You are currently viewing Mual : Gejala, Penyebab & Pengobatan

Mual : Gejala, Penyebab & Pengobatan

Perut bergejolak dan terasa tidak nyaman. Mulut seakan ingin mengeluarkan sesuatu tetapi tertahan. Kondisi ini biasa disebut dengan mual yang umumnya disertai dengan muntah. 

Lantas, apa gejala atau penyebab dari rasa mual  dan ingin muntah itu? Mari cari tahu lewat ulasan ini. 

Kenali Perbedaan Mual dan Muntah

Ada banyak penyakit yang diawali dengan rasa tidak nyaman di perut yang membuat ingin mengeluarkan isinya. Paling sering, rasa mual  itu disebabkan oleh gastroenteritis virus, yang disebut sebagai flu perut. Biasa terjadi pada wanita yang hamil di trimester awal. 

Mual hanya muncul karena adanya ketidaknyamanan di perut yang membuat ingin muntah, tetapi tidak sampai mengeluarkan isinya. 

Biasanya, kondisi ini tidak membahayakan hingga mengancam jiwa. Hanya saja, cukup membuat tubuh lemah dan lelah karena tidak sanggup untuk mengkonsumsi apapun ketika gejalanya sudah  mulai muncul. 

Sedangkan muntah, biasanya ada paksaan dari tubuh untuk mengosongkan isi perut melalui lambung. Apa yang dimakan akan keluar semua. Badan pun akan terasa lebih lemas dan tidak bertenaga. 

Gejala Mual yang Sering Dialami

Biasanya, kondisi gejala mual muncul ketika perut mulai terasa tidak nyaman, mulut terasa pahit, dan timbul gejolak dari dalam perut untuk mengeluarkan isinya. 

Kondisi mual  ini sering kali menjadi gejala dari penyakit lainnya seperti infeksi yang terjadi pada lambung, keracunan makanan, usus yang tersumbat, mabuk di perjalanan, makan terlalu banyak, cedera pada otak, migrain, atau radang usus buntu. 

Mual-muntah juga bisa menjadi gejala dari penyakit serius yang membahayakan seperti tumor otak, serangan jantung, gangguan pada sistem saraf pusat, gangguan pada hati atau ginjal, serta kanker. 

Penyebab Mual Secara Umum 

Kondisi umum yang bisa menjadi penyebab mual adalah: 

  • Keracunan atau alergi terhadap makanan tertentu
  • Terjadi infeksi pada lambung maupun usus
  • Gastroesophageal reflux (GERD) yaitu kondisi lambung yang bocor, mengakibatkan makanan atau cairan naik ke atas
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu
  • Melakukan perawatan medis terhadap penyakit tertentu seperti melakukan kemoterapi untuk kanker, perawatan radiasi
  • Sakit kepala sebelah atau migrain 
  • Masuk dalam kondisi morning sickness lantaran sedang hamil
  • Mabuk dalam perjalanan baik darat, udara, maupun laut
  • Gangguan pada hati atau ginjal
  • Menggunakan ganja yang terlalu berlebihan
  • Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan

Mual-muntah pun bisa menjadi tanda peringatan dini untuk masalah medis yang lebih serius, seperti: 

  • Terjadinya peradangan pada usus buntu
  • Adanya penyumbatan pada usus
  • Muncul tumor atau kanker di dalam tubuh
  • Muncul bisul pada lapisan lambung maupun usus kecil
  • Terjadinya serangan jantung mendadak

Penyebab mual yang lainnya adalah dehidrasi. Bagi orang dewasa, ini bukan masalah serius karena mereka cenderung bisa mengenalinya melalui tanda-tanda sedang haus dan butuh asupan mineral. 

Berbeda dari anak-anak yang tidak dapat mengatakan keinginannya secara jelas. Biasanya, Sahabat Kaef harus mengenali dehidrasi yang menjadi penyebab-mual ini melalui: 

  • Bibir serta mulut terlihat kering
  • Mata cekung 
  • Napas atau nadi bergerak cepat

Pengobatan untuk Meredakan Mual

Dalam pengobatan mual, ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah tetapi bisa juga dilakukan melalui perawatan medis. Untuk yang bisa dilakukan secara mandiri, seperti: 

  • Minum minuman dingin atau bening
  • Mengonsumsi makanan yang hambar atau makanan ringan, misal roti tawar, biskuit yang asin
  • Menghindari mengonsumsi makanan yang berminyak, terlalu manis, atau digoreng
  • Mulai dengan makanan berporsi kecil
  • Makan dan minum secara perlahan tetapi sering. Misal, dua sendok setiap makan, tetapi dilakukan dalam jarak yang berdekatan
  • Hindari untuk mencampur makanan atau minuman yang panas dengan dingin 
  • Menghindari aktivitas usai makan
  • Menghindari menggosok gigi usai makan

Sedangkan perawatan medis biasanya dilakukan ketika rasa enek-mual itu sudah berlebihan dan menjadi gejala dari penyakit serius yang mematikan. Dokter umumnya akan melakukan diagnosis terlebih dahulu sebelum memutuskan pengobatan apa yang tepat. 

Ketika diagnosis sudah diperoleh, dokter akan memberikan obat-obatan, salah satunya adalah obat antimual untuk meredakannya. Kemudian menganjurkan terapi atau cara-cara yang bisa menyembuhkan atau meringankan mual-muntah. 

Tata Cara untuk Pencegahannya

Meskipun tidak membahayakan nyawa, tetapi terlalu sering mual-muntah juga bisa membuat tubuh lemas dan tidak mampu melakukan aktivitas apa pun. Maka, mual dapat dicegah dengan cara: 

  • Sering makan dalam porsi kecil dan menghindari mengonsumsi makanan dalam porsi yang besar. Karena bisa membuat lambung terasa enek dan ingin muntah 
  • Makan secara perlahan dan tidak terburu-buru dalam mengunyah
  • Memilih makanan yang mudah untuk dicerna seperti buah-buahan, sayuran, roti gandum, atau makanan berserat lainnya
  • Mengkonsumsi makanan dingin dan menghindari makanan yang panas
  • Menjaga kepala agar tetap tinggi yaitu sekitar 30 sentimeter di atas kaki
  • Mengistirahatkan tubuh dan tidak banyak melakukan aktivitas

Untuk yang sedang hamil dan mengalami morning sickness, bisa mengonsumsi biskuit terlebih dahulu sebelum bangun dari atas tempat tidur. Bisa juga makan camilan yang memiliki kandungan protein tinggi misal keju atau daging tanpa lemak sebelum tidur. 

Jangan lupa untuk minum dan menjaga tubuh agar tidak mengalami dehidrasi. Pastikan untuk makan setelah rasa enak di perut mulai berkurang. 

Waktu yang Tepat untuk Menghubungi Tenaga Medis

Ada saatnya, kondisi rasa tidak nyaman di perut yang ingin muntah itu mulai mengganggu. Saat itulah,  harus segera menghubungi tenaga medis. Umumnya ketika: 

  • Penyebab dari rasa mual  di perut  adalah keracunan makanan
  • Muntah darah yang berwarna gelap seperti ampas kopi
  • Mual-muntah sudah terjadi lebih dari sehari semalam
  • Tidak dapat mengkonsumsi makanan atau minuman apa pun lebih dari 12 jam
  • Diiringi dengan sakit kepala serta leher yang terasa kaku
  • Urin berwarna kuning gelap lantaran tidak bisa buang air kecil selama 8 jam atau lebih
  • Mengalami sakit perut yang menyayat
  • Sudah muntah berulang kali dalam satu hari 
  • Mulut terasa kering
  • Rasa haus yang terus meningkat
  • Mata mulai terlihat cekung
  • Adanya perubahan pada kulit, yang mana kulit tidak memantul kembali ketika diremas atau disentuh

Saat tanda-tanda dari mual sudah semakin parah, segera hubungi tenaga medis agar memperoleh perawatan dan pengobatan yang layak. Jadwalkan konsultasi dengan dokter klinik melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Google Play atau Apps Store! 

Sumber 

https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/8106-nausea–vomiting#:~:text=Nausea%20and%20vomiting%20are%20not,brain%20injury%2C%20appendicitis%20and%20migraines.

https://www.mayoclinic.org/symptoms/nausea/basics/definition/sym-20050736

https://medlineplus.gov/nauseaandvomiting.html

#DekatCepatSehat