Tidak hanya terjadi pada pria, disfungsi seksual juga bisa dialami oleh kaum wanita. Walaupun berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa gangguan seksual yang terjadi merupakan hal yang lumrah.
Namun, sebagian besar orang masih merasa kurang nyaman untuk membahas masalah ini secara terbuka. Padahal, pemahaman tentang disfungsi ini sangat diperlukan agar kehidupan dan hubungan suami istri bisa berjalan dengan baik.
Untuk mengetahui lebih lanjut, simak informasi mengenai gangguan seksual yang bisa terjadi pada pria dan wanita berikut ini.
Gejala dan Penyebab Disfungsi Seksual
Disfungsi atau gangguan seksual merupakan suatu kondisi yang umum terjadi, terutama pada orang-orang yang telah berusia lanjut.
Hal ini memang berkaitan erat dengan adanya pertambahan usia dan juga penurunan kesehatan. Kondisi tersebut membuat seseorang tidak memiliki kemampuan baik untuk melakukan aktivitas seksual maupun mendapatkan kepuasan seksual.
Selain memiliki jenis yang beragam, gejala dan penyebab terjadinya gangguan seksual ini juga memiliki kriteria yang berbeda. Berikut ulasannya.
Jenis Disfungsi (Gangguan) Seksual
Dilansir dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang termasuk kategori gangguan seksual yang terjadi pada pria dan wanita terdiri dari 4 jenis, yaitu:
- Gangguan Orgasme
Merupakan kondisi yang terjadi pada seseorang ketika mengalami keterlambatan atau tidak tercapainya klimaks (orgasme). Selain itu, gangguan yang satu ini juga bisa terjadi karena orgasme tidak bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Gangguan jenis ini kerap terjadi pada wanita, namun tidak menutup kemungkinan kaum pria pun bisa mengalaminya. Saat kondisi tubuh mengalami rasa nyeri saat melakukan aktivitas seksual, kelelahan, stres, atau adanya perubahan hormon.
Semua hal tersebut bisa memengaruhi kerja libido sehingga berakibat pada terhambatnya atau hilangnya sensasi orgasme.
- Gangguan Gairah
Merupakan ketidakmampuan penderita untuk terangsang secara fisik atau kurang merasa bersemangat terhadap hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas seks.
Salah satu contoh kasus disfungsi seksual yang kerap terjadi adalah disfungsi ereksi yang dialami oleh pria. Walaupun si penderita merasakan rangsangan seksual, namun mereka tetap mempunyai ketertarikan terhadap aktivitas seksual.
- Gangguan Nyeri (Pain Disorder)
Merupakan suatu kondisi nyeri atau terasa sakit yang dialami setiap kali melakukan aktivitas seksual. Ada banyak faktor yang bisa membuat wanita merasa nyeri saat berhubungan seks.
Seperti, adanya perubahan hormon, menopause, kondisi vagina yang kering, terjadi infeksi saluran kemih (ISK), dan lain-lain.
Sedangkan pada pria, pain disorder bisa terjadi karena prostatitis, adanya kerusakan fisik penis (Peyronie), ISK, herpes kelamin, dan sebagainya.
- Gangguan Libido (Desire Disorder)
Merupakan suatu kondisi seseorang yang kurang berhasrat atau tidak berminat untuk melakukan aktivitas seks. Gangguan tersebut secara medis dikenal dengan istilah penurunan libido.
Kondisi ini bisa dialami oleh seseorang yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes dan jantung koroner, kadar hormon estrogen dan testosteron yang rendah, serta faktor psikologis.
Gejala Disfungsi (Gangguan) Seksual
Secara umum, gejala disfungsi seksual yang terjadi pada wanita dan pria adalah tidak ada keinginan untuk berhubungan intim, merasa sakit saat melakukan aktivitas seks, dan ketidakmampuan untuk menjadi terangsang.
Sedangkan secara khusus, gejala yang terjadi jika dibedakan berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut:
- Pada Pria
- Tidak bisa mempertahankan ereksi (penis keras) atau mencapai klimaks (disfungsi ereksi).
- Ejakulasi tidak terjadi atau tertunda walaupun mendapat rangsangan seksual yang cukup (ejakulasi terbelakang).
- Tidak mampu mengontrol waktu ejakulasi (ejakulasi dini).
- Adanya kelainan pada bentuk penis (Peyronie) yang menyebabkan penis membengkok.
- Pada Wanita
- Tidak mampu mencapai orgasme atau mempertahankan gairah seksual.
- Pelumasan pada vagina tidak memadai saat melakukan aktivitas seksual.
- Otot vagina tidak mampu mengendur untuk memungkinkan terjadinya aktivitas seksual (vagina kram atau kaku ketika penetrasi).
Penyebab Disfungsi (Gangguan) Seksual
Setidaknya ada 3 kondisi yang membuat seseorang mengalami gangguan fungsi seksual. Ketiga penyebab disfungsi seksual tersebut adalah sebagai berikut.
1. Kondisi Fisik
Banyak sekali kondisi fisik seseorang yang bisa membuatnya tidak bisa berhubungan intim secara tuntas. Kondisi fisik tersebut terjadi karena adanya suatu penyakit atau kondisi medis dan juga perubahan hormon yang bisa memengaruhi aktivitas seksual.
- Kondisi Medis
Masalah kesehatan dan adanya riwayat penyakit tertentu bisa mengakibatkan terjadinya gangguan seksual. Contohnya, diabetes, kanker, infeksi saluran kemih, tekanan darah tinggi, gagal ginjal/hati, penyakit jantung, dan kolesterol tinggi.
Selain itu, disfungsi seksual juga bisa terjadi jika mengidap penyakit Multiple Sclerosis, adanya kerusakan saraf, kecanduan alkohol, atau karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Selain dampak dari perkembangan penyakit yang dimiliki, gangguan seksual juga bisa terjadi karena efek samping dari pengobatan penyakit tertentu.
Misalnya, efek pengobatan kemoterapi, efek pengobatan gangguan saraf, rutin mengonsumsi obat antidepresan, dan obat untuk menurunkan tekanan darah.
- Perubahan Hormon
Kondisi hormon yang tidak seimbang juga bisa menjadi penyebab munculnya disfungsi seksual. Pada wanita, kondisi tinggi rendahnya kadar hormon estrogen bisa berdampak pada respon seksual.
Misalnya, sulit untuk merasakan sensasi orgasme atau kehilangan gairah seks. Sedangkan pada pria, gangguan seksual bisa terjadi akibat rendahnya hormon testosteron.
Akibatnya, libido atau gairah seks akan menurun dan berkurangnya keinginan untuk berhubungan intim.
2. Psikologis
Gangguan psikologis tertentu menjadi salah satu penyebab menghilangnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual.
Masalah yang satu ini umumnya menyangkut hubungan dengan pasangan, pernah mengalami trauma saat berhubungan intim seperti adanya pelecehan dan kekerasan seksual.
Selain itu, citra diri yang buruk, gangguan kecemasan, depresi, mengalami stres yang kronis, dan gangguan mental lainnya juga bisa berdampak buruk pada fungsi seksual.
Tidak hanya dengan pasangan, hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan pun bisa menjadi timbulnya disfungsi seksual.
Misalnya, tekanan pekerjaan yang harus selesai sebelum deadline, tekanan dari atasan, jauhnya jarak yang harus ditempuh antara tempat tinggal dengan lokasi kantor, dan lain sebagainya.
3. Kondisi Lingkungan
Satu lagi penyebab timbulnya masalah pada fungsi seksual yaitu yang berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kerja. Misalnya, seseorang yang bekerja atau bertempat tinggal di lingkungan pabrik penghasil uap/gas kimia. Maka, lingkungan tersebut bisa membahayakan kesehatan dirinya dan juga orang-orang sekitar.
Ketika disfungsi seksual muncul setiap saat dan kedua pasangan menjadi cemas akan keadaan masing-masing, maka periksakan keadaan tersebut bersama pasangan ke dokter. Masalah dapat terus berkembang jika tidak segera dibicarakan atau mendapatkan penanganan dari ahlinya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan merencanakan pengobatan untuk mengatasi gangguan tersebut.
Sahabat Kaef dan pasangan juga bisa melakukan pemeriksaan dengan memesannya melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Untuk mendapatkan kemudahan ini, download aplikasi Kimia Farma Mobile di Google Play Store atau Apps Store. Setelah itu, tentukan sendiri klinik yang diinginkan beserta jamnya.
Sumber
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9121-sexual-dysfunction#management-and-treatment
https://ciputrahospital.com/disfungsi-seksual/
#DekatCepatSehat
