You are currently viewing Kanker Payudara : Penyebab , Gejala & Cara Mengobatinya

Kanker Payudara : Penyebab , Gejala & Cara Mengobatinya

Kanker payudara menjadi momok menakutkan bagi kaum hawa. Sekitar 1 di antara 8 wanita, didiagnosis sebagai penderita penyakit ini selama mereka hidup. Bila terdeteksi sejak awal, akan ada peluang untuk sembuh. 

Untuk itulah, penting bagi para wanita untuk selalu memeriksa keadaan payudara secara mandiri. Kemudian, infokan setiap perubahan kepada dokter. Sahabat Kaef juga perlu mengetahui tentang penyebab, gejala, serta cara mengobati kanker payudara

Kenali Penyebab Dari Kanker Payudara Sejak Dini 

Kanker ini merupakan sebuah penyakit dimana sel-sel yang ada di payudara mulai berkembang di luar kontrol. Jenis dari penyakit ini ada banyak, tergantung dari sel-sel mana yang sudah berkembang menjadi kanker. 

Payudara memiliki 3 bagian utama yaitu: 

  • Lobulus berperan sebagai kelenjar yang memproduksi susu. 
  • Saluran berperan sebagai tabung yang akan membawa susu ke bagian puting. 
  • Jaringan ikat yang memiliki dua bagian yaitu fibrosa dan lemak akan bekerja untuk menyatukan semuanya. 

Nah, sebagian besar breast cancer akan dimulai dari lobulus maupun saluran. Kemudian, bisa menjalar ke bagian jaringan ikat. 

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa saja yang bisa menjadi penyebab kanker payudara. Namun, ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Di antaranya: 

  • Faktor usia dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.. Pasalnya, banyak penderita kanker ini sudah berusia di atas 50 tahun. 
  • Ada anggota keluarga yang memiliki riwayat terkena breast cancer
  • Sudah pernah didiagnosis sebelumnya.
  • Terdapat benjolan non-kanker (jinak) di bagian payudara sebelumnya.
  • Mengalami obesitas atau kelebihan bobot badan.
  • Mengkonsumsi minum beralkohol.

Turunan dari Keluarga

Dokter memperkirakan, terdapat sekitar 5% – 10% penyakit kanker payudara berhubungan dengan mutasi gen yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam sebuah keluarga.

Ada penyakit breast cancer yang paling terkenal dari hasil mutasi gen yaitu BRCA1 dan BRCA2. Keduanya secara signifikan dapat meningkatkan risiko munculnya kanker pada payudara maupun ovarium. 

Bila ada salah satu keluarga yang mempunyai riwayat pernah didiagnosis sebagai penderita kanker-payudara atau penyakit kanker lainnya, kemungkinan besar dokter akan langsung merekomendasikan untuk menjalani tes darah. Hal ini agar membantu tim medis dalam mengidentifikasi mutasi spesifik pada BRCA. 

Deteksi Gejala Kanker Payudara

Agar bisa waspada, Sahabat Kaef juga perlu mengetahui gejalanya sedini mungkin. Tanda dan gejala yang perlu diwaspadai anatar lain :

  • Terdapat benjolan di bagian payudara yang berbeda dari sel-sel jaringan sekitarnya.
  • Payudara mengalami perubahan pada ukuran, tampilan, maupun bentuk. 
  • Kulit yang ada di atas payudara mengalami perubahan, mirip lesung pipit.
  • Puting yang baru terbalik.
  • Kulit yang ada di sekitar areola atau puting mengalami pengelupasan, pengerasan, atau penskalaan. 
  • Muncul ruam di sekitar area puting yang berwarna kemerahan dan timbul rasa sakit ketika disentuh. 
  • Gejala kanker payudara terakhir adalah salah satu puting mengeluarkan cairan hingga darah. 

Cara untuk Mengobati Kanker Payudara

Bila kanker terdeteksi lebih awal, peluang untuk sembuh atau dapat diobati akan semakin besar, sebab jaringan kankernya belum menyebar ke seluruh bagian payudara. Ada beberapa metode yang bisa dipakai untuk menyembuhkan kanker payudara

Hal ini bergantung pada jenis dan tingkat penyebarannya. Umumnya, penderita yang didiagnosa terkena breast cancer, akan melakukan pengobatan gabungan. Di antaranya: 

  • Operasi ditujukan untuk memutus jaringan kanker. Namun, biasanya dokter akan memutuskan operasi apa yang harus dilakukan setelah mengetahui jenis kanker yang tumbuh di payudara. 
  • Kemoterapi memakai obat-obatan khusus dengan tujuan agar bisa mengecilkan atau bahkan membunuh sel kanker. Obat-obatan yang digunakan bisa berupa pil yang harus dikonsumsi setiap hari, atau obat yang langsung dimasukkan ke dalam sel pembuluh darah. Namun, tidak sedikit yang mendapatkan dua jenis obat-obatan. 
  • Terapi hormonal untuk menghalangi jaringan kanker untuk memperoleh hormon yang dibutuhkan agar bisa berkembang dan menyebar ke seluruh bagian payudara.
  • Terapi biologis untuk meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh sehingga dapat membantu dalam proses melawan jaringan kanker yang berusaha menyebar. Bisa juga untuk mengendalikan efek samping yang diperoleh dari pengobatan lainnya seperti kemoterapi atau operasi. 
  • Terapi radiasi memakai sinar berenergi tinggi yang hampir serupa dengan sinar-X dengan tujuan untuk mematikan sel kanker.

Pada sebagian kasus, kanker payudara baru ditemukan setelah menyebar ke jaringan-jaringan di payudara. Biasanya ini dinamakan sebagai kanker metastatik atau stadium lanjut. Umumnya, jika sudah di tahap ini, peluang untuk bisa sembuh akan semakin kecil. Maka, pengobatan yang dilakukan lebih ditujukan agar bisa meredakan gejala-gejala yang muncul. 

Pengobatan Secara Komplementer dan Alternatif

Metode pengobatan ini merupakan metode pengobatan yang menggunakan obat maupun praktik kesehatan di luar standar pengobatan penyakit kanker payudara. Pengobatan ini bisa berupa yoga secara rutin untuk merileksasikan tubuh, meditasi untuk menenangkan pikiran, serta mengkonsumsi vitamin maupun herbal. 

Ada banyak macam dari pengobatan komplementer dan alternatif yang belum teruji secara ilmiah dan mungkin tidak aman. Maka, komunikasikan dengan dokter secara langsung tentang risiko maupun manfaat yang diperoleh sebelum memulai pengobatan metode ini. 

Perawatan Mana Saja yang Tepat?

Ketika dinyatakan sebagai salah satu penderita kanker lantaran ada jaringan yang menyebar di luar kendali di bagian payudara, terkejut dan sedih sudah pasti akan dirasakan. Namun, selanjutnya pasti akan diminta memilih pengobatan yang perlu dilakukan. 

Dalam tahap ini, dokter akan melakukan pengecekan lab dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui jenisnya dan melihat seberapa parah penyebarannya. Selanjutnya, dokter akan memberikan rekomendasi perawatan yang memungkinkan untuk mematikan sel-sel kanker tersebut dan membuat sembuh. 

Dokter juga pasti akan menjelaskan mengenai risiko serta manfaat dari setiap jenis perawatan yang dilakukan. Tidak lupa mengenai efek samping yang akan muncul setelah melakukan pengobatan. 

Efek samping adalah hal yang wajar, dimana tubuh akan bereaksi terhadap perawatan maupun obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh. Ini adalah bentuk perlindungan tubuh untuk melawan hal-hal yang dirasa asing dan berusaha menerobos masuk. 

Selain itu, juga bisa melakukan pemeriksaan di lebih dari satu dokter. Hal ini terkadang perlu dilakukan agar lebih merasa yakin dengan hasil tes yang diperoleh pertama kali. Mendapatkan pemeriksaan lanjutan dari beberapa dokter akan membantu pula dalam menentukan perawatan yang tepat untuk nantinya. 

Nah, itulah hal-hal yang perlu diketahui tentang penyakit kanker payudara. Jika mengalami benjolan, pembengkakan, atau perubahan pada payudara, yang sebelumnya tidak pernah ditemukan, segera periksakan diri ke dokter spesialis onkologi untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, Sahabat Kaef bisa langsung buat janji di klinik pilihan melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Yuk, download Kimia Farma Mobile sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Sumber

https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/about/what-is-breast-cancer.html

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/symptoms-causes/syc-20352470

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-kanker-dan-kelainan-darah/page/7/apa-penyebab-kanker-payudara

https://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel-kesehatan/kanker-payudara-2

#DekatCepatSehat