Salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi penting adalah hati. Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan dengan cara tes liver di unit kesehatan.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi hati secara keseluruhan. Apakah ada fungsi yang tidak normal, atau bahkan kerusakan pada hati.
Apa saja manfaat dan prosedur yang harus dilakukan? Simak penjelasan berikut yuk!
Pengertian
Tes fungsi hati adalah prosedur pemeriksaan fungsi organ hati dengan menggunakan darah. Hasil pemeriksaan ini kemudian dibandingkan dengan kadar senyawa standar pada hati, untuk mengetahui indikasi gangguan pada hati.
Ada beberapa enzim yang diuji dalam hal ini, yaitu:
- Alanine Transaminase (ALT)
Enzim ini berfungsi untuk mengubah protein menjadi energi supaya bisa dimanfaatkan oleh sel dalam hati. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui jumlah enzim dalam hati. Nilai fungsi hati pada pria dewasa yang normal yakni 7-55 unit per liter. Dalam keadaan normal, jumlah enzim ini dalam hati lebih banyak ketimbang di dalam darah. Namun apabila ada masalah dalam organ hati, maka jumlah enzim di hati lebih sedikit ketimbang di darah. Sebab, hati cenderung melepaskan enzim ini ke darah hingga jumlahnya meningkat.
- Aspartat Aminotransferase (AST)
Enzim yang satu ini memiliki fungsi untuk metabolisme asam amino. Dalam keadaan normal, maka AST berjumlah 8-48 unit per liternya. Sama halnya dengan ALT, kadar AST dalam hati jumlahnya wajib lebih banyak ketimbang di darah. Namun apabila ada masalah, maka jumlah enzim di darah bakal lebih banyak.
- Alkaline Phosphatase (ALP)
Tes liver selanjutnya adalah ALP yang berfungsi untuk memecah protein. Apabila hati ada gangguan, maka jumlah enzim ini di hati akan meningkat. Normalnya, ALP berjumlah 40-129 unit per liter.
- Gamma-glutamyl Transferase (GGT)
Enzim yang satu ini memiliki peran untuk metabolisme obat di liver. Dalam kondisi normal, kandungannya yakni 8-61 unit per liter. Sama seperti ALP, enzim ini akan mengalami peningkatan jumlah apabila ada kerusakan pada hati atau juga saluran empedu.
- Bilirubin
Tes liver berikutnya untuk memeriksa kadar bilirubin dalam hati. Senyawa yang satu ini merupakan sisa dari proses pemecahan sel darah merah. Jumlah normalnya yakni 0,1 – 1,2 miligram per desiliter. Bilirubin harus dibuang melalui feses atau saluran pencernaan. Namun apabila ada kerusakan pada hati, maka proses pembuangan bilirubin ini juga terhambat. Sehingga kadarnya juga meningkat dalam darah.
- Albumin
Albumin memiliki banyak fungsi. Seperti mencegah cairan dari pembuluh darah bocor, memberikan nutrisi untuk jaringan, hingga menjadi vitamin di dalam darah. Karena banyaknya fungsi ini, apabila jumlahnya rendah dari kebutuhan, maka fungsi dari hati sedang terganggu. Sebab protein ini hanya bisa diproduksi oleh hati. Untuk itu, normalnya protein ini berjumlah 3,5 – 5,0 gram per desiliter.
Manfaat Tes Liver
Ada banyak manfaat dari pemeriksaan fungsi hati ini. Berikut manfaatnya:
- Mendapatkan Deteksi Dini Kerusakan dalam Hati
Dengan melakukan tes liver, maka bisa diketahui kesehatan organ hati. Jadi, ketika terindikasi liver dalam kondisi bermasalah maka kita dapat melakukan pengobatan lebih cepat.
- Mengetahui Perkembangan Penyakit Liver
Manfaat tes fungsi hati berikutnya adalah untuk mengetahui perkembangan dari kondisi kesehatan penderita. Misalnya pasien menderita penyakit hepatitis, maka butuh dilakukan tes untuk mengetahui sejauh mana keparahan dan penanganan yang harus dilakukan.
- Melakukan Pemantauan Pengobatan
Setelah seseorang dinyatakan terkena penyakit hati, maka dilakukan pengobatan pada pasien itu. Selama masa pengobatan, uji fungsi hati dilakukan untuk mengetahui efeknya.
Kapan Tes Harus Dilakukan?
Setiap orang boleh melakukan pemeriksaan pada organ hati. Namun ada beberapa orang yang diwajibkan melakukan tes liver apabila memiliki kondisi berikut:
- Mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit liver,
- Mengonsumsi obat-obatan yang memiliki risiko merusak kinerja hati,
- Aktif mengonsumsi alkohol,
- Penderita anemia, obesitas, tekanan darah tinggi juga diabetes,
- Penderita penyakit kantung empedu,
- Punya beberapa gejala berikut, yakni:
- Urine memiliki warna gelap (coklat kehitaman),
- Sakit kuning pada bagian mata dan kulit,
- Lemas,
- Feses berwarna pucat,
- Mual, muntah, diare dan nyeri perut,
- Lemas, lesu dan lunglai,
- Gatal-gatal.
Prosedur Tes Liver
Beberapa prosedur tes yang harus diketahui yakni:
- Kulit yang akan diambil sampel darahnya harus dibersihkan terlebih dahulu. Supaya terhindar dari kuman dan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi,
- Supaya vena bisa lebih jelas, maka tenaga kesehatan perlu mengikat tali elastis ke lengan pasien lebih erat,
- Mengambil sampel darah dengan jarum suntik, sesuai dengan kebutuhan pasien,
- Setelah dilakukan pengambilan sampel darah, maka luka bekas suntikan diperban atau ditutup. Supaya tidak terjadi pendarahan pada pasien.
- Tenaga kesehatan bisa membawa sampel darah pasien ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.
Risiko Tes Liver
Pemeriksaan organ hati ini tidak memiliki efek samping berbahaya. Hanya saja, beberapa orang bisa merasakan dampak sebagai berikut:
- Nyeri pada tempat pengambilan sampel darah. Namun efek ini akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu,
- Pusing atau bahkan pingsan apabila menderita riwayat penyakit tertentu. Supaya tetap aman, maka terbukalah dengan tenaga kesehatan atau dokter yang menyarankan tes liver.
- Risiko tes fungsi hati yang terakhir adalah memar pada tempat pengambilan sampel darah. Namun jangan khawatir, memar ini akan menghilang dengan sendirinya.
Catatan Penting saat Pemeriksaan Organ Hati
Sebelum melakukan pemeriksaan organ hati, ada beberapa catatan penting yang harus diketahui. Di antaranya:
- Proses pengambilan sampel darah bisa lebih dari satu kali. Pertama karena vena sulit untuk ditemukan. Kedua supaya mengetahui perkembangan suatu penyakit.
- Di beberapa pemeriksaan, kadang tidak ditemukan diagnosis yang akurat dan tepat. Sehingga perlu pemeriksaan tambahan oleh dokter. Seperti USG hingga biopsi.
- Apabila hasil dari pemeriksaan hati keluar dan tidak sesuai dengan kadarnya, maka bisa jadi disebabkan beberapa hal selain penyakit liver. Seperti saat pasien mengalami luka bakar, dehidrasi, sedang hamil atau infeksi.
- Sebelum melakukan tes liver, sebaiknya menginformasikan terlebih dahulu kepada dokter, obat apa yang sedang dikonsumsi. Sebab di beberapa kondisi, dokter harus menghentikan konsumsi obat sementara.
- Puasa sebelum melakukan pemeriksaan hati selama 10-12 jam. Karena ada beberapa makanan yang berpengaruh dengan hasil tes hati.
Penyakit yang Timbul karena Gangguan pada Hati
Hasil pemeriksaan hati yang tidak baik, menandakan adanya penyakit tertentu yang diderita pasien. Di antaranya:
- Hepatitis baik A, B, C maupun akut,
- Diabetes,
- Kanker Hati,
- Saluran empedu mengalami penyumbatan,
- Sirosis,
- Kecanduan alkohol.
Demikian hal-hal yang harus diketahui mengenai tes liver. Mulai dari penjelasan, manfaat, prosedur hingga risiko yang ditimbulkan. Sahabat Kaef juga bisa melakukan tes fungsi liver melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Caranya sangat praktis, tinggal pilih Lab Service yang terdapat di Kimia Farma Mobile, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan yang diinginkan. Ayo, download Kimia Farma Mobile sekarang juga di App Store dan Google Play.
Sumber
https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/liver-function-tests/about/pac-20394595
https://www.rspondokindah.co.id/id/news/tes-fungsi-hati-langkah-awal-menentukan-kesehatan-hati
https://spiritia.or.id/portal/index.php/informasi/detail/158
