Selain memperhatikan dosis, waktu minum obat sebelum atau sesudah makan merupakan hal yang tidak boleh disepelekan pula. Karena, hal itu dapat mempengaruhi performa obat dalam memerangi gangguan maupun penyakit dalam tubuh. Oleh karena itu, Sahabat Kaef harus mengetahui efek makanan, sifat obat, dan sejumlah contoh hubungan antara sifat obat dan waktu meminumnya.
Makanan Mampu Memicu Perubahan Dalam Tubuh
Pertama, penting untuk dipahami bahwa makanan mampu memicu perubahan di dalam tubuh. Beberapa contoh perubahan tersebut yakni seperti suplai darah dalam usus, peningkatan empedu, serta tingkat keasaman.
Berubahnya kebiasaan makanan dapat menentukan penyerapan obat. Maka demikian, makanan serta minuman yang dikonsumsi mempengaruhi pengobatan serta respon tubuh pada obat tersebut.
Sifat Dasar Obat-Obatan Oral
Obat merupakan bahan kimia yang berfungsi sebagai pengobatan atau pencegahan penyakit. Sejumlah gangguan kesehatan tertentu pun bisa dikendalikan melalui obat-obatan.
Obat-obatan sendiri umumnya diklasifikasikan menurut cara memasukkannya dalam tubuh. Entah itu melalui oral, aplikasi lokal, injeksi, diberikan dalam lubang pada tubuh, atau dihirup. Nah, untuk obat yang diikuti anjuran sebelum atau sesudah makan adalah obat oral.
Berikut merupakan berbagai jenis kategori dalam obat oral:
- Tablet = Terdiri atas beragam bentuk.
- Pil = Berbentuk bulat.
- Kapsul = Terdiri atas body dan cap.
- Kapsul gelatin lunak (softgel) = Terdiri atas cangkang lonjong berisikan cairan.
- Sirup = Berbentuk cair.
- Bubuk atau butiran = Bubuk, butiran, atau kristal.
Obat-obatan tersebut sudah pasti dapat dikonsumsi sesudah atau sebelum makan.
Makanan Mempengaruhi Beda Waktu Minum Obat
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, minum obat baik sesudah maupun sebelum makan dapat menentukan performanya dalam tubuh. Beberapa di bawah ini merupakan sejumlah pengaruh makanan pada khasiat atau penyerapan obat:
- Makanan Dapat Merangsang Peningkatan Asam Lambung
Sesudah makan, perut mampu memproduksi asam yang berguna untuk melancarkan pencernaan makanan. Nah, asam sendiri dapat mempengaruhi penyerapan kandungan obat yang dilakukan oleh tubuh.
Sejumlah obat tertentu contohnya eritromisin, isoniazid, serta azitromisin bisa mengalami penurunan kinerja jika terkena suatu kondisi asam. Lingkungan asam dapat menyebabkan obat-obatan tersebut terdegradasi.
Dengan begitu, penyerapan obat dapat berkurang, lalu tubuh memperolehnya dengan jumlah lebih sedikit. Ketiga obat tersebut menjadi kurang efektif. Jadi, waktu minum obat yang cocok untuk ketiga obat tersebut yakni sebelum makan.
Namun, terdapat pula obat-obatan yang memerlukan lingkungan asam untuk bekerja optimal. Contoh obat-obatan yang harus dikonsumsi saat perut dalam keadaan tidak kosong atau sesudah makan ialah seperti itraconazole dan ketoconazole.
- Makanan Mampu Menghilangkan Bahan Aktif Obat Lewat Proses Khelasi
Sejumlah makanan mempunyai kandungan mineral, contohnya besi dan kalsium. Kandungan ini tentu dapat diperoleh sesudah makan. Nah, sejumlah obat seperti ciprofloxacin dan bifosfonat dapat bereaksi dan mengikat diri dengan mineral.
Proses tersebut dijuluki sebagai khelasi serta dapat mempengaruhi penyerapan obat-obatan tersebut. Mengetahui hal ini, maka sejumlah obat tersebut wajib dikonsumsi sebelum makan.
- Makanan Mempengaruhi Sekresi Empedu yang Mampu Meningkatkan Penyerapan Obat
Ada atau tidaknya sekresi empedu dapat mempengaruhi kinerja obat-obatan. Nah, setelah makan, empedu mengeluarkan sekresinya, lalu sejumlah obat tertentu dapat terserap dengan baik.
Penyerapan obat tertentu yang dipengaruhi oleh sekresi empedu contohnya seperti carbamazepine, tacrolimus, serta griseofulvin. Dengan demikian, contoh tersebut cocok untuk dikonsumsi sesudah makan.
Sekresi empedu meningkatkan penyerapan obat-obatan tertentu seperti tacrolimus, carbamazepine dan griseofulvin, sehingga waktu minum obat yang direkomendasikan untuk konsumsi obat tersebut yakni setelah makan.
- Makanan Mempengaruhi Kecepatan Proses Pengosongan Lambung dan Penyerapan Obat
Makanan mengandung lemak dapat menurunkan kecepatan proses pengosongan lambung. Penurunan tersebut dapat menurunkan kecepatan penyerapan obat.
- Makanan Serat Tinggi Mempengaruhi Adsorpsi Fisik
Sejumlah obat tertentu contohnya digoxin mudah terserap oleh tubuh lewat adanya makanan tinggi serat. Maka, obat ini tidak diizinkan untuk dikonsumsi dengan makanan mengandung serat tinggi. Sebab dapat menimbulkan efek samping.
- Makanan Dapat Memberi Efek Pada Sistem Saraf Pusat
Makanan maupun minuman beralkohol dapat menimbulkan depresi dalam sistem saraf pusat. Sejumlah obat tertentu contohnya hydroxyzine, chlorpheniramine, dexchlorpheniramine, dan triprolidine mampu memicu rasa kantuk.
Dengan demikian, obat-obatan tersebut dilarang untuk dikonsumsi bersama makanan maupun minuman mengandung alkohol. Sebab, alkohol dapat mempotensiasi efek dari obat-obatan.
Sifat Obat Memengaruhi Beda Waktu Minum Obat
Sifat obat mampu memberi pengaruh pada penyortiran apakah obat tersebut cocok dikonsumsi sebelum atau setelah makan:
- Sifat Obat yang Menyebabkan Mual dan Muntah
Sejumlah obat contohnya allopurinol, bromocriptine, serta kombinasi antara levodopa dan benserazide bisa membuat mual dan muntah. Jadi, waktu minum obat tersebut yakni ketika sesudah makan demi mengurangi efek samping.
- Sifat Obat yang Menyebabkan Iritasi, Masalah Pencernaan, dan Tukak Lambung
Obat-obatan yang bersifat seperti ini dapat membuat lambung iritasi. Maka, mereka wajib dikonsumsi sesudah makan. Contoh diantaranya yakni: asam asetilsalisilat, diklofenak, ibuprofen, prednisolon, dan deksametason.
- Sejumlah Obat Khusus Refluks Asam Lambung dan Masalah Pencernaan
Antasida merupakan obat pereda refluks asam lambung serta masalah pencernaan yang disebabkan keluarnya asam lambung sesudah makanan masuk ke lambung. Jadi, waktu minum obat yang baik untuk antasida adalah sesudah makan.
- Sejumlah Obat yang Kurang Efektif Apabila Dikonsumsi Sebelum Makanan
Terdapat obat yang berfungsi untuk mengatasi sariawan, contohnya sirup nystatin serta gel miconazole yang wajib dikonsumsi sesudah makan. Sebab, makanan dapat menghilangkan obat yang mana akan mengurangi khasiatnya.
- Sejumlah Obat yang Efektif Apabila Dikonsumsi Setelah Makan
Terdapat sejumlah obat contohnya saquinavir, ritonavir, dan nelfinavir yang lebih mudah terserap lewat keberadaan makanan. Mengetahui hal ini, obat-obatan tersebut cocok untuk dikonsumsi setelah makan.
- Obat Untuk Penderita Diabetes
Obat diabetes contohnya metformin serta gliclazide ideal untuk dikonsumsi dengan jarak durasi tidak terlalu jauh sebelum atau sesudah makan.
Hal tersebut berguna demi mencegah hipoglikemia serta sekaligus memastikan kadar glukosa darah tidak terlalu tinggi sesudah makan.
Bagaimana Cara Mengenali Bedanya Waktu Konsumsi Obat Sebelum & Sesudah Makan?
Satu-satunya cara yakni dengan membaca dan memahami petunjuk cara minum yang tersedia pada leaflet produk. Apabila tidak mendapatkan selebaran tersebut, maka bisa menanyakan informasi pada apoteker.
Nah, jadi itulah pembahasan mengenai perbedaan waktu minum obat. Sebaiknya selalu disiplin dalam menaati waktu tersebut, agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan. Kalau tiba-tiba muncul reaksi alergi setelah minum obat, segera bicara pada dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. Tanpa harus antre, Sahabat Kaef bisa membuat janji dan bertemu dokter diklinik pilihan melalui aplikasi Kimia Farma Mobile . Yuk, download aplikasi Kimia Farma Mobile sekarang juga di Google Play atau Apps Store!
Sumber
http://www.myhealth.gov.my/en/medicines-before-after-food/
#DEKATCEPATSEHAT
