You are currently viewing Ketahui Penularan Hepatitis B yang Perlu Diwaspadai

Ketahui Penularan Hepatitis B yang Perlu Diwaspadai

Penularan hepatitis B menjadi salah satu topik kesehatan yang harus diketahui. Hepatitis B merupakan penyakit yang sering terdengar dapat menginfeksi banyak orang. Hepatitis B ini adalah penyakit hati menular yang disebabkan oleh virus. 

Penyakit hepatitis B ini dapat menyebabkan infeksi kronis pada hati serta menempatkan orang pada risiko tinggi kematian. Penyakit hepatitis B bisa bersifat akut, hepatitis B akut berkaitan dengan tingkat keparahannya, mulai dari ringan sampai berat, yang terjadi dalam 6 bulan pertama dari paparan virus. Namun, beberapa orang nyatanya dapat pulih dari infeksi akut ini. 

Penularan Hepatitis B yang Harus Diketahui

Bila mengutip dari salah satu sumber, hepatitis B umumnya menyebar saat darah, cairan tubuh atau air mani seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B masuk dalam tubuh seseorang yang tidak mengalami infeksi. 

Virus hepatitis B dapat menular dengan mudah melalui selaput lendir, kulit yang terluka dan lainnya. Penularan bisa terjadi dari:

  1. Kontak seksual penderita hepatitis B
  2. Kontak langsung dengan darah terinfeksi atau terkontaminasi, meskipun dalam jumlah kecil
  3. Berbagai barang pribadi seperti pisau cukur, sikat gigi, jarum suntik dan lainnya
  4. Kontak langsung dengan luka terbuka pada penderita hepatitis B
  5. Seorang ibu terinfeksi kemudian ditularkan pada bayinya ketika lahir. 

Perlu diketahui, hepatitis B tidak menular dari batuk, bersin, berpelukan maupun ketika menyusui. Meskipun virus ini bisa ditemukan dalam air liur, namun tetap tidak dapat menyebar dari ciuman. Penularan penyakit ini juga menyebar dari luka yang disebabkan karena jarum suntik. 

Penularan penyakit ini secara seksual bisa terjadi, utamanya pada laki-laki yang tidak divaksin serta berhubungan seks dengan laki-laki lain. Selain itu orang dengan heteroseksual dan memiliki banyak pasangan memiliki kemungkinan tertular. 

Penularan hepatitis B juga bisa terjadi ketika prosedur medis, gigi dan bedah, melalui penggunaan pisau cukur atau benda yang terkontaminasi oleh darah yang terinfeksi. Virus ini juga dapat bertahan di luar tubuh selama 7 hari. 

Dalam jangka waktu tersebut, virus masih dapat menyebabkan infeksi, bila masuk di tubuh seseorang dan tidak dilindungi oleh vaksin. Masa inkubasi dari hepatitis B rata-rata ialah 75 hari, namun bisa bervariasi dari 30 sampai 180 hari. 

Faktor Risiko Penyakit Hepatitis B

Penyakit hepatitis B ini bisa menginfeksi anak-anak, remaja, orang dewasa bahkan bayi sekalipun. Hepatitis B bukan merupakan penyakit genetic, tetapi merupakan penyakit menular yang ditularkan dari darah. 

Setiap orang mungkin berisiko terkena infeksi selama hidup mereka, namun terdapat kelompok orang yang memiliki risiko tinggi karena mereka dilahirkan atau memiliki pekerjaan tertentu. 

Berikut kelompok risiko penularan hepatitis B yang cukup tinggi, antara lain:

  1. Menyediakan perawatan kesehatan serta petugas tanggap darurat
  2. Pria yang melakukan hubungan seks dengan sesama pria
  3. Individu yang aktif melakukan hubungan seksual lebih dari 1 pasangan dalam waktu 6 bulan terakhir
  4. Orang yang terdiagnosis penyakit menular seksual
  5. Pengguna obat-obatan terlarang, mendengus, menghirup serta mengeluarkan pil
  6. Pasangan seksual atau mereka yang tinggal dekat dengan orang terinfeksi
  7. Anak-anak yang diadopsi dari negara hepatitis B 
  8. Ibu hamil
  9. Penghuni staf fasilitas penyandang cacat
  10. Narapidana
  11. Staf lembaga pemasyarakatan.

Apakah Penularan Hepatitis B Terjadi Lewat Makanan?

Perlu diketahui, hepatitis B tidak menular dari makanan yang disiapkan oleh mereka yang terinfeksi. Virus hepatitis B merupakan organisme yang kuat dan dapat bertahan selama berhari-hari di dalam darah, maupun cairan tubuh yang tidak terlihat. 

Contohnya saja seperti darah kering yang berada di dalam peralatan rumah tangga dan lainnya. Seseorang yang terinfeksi penyakit hepatitis B bisa menularkan infeksi pada orang lain yang belum pernah menyelesaikan vaksinasi hepatitis B. 

Gejala Hepatitis B

Umumnya, hepatitis B ini tidak menimbulkan gejala. Inilah alasan mengapa penderita tidak menyadari jika sudah terinfeksi virus hepatitis B. hingga akibatnya penderita bisa menularkan hepatitis B tanpa disengaja. 

Penyakit hepatitis B yang terjadi tidak lebih dari 6 bulan disebut dengan hepatitis B akut, sedangkan infeksi lebih dari 6 bulan disebut dengan hepatitis B kronis. hepatitis B kronis bisa berkembang menjadi kanker hati atau sirosis. 

Meskipun penderitanya sebagian besar tidak mengalami gejala, namun beberapa penderita bisa merasakan gejala, biasanya gejala ini muncul 1 hingga 5 bulan sesudah penularan Hepatitis B. Berikut sejumlah gejala hepatitis B, antara lain:

  • Nyeri sendi dan otot
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Muntah dan mual
  • Lemas
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare
  • Perut kembung
  • Urine memiliki warna gelap
  • Kulit serta bagian putih mata memiliki warna kuning. 

Kapan Penderita Harus Segera ke Dokter?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penyakit hepatitis B ini sering tidak menimbulkan gejala, tetapi jika muncul gejala, pastikan segera memeriksakan diri ke dokter. Penyakit hepatitis B adalah penyakit hati yang berubah menjadi kronis. 

Jika pernah didiagnosis hepatitis B, lakukan control secara berjala ke dokter, karena hepatitis B memiliki risiko menyebabkan kanker hati atau sirosis. Orang yang memiliki risiko tertular hepatitis B contohnya seperti pekerja seks atau pekerja medis juga harus memeriksakan diri ke dokter. 

Pemeriksaan dilakukan untuk melihat tingkat kekebalan tubuh pada virus hepatitis B ini. Kemudian, dokter akan memberi vaksin hepatitis B jika kekebalan tubuh pada virus ini sudah rendah. 

Bukan hanya itu, ibu hamil yang melakukan pemeriksaan secara berkala, ketika kontrol kehamilan trimester pertama juga harus melakukan skrining hepatitis B. tujuannya agar dapat mencegah penularan hepatitis B ke bayi jika ibu hamil dinyatakan positif hepatitis B. 

Cara Mencegah Penularan 

Pemerintah sendiri sudah melakukan sejumlah upaya agar dapat menekan penyebaran hepatitis B. contohnya seperti imunisasi hepatitis B pada bayi dari tahun 1997, kemudian tahun 2019, pemerintah juga gencar melakukan sosialisasi hepatitis B dengan meluas. 

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan membuat buku pedoman untuk pengendalian hepatitis B, buku saku, sejumlah seminar tentang hepatitis B yang dilakukan di beberapa kota untuk masyarakat dan petugas kesehatan. 

Bukan hanya itu, pemerintah juga memberikan himbauan pada semua fasilitas kesehatan agar melakukan deteksi dini pada ibu hamil serta kelompok yang memiliki risiko tinggi terkena hepatitis B, termasuk petugas kesehatan. 

Hal tersebut dilakukan untuk memotong rantai penularan penyakit ini. Upaya menekan angka kasus penularan bisa dilakukan seluruh anggota masyarakat, dengan beberapa langkah, seperti menjalani perilaku seks yang sehat dan aman. 

Selain itu, lakukan vaksinasi hepatitis B, merawat luka dengan baik serta tidak menyentuh cairan tubuh secara langsung, hindari pula berbagi peralatan pribadi bersama dengan orang lain.  Selain melakukan vaksinasi dan langkah perawatan, Sahabat Kaef juga bisa mengonsumsi suplemen guna menunjang kesehatan tubuh secara menyeluruh. Download Kimia Farma Mobile di Google Play Store atau Apps Store dan segera dapatkan kebutuhan suplemen Kesehatan pada aplikasi , ya!

Sumber

https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-b

https://www.hep.org.au/hep-b/hep-b-transmission/

https://www.orami.co.id/magazine/penularan-hepatitis-b

#DekatCepatSehat