insulin yang bertugas sebagai pengendali kadar gula hanya sedikit dikeluarkan. 

  • Mempengaruhi Sistem Pernapasan

Seperti yang telah dijelaskan, kekurangan tidur dapat disebabkan oleh sleep apnea dimana  kondisi ini membuat flu dan pilek dapat dengan mudah menyerang.

Selain itu, para penderita penyakit sistem pernapasan misalnya penyakit paru-paru kronis sebaiknya harus menjaga betul jam tidurnya karena kekurangan tidur dapat memperparah kondisi tersebut. Dikarenakan dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dan memunculkan keluhan sesak napas di malam hari.

  • Melemahkan Sistem Imun

Tidur berperan dalam memproduksi antibodi dan sitokin yang didapatkan dari sistem kekebalan tubuh. Kedua zat ini ditugaskan untuk melawan virus dan bakteri yang menyebabkan gangguan pada kesehatan. Karenanya, sistem kekebalan dapat melemah ketika  mengalami kurang tidur.

Sistem kekebalan yang kurang berfungsi dengan baik tentunya dapat membuat penyakit mudah menginfeksi tubuh, terjadi peningkatan resiko terkenanya penyakit jantung dan diabetes. Serta memperlambat proses penyembuhan.

  • Membuat Gairah Seks Berkurang

Orang yang tidak memiliki tidur yang cukup biasanya dapat membuat seseorang berkurang minatnya dalam melakukan hubungan intim. Selain itu, kekurangan tidur yang terjadi terus menerus dapat mengurangi produksi hormon reproduksi.

Cara Mengatasi Kurang Tidur

Ternyata dampak dari kekurangan tidur cukup banyak. Karenanya, beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi kesulitan tidur.

  • Antara orang dewasa dan anak-anak memiliki kebutuhan jam tidur yang berbeda-beda. Anak-anak harus tidur paling tidak 10 sampai 13 jam sedangkan orang dewasa harus tidur paling tidak 7-8 jam. Pastikan diri sendiri & orang terdekat selalu mematuhi aturan jumlah jam tidur tersebut.
  • Kurangi waktu tidur di siang hari, Jika sangat mengantuk, usahakan tidur siang tidak melebihi dari 30 menit.
  • Hindari untuk mengonsumsi kopi. Jika terpaksa untuk meminum kopi, pilihlah kopi yang tidak mengandung kafein.
  • Jangan biarkan minuman beralkohol masuk ke dalam tubuh.
  • Jika tidak perlu, usahakan untuk tidak begadang.
  • Batasi penggunaan gadget ketika menuju waktu tidur.  
  • Beberapa jam sebelum tidur maka harus mengupayakan untuk tidak mengonsumsi makanan berat.
  • Lakukan olahraga secara teratur di siang hari.
  • Sahabat Kaef bisa mencoba untuk bermeditasi, membaca buku atau mandi sebelum tidur.

Jika gejala kurang tidur tidak membaik, semakin parah atau menimbulkan gejala penyakit, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dan konsultasi ke dokter pada klinik terdekat. Sahabat Kaef pun bisa buat janji dengan klinik  untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Caranya download aplikasi Kimia Farma Mobile melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Sumber

https://www.healthline.com/health/sleep-deprivation/effects-on-body

https://primayahospital.com/umum/efek-samping-kurang-tidur-untuk-tubuh/

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220120071535-255-748863/7-efek-kurang-tidur-yang-buruk-untuk-kesehatan