Tentang Devil’s Claw
- Devil’s claw (Harpagophytum procumbens) adalah tumbuhan yang berasal dari Afrika, dinamai berdasarkan buahnya yang memiliki banyak kait kecil.
- Secara empiris, masyarakat asli Khoisan telah memanen dan menggunakan tumbuhan ini untuk persalinan, menurunkan nafsu makan, dan sebagai pencahar, serta untuk pengobatan berbagai penyakit dan keluhan seperti masalah menstruasi, gangguan pencernaan, botter tonic, antiinflamasi, obat penurun demam, dan sifilis.
- Beberapa studi telah menunjukkan bahwa Devil’s claw adalah sumber yang sangat baik untuk terapi anti-inflamasi, antibakteri, antijamur, antivirus, dan antikanker.
- Penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa Devil’s claw memiliki manfaat yang lebih menguntungkan dalam hal efek samping jika dibandingkan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Kandungan Senyawa Kimia
- Ekstrak herba Devil’s claw diketahui mengandung sejumlah senyawa bioaktif seperti terpenoid, glikosida iridoid, glikosida, dan senyawa fenolik terasetilasi.
- Harpagoside dan harpagide, dua senyawa bioaktif dari glikosida iridoid, telah dilaporkan dalam banyak studi fitokimia sebagai agen antiinflamasi serta pereda nyeri.
- Penggunaan obat NSAID jangka panjang dapat menyebabkan efek samping seperti gagal jantung progresif, lesi gastrointestinal, serta gagal ginjal dan hati. Untuk mengurangi efek samping ini, para peneliti telah beralih ke berbagai alternatif alami.
Mekanisme Kerja
- Antiinflamasi: Harpagide, sebuah glikosida iridoid yang diisolasi dari Devil’s claw, bertanggung jawab atas efek antiinflamasi. Telah terbukti bahwa harpagide menghambat produksi sitokin inflamasi termasuk interleukin IL-1beta, IL-6, dan faktor nekrosis tumor (TNF-alpha) pada sel makrofag tikus.
- Mencegah bone loss: Harpagide juga dapat mencegah bone loss dengan mengatur stimulasi diferensiasi osteoblas dan menekan pembentukan osteoklas pada tikus. Dalam studi lain, harpagide terbukti dapat menghambat bone loss yang diinduksi oleh lipopolisakarida (LPS) dalam model osteoporosis inflamasi. Namun, harpagide tidak efektif dalam mencegah kehilangan tulang yang disebabkan oleh ovariektomi pada osteoporosis pascamenopause.
Bentuk Sediaan
Bagian tanaman yang digunakan untuk keperluan medis adalah akarnya. Ekstrak akar Devil’s claw tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk bulk, kapsul, tablet, tincture, ekstrak cair, dan ekstrak bubuk kering (untuk digunakan dalam tablet dan kapsul).
Perhatian dan Peringatan
Hindari menggunakan Devil’s Claw jika Anda sedang mengonsumsi obat antikoagulan seperti warfarin.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Devil’s claw dapat merangsang sekresi asam lambung, yang mungkin menyebabkan iritasi lambung ringan. Disarankan untuk menghindari penggunaan bagi individu dengan ulkus lambung atau duodenum.
Interaksi Obat
- Dapat mengurangi kebutuhan akan obat pereda nyeri seperti tramadol pada kasus nyeri punggung bawah.
- Dapat meningkatkan efek obat antikoagulan seperti warfarin, yang berpotensi meningkatkan risiko perdarahan berlebihan.
- Dapat meningkatkan kecenderungan berdarah pada pasien yang menggunakan obat antiplatelet seperti clopidogrel.
Dosis Biasa
Dosis standar adalah setara dengan 3 hingga 6 gram akar kering per hari, dikonsumsi di antara waktu makan. Dosis ini setara dengan 6 hingga 12 ml ekstrak cair atau 15 hingga 30 ml tincture per hari. Untuk ekstrak yang distandarisasi, dosisnya harus memberikan 50 hingga 100 mg harpagoside per hari.
Contoh Sediaan
Berikut adalah contoh sediaan mengandung ekstrak Devil’s Claw yang tersedia di apotek dan memiliki izin edar BPOM.
- A Vogel Atrosan Devils Claw Tab @30
Mengandung: Harpagophytum procumben radix extract (sebagai ekstrak kering) 480 mg
Nomor Izin Edar: SI074525451
Prinsipal: PT Indocare Citrapasific
🔗Cek di Kimia Farma Mobile - A Vogel Devils Claw Tinct 50mL
Mengandung: Tiap 100 gram mengandung 100 gram Harpagophytum procumbens radix, diekstrak dalam alkohol 68% v/v.
Nomor Izin Edar: TI154649311
Prinsipal: PT Indocare Citrapasific
🔗Cek di Kimia Farma Mobile - Health+Care Devils Claw Cap@30
Mengandung: Harpagophytum procumbens radix extract 480 mg
Nomor Izin Edar: TR192335471
Prinsipal: PT Erlimpex
🔗Cek di Kimia Farma Mobile - Nature’s Health Devils Claw 250Mg @30
Mengandung: Devil’s Claw Root 250 mg, Gelatin, Cellulose, Microcrystalline cellulose, Magnesium stearate, Silicon dioxide
Nomor Izin Edar: TI09434068
Prinsipal: PT Radiant Sentral Nutrindo
🔗Cek di Kimia Farma Mobile - Sea Quil Super Celery 5000@60
Mengandung: Celery Seed Extract (Apium graveolens)500 mg, White wilow Outer Bark Extract(Salix alba) 250 mg, Feverfew Flowering Extract (Tanacetum parthelium) 150 mg, Devil’s Claw Tuber Extract (Harpagophytum procumbens) 100 mg, Yucca Leaf Juice Extract (Yucca filamentosa) 100 mg
Nomor Izin Edar: TI074525571
Prinsipal: CV Abad Dua Satu Makmur
🔗Cek di Kimia Farma Mobile
Artikel ini berfungsi sebagai referensi pengetahuan secara umum dan tidak dimaksudkan untuk merekomendasikan produk tertentu. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter secara langsung.
Sumber
- Murray, M.T.. 2002. The Pill Book Guide to Natural Medicines: Vitamins, Minerals, Nutritional Supplements, Herbs, and Other Natural Products. New York. Bantam Book
- WebMD. 2020. Devil’S Claw – Uses, Side Effects, and More: https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-984/devils-claw
- Gxaba and Manganyi. 2022. The Fight against Infection and Pain: Devil’s Claw (Harpagophytum procumbens) a Rich Source of Anti-Inflammatory Activity: 2011–2022: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9182060/
- MSKCC. 2023. Devil’s Claw: Purported Benefits, Side Effects & More: https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/devil-claw
